Ringkasan Berita
- Rumah milik Kanang (74) di Desa Surianeun, Patia, Pandeglang, terbakar Senin malam.
- Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir Rp75 juta.
- Api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian atap.
- Warga sempat kesulitan memadamkan api karena angin kencang.
- BPBDPK Pandeglang memadamkan api sekitar pukul 23.30 WIB.
Berita Utama
FOKUS BANTEN – Sebuah rumah milik Kanang (74), warga Kampung Dungushaur RT/RW 18/04, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, hangus terbakar pada Senin, 2 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp75 juta.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari bagian atap rumah. Api dengan cepat merambat dan membakar material bangunan.
Istri korban, Arni, mengaku terbangun dari tidur karena merasakan hawa panas yang tidak biasa. Saat itu, kobaran api sudah terlihat di bagian atap ruang tengah.
“Saya kaget melihat api seketika membesar membakar material bangunan rumah,” katanya, Selasa, 3 Maret 2026.
Arni kemudian membangunkan suami dan cucunya untuk menyelamatkan diri. Ia juga berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Syukur kami masih selamat. Namun bangunan beserta isinya hangus semua,” katanya.
Warga setempat berdatangan membantu memadamkan api secara swadaya. Namun upaya itu tak mudah karena bangunan didominasi material yang mudah terbakar.
“Namun karena material rumah mudah terbakar sehingga mengalami kesulitan. Apalagi angin juga bertiup kencang membuat api bertambah besar,” ujar Rohman, salah satu warga.
Bantuan akhirnya tiba dari BPBDPK Pandeglang. Petugas berhasil menjinakkan api sekitar pukul 23.30 WIB.
“Petugas dari BPBDPK berhasil memadamkan api pada pukul 23.30 WIB. Tetapi kondisi rumah sudah hangus,” katanya.
Kepala Desa Surianeun, Muhammad Rizali Asyukron, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Pemerintah desa berencana mengusulkan bantuan kedaruratan.
“Kami akan mengusulkan bantuan kedaruratan kepada pihak Kecamatan Patia untuk kemudian meneruskannya ke Pemkab Pandeglang agar warganya bernama Kanang beserta keluarga yang kurang mampu mendapatkan bantuan,” katanya.
Musibah ini kembali mengingatkan pentingnya instalasi listrik yang aman, terutama di rumah-rumah lama. Api memang datang tanpa undangan, dan sering kali menyisakan pelajaran yang mahal harganya.


