BantenKota TangerangKriminalPolri

Enam Remaja Diciduk Sebelum Tawuran di Jembatan Kranggan, Polisi Temukan Celurit Tersembunyi

×

Enam Remaja Diciduk Sebelum Tawuran di Jembatan Kranggan, Polisi Temukan Celurit Tersembunyi

Sebarkan artikel ini
Enam Remaja Diciduk Sebelum Tawuran di Jembatan Kranggan, Polisi Temukan Celurit Tersembunyi
Enam Remaja Diciduk Sebelum Tawuran di Jembatan Kranggan, Polisi Temukan Celurit Tersembunyi

Ringkasan Cepat

  • Enam remaja diamankan saat hendak tawuran di Keranggan, Setu.
  • Polisi menemukan penggaris besi dan celurit yang disembunyikan.
  • Janji tawuran dilakukan lewat media sosial.
  • Orang tua dan sekolah akan dipanggil untuk pembinaan.

Berita Utama

FOKUS BANTEN – Enam remaja diamankan Polsek Cisauk saat diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Kamis (26/2/2026) dini hari.

Mereka ditangkap ketika berboncengan sepeda motor dan bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik bentrok di Jembatan Kranggan, Sungai Cisadane.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, kecurigaan muncul saat petugas patroli melihat gerak-gerik rombongan tersebut.

“Anggota menghentikan motor itu dan melakukan pemeriksaan. Kami menemukan penggaris besi panjang,” kata Dhady.

Penggaris besi itu ditemukan dari tangan salah satu remaja dan diduga akan digunakan sebagai senjata saat tawuran.

Saat diperiksa lebih lanjut, para remaja tersebut mengaku telah berjanji untuk bentrok dengan kelompok lain dari wilayah Pamulang–Serpong.

“Mereka mengaku mau tawuran di Jembatan Kranggan dengan kelompok Pamulang Serpong. Janjian lewat media sosial,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, polisi juga menyisir area sekitar Kranggan dan menemukan sebilah celurit yang disembunyikan di sebuah bengkel motor tak jauh dari lokasi penangkapan.

“Mereka menyembunyikan celurit di bengkel motor di daerah Kranggan,” tegas Dhady.

Keenam remaja beserta barang bukti kini diamankan di Mapolsek Cisauk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik juga menelusuri akun media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi dan menantang kelompok lawan.

Polisi memastikan orang tua para remaja akan dipanggil, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang.

Kelompok lawan yang diduga ikut merencanakan tawuran masih diburu. Di era serba digital, rupanya ajakan tawuran pun tak lagi pakai surat kaleng—cukup unggahan dan janji temu dini hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *