Oleh Prof Dr H Soleh Hidayat, M.Pd
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan dan rakhmat serta kasih sayang dari Allah SWT. Diwajibkan kepada seluruh orang Islam yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan dengan tujuan agar menjadi orang-orang yang bertakwa,
seperti dinyatakan pada QS Al-Baqarah 183, yang artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Bagi ASN menjalankan ibadah puasa memiliki banyak keutamaan baik untuk diri sendiri maupun hubungan sesama manusia serta hubungan dengan Allah SWT.
Hikmah menjalankan ibadah puasa berkaitan erat dengan amalan puasa yang dijalani, tidak terbatas hanya dengan menahan lapar dan dahaga, namun berkaitan pula dengan menjalankan amalan ibadah puasa Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, berdzikir, membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, sholat taubat, sholat tahajjud, sholat hajat, sholat duha, menghindarkan diri dari perbuatan yang haram atau maksiat, dan kegiatan lain dalam kehidupan ini.
Bekaitan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H ini tentunya diharapkan mampu menjadi pilar dan motivasi bagi seluruh pegawai ASN dilingkungan Provinsi Banten untuk tidak bermalas-malasan bekerja tetapi berupaya meningkatkan disiplin diri dan etos kerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Karena kita melakukan semua pekerjaan dengan niat karena Allah dan tentunya disertai doa agar apa yang kita kerjakan hendaknya selalu berada di jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah SWT.
Selain itu bulan yang penuh berkah ini hendaknya menjadi ajang intropeksi dan memperbaiki kualitas iman, moral dan hati, sehingga dapat bekerja lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Makna dan hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H. ini ditinjau dari sisi rohani dan jasmani, antara lain:
1. Melatih diri untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT pada surat Al-Baqarah 186
“وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ◌ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ◌ۖ فَلْيَسْتَجِيْبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ”.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran”.
Demikian pula Allah telah memberikan kepada kita berbagai hidayah secara bertahap, seperti Naluri, panca indra, akal, agama, dan taufik. Dalam surat Ar-Rahman, 31 kali Allah SWT menantang kita dengan “fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadzdzibaan” (maka nikmat-Ku yang mana yang hendak/bisa kau dustakan?).
Semua demikian jelas, maka dengan sampainya kita pada bulan Ramadhan, maka kita bersyukur bahwa kita masih diberi waktu oleh Allah SWT untuk menjalankan amal ibadah dengan pahala yang berlipat ganda.
Saat berbuka puasa, kita harus merasa bersyukur diberi kenikmatan oleh Allah SWT untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga dengan semua rizki-Nya yang dapat kita nikmati bersama keluarga.
2. Melatih disiplin terhadap waktu
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus patuh pada waktu sahur dan buka. Kita bangun untuk makan sahur saat dini hari dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi bahwa kita bekerja dengan bangun lebih pagi, agar mendapatkan rejeki yang halal.
Kaum muslim dan muslimah agar dapat menjalankan shaum dengan tetap kuat dan sehat di siang hari, perlu mengatur ritme bekerja agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan diubahnya jam kerja ASN sehingga para pegawai dapat pulang lebih cepat agar memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbuka puasa di bulan Ramadhan.
3. Puasa melatih mata batin
Mata batin adalah kemampuan untuk melihat dan merasakan hal-hal yang tidak bisa dilihat dan dirasakan secara normal. Mata batin juga dikenal sebagai indera keenam atau penglihatan spiritual. Extrasensory Percepstion





