BantenKabupaten Tangerang

Kue Pink di Pasar Modern Tangerang Positif Rhodamin B, BPOM Turun Tangan Saat Ramada

×

Kue Pink di Pasar Modern Tangerang Positif Rhodamin B, BPOM Turun Tangan Saat Ramada

Sebarkan artikel ini
Kue Pink di Pasar Modern Tangerang Positif Rhodamin B, BPOM Turun Tangan Saat Ramada
Kue Pink di Pasar Modern Tangerang Positif Rhodamin B, BPOM Turun Tangan Saat Ramada

Ringkasan Cepat

  • BPOM Tangerang temukan kue mengandung Rhodamin B di pasar modern Kabupaten Tangerang.
  • Temuan berasal dari pengawasan Ramadan 1447 H/2026 M.
  • Dua dari 22 sampel di pasar modern tidak memenuhi syarat.
  • Sembilan sampel di supermarket dinyatakan aman.
  • Pedagang diminta tandatangani komitmen tidak menjual pangan berbahaya.

Berita Utama

FOKUS BANTEN – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang menemukan makanan mengandung zat berbahaya di salah satu pasar modern Kabupaten Tangerang saat pengawasan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Produk yang terdeteksi mengandung pewarna tekstil Rhodamin B itu adalah kue mangkok warna pink dan bolu kukus pink hijau. Warna memang menggoda, tetapi hasil uji laboratorium berkata lain.

Kepala BPOM Tangerang, Sony Mughofir, menjelaskan temuan tersebut diperoleh melalui kegiatan operasional Mobil Laboratorium Keliling (Mobling).

“Balai POM di Tangerang melaksanakan kegiatan operasional Mobil Laboratorium Keliling (Mobling) di wilayah Kabupaten Tangerang,” katanya di Tangerang, Kamis.

Dari 22 sampel pangan olahan yang diperiksa di pasar modern, 20 sampel memenuhi syarat (MS). Dua sampel dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Adapun sembilan sampel pangan olahan yang diuji di supermarket seluruhnya memenuhi syarat (MS),” ucapnya.

Pengawasan dilakukan di dua lokasi, yakni pasar modern dan satu supermarket di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menyasar produk pangan yang banyak diburu masyarakat selama Ramadan.

Menurut Sony, langkah tersebut bertujuan memastikan keamanan pangan yang beredar serta melindungi konsumen dari paparan bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan.

Pedagang yang menjual produk diduga mengandung bahan berbahaya langsung diberikan edukasi. Pendekatannya persuasif, namun tetap tegas.

“Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh pedagang untuk tidak menjual pangan yang mengandung bahan berbahaya serta memastikan produk yang diperdagangkan aman bagi konsumen,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, BPOM juga melibatkan anggota Saka POM sebagai bentuk pemberdayaan generasi muda dalam pengawasan obat dan makanan.

“Dalam pelaksanaannya, Balai POM turut melibatkan anggota Saka POM sebagai bentuk pemberdayaan generasi muda dalam mendukung pengawasan obat dan makanan,” paparnya.

Kegiatan ini turut bersinergi dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten.

BPOM Tangerang mengimbau masyarakat lebih cermat memilih pangan, terutama saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri ketika permintaan meningkat drastis.

Masyarakat diminta mengenali ciri pangan berbahaya, seperti warna yang terlalu mencolok atau tidak wajar. Prinsip Cek KLIK kembali diingatkan: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.

“Balai POM Tangerang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan tetap waspada terhadap bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, demi mewujudkan peredaran pangan yang aman dan bermutu di wilayah Kabupaten Tangerang,” kata dia.

Ramadan memang identik dengan hidangan berwarna-warni. Namun, di tengah euforia berburu takjil, kewaspadaan tetap menjadi menu utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *