BantenKota Serang

Polisi Dipukul Remaja Bermotor di Walantaka, Kasus Berakhir Damai

×

Polisi Dipukul Remaja Bermotor di Walantaka, Kasus Berakhir Damai

Sebarkan artikel ini
Polisi Dipukul Remaja Bermotor di Walantaka, Kasus Berakhir Damai
polisi dipukul remaja bermotor

Ringkasan Berita

  • Seorang anggota polisi menjadi korban kekerasan oleh kelompok remaja bermotor di Walantaka, Kota Serang.
  • Korban dipukul dari belakang menggunakan besi saat melintas di Kampung Bendung.
  • Dua remaja berinisial RF dan IS yang masih di bawah umur berhasil diamankan.
  • Korban tidak mengalami luka, namun mengalami kerugian materi sekitar Rp1 juta.
  • Kasus akhirnya diselesaikan melalui mediasi di Polsek Walantaka.

Berita Utama

FOKUS BANTEN – Seorang anggota polisi menjadi korban aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok remaja bermotor di Kampung Bendung, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat korban melintas di kawasan tersebut.

Kapolsek Walantaka AKP Dulhak mengatakan korban bernama Teguh Abita Maulana Anggita saat itu berangkat dari rumah orang tuanya di Kampung Jelalang.

Baca juga: Enam Remaja Diciduk Sebelum Tawuran di Jembatan Kranggan, Polisi Temukan Celurit Tersembunyi

Korban diketahui hendak menuju rumah istrinya di Kampung Sentulio, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Di tengah perjalanan, korban berpapasan dengan rombongan remaja yang mengendarai sekitar lima sepeda motor dengan jumlah kurang lebih sepuluh orang.

Korban kemudian menyalip rombongan tersebut sebelum akhirnya terjadi insiden kekerasan.

“Tidak lama setelah menyalip, korban tiba-tiba dipukul dari arah belakang menggunakan besi yang menyerupai senjata tajam panjang,” kata Dulhak saat dikonfirmasi.

Pukulan tersebut menyebabkan sepeda motor dan tas milik korban mengalami kerusakan hingga robek.

Baca juga: Tukang Ojek di Pandeglang Gugat Pemerintah Rp 100 Miliar soal Jalan Berlubang

Korban kemudian menghentikan kendaraannya dan berusaha mengamankan para remaja yang diduga sebagai pelaku.

Menurut Dulhak, sebagian remaja langsung melarikan diri setelah mengetahui korban merupakan anggota Polri.

Meski demikian, korban berhasil mengamankan dua remaja berinisial RF (17) dan IS (16) yang diketahui masih di bawah umur.

Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Walantaka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kejadian tersebut korban tidak mengalami luka, namun mengalami kerugian materiil sekitar Rp1 juta akibat kerusakan pada barang miliknya.

Pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan perkara melalui mediasi di Polsek Walantaka dan tidak melanjutkan kasus ke jalur hukum.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa konflik di jalan sering muncul dalam hitungan detik, namun penyelesaiannya kadang membutuhkan kebijaksanaan yang lebih panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *