BisnisEdukasi

Membongkar Rahasia Pembagian Laba yang Adil: Studi Kasus Lia dan Tia

×

Membongkar Rahasia Pembagian Laba yang Adil: Studi Kasus Lia dan Tia

Sebarkan artikel ini

Baca juga: Salah Satu Sumber Penerimaan APBN yang Berasal dari Penerimaan Bukan Pajak Adalah Bagian Laba Atas

1. Dibagi sama rata:

  • Keuntungan dibagi sama rata antara Lia dan Tia, yaitu masing-masing Rp 18.000.000.
  • Metode ini sederhana dan mudah dipahami, namun tidak mempertimbangkan perbedaan modal dan kontribusi masing-masing mitra.

2. Dibagi sesuai rasio investasi awal:

Pertama, hitung total investasi: Rp 12.000.000 (Lia) + Rp 18.000.000 (Tia) = Rp 30.000.000.

Hitung rasio investasi:

  • Lia: 40% (Rp 12.000.000 / Rp 30.000.000)
  • Tia: 60% (Rp 18.000.000 / Rp 30.000.000)

Bagi keuntungan berdasarkan rasio:

  • Lia: Rp 36.000.000 x 40% = Rp 14.400.000
  • Tia: Rp 36.000.000 x 60% = Rp 21.600.000

Metode ini lebih adil karena mempertimbangkan modal awal, namun tidak memperhitungkan kontribusi kerja.

3. Dibagi sesuai rasio waktu kerja:

Hitung rasio waktu kerja:

  • Lia: 1/4
  • Tia: 1/1

Bagi keuntungan berdasarkan rasio:

  • Lia: Rp 36.000.000 x 20% = Rp 7.200.000
  • Tia: Rp 36.000.000 x 80% = Rp 28.800.000

Metode ini mempertimbangkan kontribusi kerja, namun tidak memperhitungkan modal awal.

4. Dibagi atas dasar jasa investasi dan sisa dibagi sama besar:

  1. Hitung jasa investasi: 15% x modal awal.
    • Lia: Rp 1.800.000
    • Tia: Rp 2.700.000
  2. Hitung total jasa investasi: Rp 1.800.000 + Rp 2.700.000 = Rp 4.500.000
  3. Hitung keuntungan tersisa: Rp 36.000.000 – Rp 4.500.000 = Rp 31.500.000
  4. Bagi sisa keuntungan sama besar: Rp 31.500.000 / 2 = Rp 15.750.000

Hitung total keuntungan:

  • Lia: Rp 1.800.000 + Rp 15.750.000 = Rp 17.550.000
  • Tia: Rp 2.700.000 + Rp 15.750.000 = Rp 18.450.000

Metode ini mempertimbangkan modal awal dan kontribusi kerja, namun lebih kompleks.

Kesimpulan:

Tidak ada metode pembagian laba yang sempurna.

Penting untuk memilih metode yang sesuai dengan kesepakatan para mitra dan mencerminkan kontribusi masing-masing.

Diskusikan dengan terbuka dan pertimbangkan semua aspek sebelum memutuskan.

Ingatlah bahwa kunci utama dalam bisnis adalah komunikasi yang baik dan rasa saling menghormati.

Baca juga: Menyelami Mekanisme Dividen: Studi Kasus PT. Bekti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *