Edukasi

Juknis Sumpah Pemuda 2025: Panduan Lengkap & Logo Resmi

×

Juknis Sumpah Pemuda 2025: Panduan Lengkap & Logo Resmi

Sebarkan artikel ini
Juknis Sumpah Pemuda 2025: Panduan Lengkap & Logo Resmi
HARI SUMPAH PEMUDA

FOKUS JUKNIS HARI SUMPAH PEMUDA – Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda — momentum bersejarah yang menjadi tonggak lahirnya semangat persatuan dan kebangsaan. Tahun 2025 akan menjadi peringatan ke-97 sejak ikrar itu diucapkan para pemuda pada 1928. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 sebagai panduan resmi pelaksanaan kegiatan di seluruh Indonesia.

Daftar Isi

Artikel ini menyajikan panduan lengkap dan komprehensif: mulai dari tema, makna filosofis, logo dan desain resmi, hingga contoh pelaksanaan acara yang dapat diadaptasi oleh sekolah, instansi, maupun organisasi kepemudaan.


Latar Belakang Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) bukan sekadar upacara tahunan. Ia merupakan refleksi atas semangat generasi muda Indonesia yang menolak terpecah belah oleh perbedaan. Pada tahun 2025, HSP kembali diangkat sebagai gerakan nasional untuk memperkuat nilai persatuan, kolaborasi, dan inovasi di tengah tantangan zaman.

Kemenpora RI setiap tahunnya mengeluarkan surat edaran resmi yang berisi Juknis pelaksanaan kegiatan peringatan. Dokumen ini menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga media yang terlibat dalam memperingati HSP.

Tujuan utama diterbitkannya Juknis Sumpah Pemuda 2025 adalah:

  • Menyamakan arah dan bentuk kegiatan di seluruh Indonesia agar selaras dengan tema nasional.
  • Mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi bangsa.
  • Menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan gotong royong di era digital.

Pentingnya Juknis Sebagai Pedoman Resmi Nasional

Banyak pihak — mulai dari kepala sekolah, panitia kegiatan, hingga pengurus karang taruna — mengandalkan Juknis sebagai dasar hukum dan acuan teknis dalam menyusun acara.

Melalui Juknis, setiap kegiatan HSP diarahkan agar:

  • Mengandung nilai edukatif dan inspiratif, bukan sekadar seremonial.
  • Mengikuti identitas visual dan pesan komunikasi nasional yang ditetapkan Kemenpora.
  • Menjalin sinergi antarinstansi agar pelaksanaan lebih efektif dan berdampak.

Selain itu, keberadaan Juknis juga memastikan bahwa seluruh pihak menggunakan logo, tema, dan desain komunikasi yang sama, sehingga pesan publik yang disampaikan menjadi seragam di tingkat nasional.


Tema Resmi Hari Sumpah Pemuda 2025

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan HSP 2025 akan membawa tema utama yang menggambarkan semangat zaman dan arah pembangunan nasional. Tema ini menjadi dasar dari seluruh elemen kegiatan, mulai dari narasi upacara, lomba, hingga kampanye digital.

Tema HSP 2025 akan diumumkan secara resmi melalui Surat Edaran Kemenpora RI beberapa minggu sebelum tanggal 28 Oktober. Berdasarkan tren dan arah kebijakan nasional, tema peringatan tahun ini diperkirakan akan menyoroti:

  • Peran Pemuda dalam Inovasi dan Transformasi Digital.
  • Kolaborasi Pemuda untuk Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup.
  • Semangat Persatuan di Era Disrupsi dan Perubahan Global.

Tujuan dan Sasaran Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

Melalui Juknis resmi, pemerintah menekankan pentingnya menjadikan peringatan HSP sebagai media pembelajaran nilai-nilai nasionalisme dan karakter kepemimpinan muda.

Berikut sasaran utama pelaksanaannya:

  • Pemuda Indonesia di seluruh daerah, terutama pelajar, mahasiswa, dan aktivis organisasi kepemudaan.
  • Pemerintah daerah sebagai fasilitator kegiatan kolaboratif lintas instansi.
  • Masyarakat umum, sebagai penerima pesan moral dan sosial dari kegiatan HSP.

Sedangkan tujuan khusus pelaksanaan kegiatan mencakup:

  • Menumbuhkan semangat cinta tanah air dan kebhinekaan.
  • Menguatkan etos kerja dan kolaborasi antar generasi.
  • Mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk membangun solidaritas dan kreativitas pemuda.

Struktur dan Ruang Lingkup Juknis Sumpah Pemuda 2025

Juknis HSP 2025 biasanya terdiri atas beberapa bagian penting yang harus dipahami setiap penyelenggara acara, yaitu:

  1. Dasar Hukum dan Landasan Filosofis – mencakup UUD 1945, nilai kebangsaan, serta sejarah Sumpah Pemuda.
  2. Tema dan Subtema Nasional – arah pesan utama dan panduan narasi kegiatan.
  3. Logo dan Identitas Visual Resmi – pedoman penggunaan lambang, warna, dan desain komunikasi.
  4. Pedoman Pelaksanaan Upacara – tata cara upacara bendera di sekolah, kantor, atau lapangan.
  5. Panduan Kegiatan Non-Seremonial – seperti lomba, bakti sosial, seminar, atau festival pemuda.
  6. Ketentuan Publikasi dan Dokumentasi – aturan mencantumkan logo, slogan, dan sumber resmi Kemenpora.

Sumber Resmi dan Legalitas Dokumen

Seluruh dokumen resmi terkait HSP 2025 diterbitkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui laman resminya: https://kemenpora.go.id.

Biasanya, file yang dapat diunduh meliputi:

  • Surat Edaran Resmi Juknis HSP 2025 (format PDF).
  • Logo Resmi dalam format PNG, JPG, AI, dan CDR.
  • Template desain publikasi seperti spanduk, twibbon, dan poster.
  • Panduan upacara dan susunan acara bendera.

Bagi panitia penyelenggara di tingkat sekolah, kampus, atau komunitas, penting untuk selalu mengacu pada versi terbaru dokumen tersebut agar tidak terjadi perbedaan dengan pedoman nasional.


Prinsip Pelaksanaan Kegiatan

Kemenpora menekankan bahwa kegiatan HSP 2025 harus diselenggarakan berdasarkan prinsip:

  • Kebersamaan dan Kolaborasi.
    Semua unsur — pemerintah, pemuda, dan masyarakat — berperan aktif.
  • Kreativitas dan Inovasi.
    Kegiatan harus adaptif terhadap tren zaman dan media digital.
  • Efisiensi dan Kemandirian.
    Panitia dianjurkan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal tanpa membebani anggaran besar.
  • Nilai Edukatif.
    Setiap kegiatan diharapkan memberi pesan moral yang memperkuat karakter dan semangat kebangsaan.

Makna dan Filosofi Tema Hari Sumpah Pemuda 2025

Tema Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) setiap tahun menetapkan tema resmi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tema tersebut menjadi dasar bagi seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam merancang kegiatan serta komunikasi publik.

Tema Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 ditetapkan melalui Surat Edaran Kemenpora RI Nomor … Tahun 2025 tentang Pedoman Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025.

Tema nasional tahun ini adalah:

“Pemuda Bersatu untuk Indonesia Maju Berkelanjutan.”

Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas generasi dan komitmen kaum muda dalam menjaga keberlanjutan bangsa — baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Baca juga:  Makna dan Tema Hari Sumpah Pemuda 2025


Slogan dan Tagline Resmi: Penguat Pesan Publik

Selain tema utama, Kemenpora juga merilis slogan pendukung yang digunakan dalam kampanye visual dan komunikasi digital.

Beberapa bentuk adaptasi slogan yang direkomendasikan:

  • “Bersatu, Berdaya, dan Berkelanjutan.”
  • “Dari Pemuda untuk Masa Depan Indonesia.”
  • “Energi Muda, Indonesia Maju.”

Tagline ini dapat digunakan untuk:

  • Spanduk dan backdrop kegiatan resmi.
  • Twibbon dan unggahan media sosial.
  • Sambutan upacara dan naskah publikasi panitia.

Filosofi Tema: Menggali Makna “Pemuda Bersatu untuk Indonesia Maju Berkelanjutan”

Makna yang terkandung dalam tema HSP 2025 dapat dijabarkan menjadi tiga elemen utama:

  1. Pemuda Bersatu
    • Menggambarkan tekad generasi muda untuk meniadakan sekat suku, agama, ras, maupun golongan.
    • Menjadi cerminan semangat Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.
    • Persatuan dianggap sebagai prasyarat utama kemajuan bangsa di tengah polarisasi sosial yang semakin kompleks.
  2. Indonesia Maju
    • Melambangkan cita-cita kolektif untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bangsa melalui inovasi, kerja keras, dan integritas.
    • Pemuda diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
  3. Berkelanjutan (Sustainability)
    • Menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, budaya, dan nilai kebangsaan.
    • Mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup hijau dan tanggung jawab sosial.
    • Menegaskan bahwa kemajuan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan generasi masa depan.

Relevansi Tema dengan Tantangan Zaman

Tema “Pemuda Bersatu untuk Indonesia Maju Berkelanjutan” dirumuskan dengan mempertimbangkan dinamika sosial dan global yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Beberapa konteks yang melatarbelakangi pemilihan tema:

  • Perubahan Iklim dan Krisis Lingkungan: Generasi muda diharapkan menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan dan inovasi hijau.
  • Transformasi Digital: Pemuda perlu mengambil peran aktif dalam ekonomi digital dan literasi teknologi.
  • Tantangan Disrupsi Sosial: Era media sosial membawa tantangan baru berupa polarisasi dan misinformasi yang hanya bisa diatasi melalui persatuan.
  • Bonus Demografi: Tahun 2025 masih menjadi masa puncak kontribusi produktif pemuda terhadap pembangunan nasional.

Kaitan Tema 2025 dengan Hari-Hari Besar Nasional Lainnya

Peringatan Sumpah Pemuda memiliki keterkaitan erat dengan hari besar lain yang mengusung semangat nasionalisme dan partisipasi warga negara, antara lain:

  • Hari Kemerdekaan (17 Agustus): Sama-sama menegaskan semangat cinta tanah air dan perjuangan bersama.
  • Hari Pendidikan Nasional: Menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda.
  • Hari Pahlawan (10 November): Mengingatkan bahwa pemuda masa kini adalah penerus perjuangan para pahlawan bangsa.

Kesinambungan pesan di antara peringatan-peringatan tersebut memperkuat narasi kebangsaan yang konsisten sepanjang tahun.


Perspektif Ahli: Relevansi Tema dengan Generasi Z

Menurut Dr. Fajar Nugraha, Sosiolog Pemuda Universitas Indonesia, tema tahun 2025 merefleksikan kebutuhan untuk mengembalikan identitas pemuda sebagai kekuatan moral dan sosial bangsa.

“Generasi Z adalah generasi yang sangat terkoneksi secara digital, tapi terkadang tercerai dalam makna kebersamaan. Tema tahun ini ingin mengingatkan bahwa kolaborasi dan kesadaran kolektif tetap menjadi kunci keberlanjutan Indonesia.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa esensi tema bukan sekadar slogan, melainkan seruan nyata bagi pemuda untuk membangun masa depan bangsa secara inklusif, berkelanjutan, dan penuh solidaritas.

Dengan memahami makna filosofis tema Hari Sumpah Pemuda 2025, panitia dan pelaksana kegiatan diharapkan dapat merancang acara yang tidak hanya seremonial, tetapi juga menggugah semangat kolaborasi lintas generasi dan menghadirkan dampak sosial yang nyata.


Rangkuman Surat Edaran (SE) Kemenpora tentang Peringatan HSP 2025

Identifikasi Dokumen Resmi

Sebagai acuan utama dalam pelaksanaan kegiatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menerbitkan Surat Edaran Nomor [•••]/MENPORA/D.II-1/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025.

Dokumen ini merupakan pedoman resmi yang berisi arahan teknis bagi seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perwakilan RI di luar negeri, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan. Surat edaran tersebut diterbitkan pada September 2025 dan menjadi landasan hukum bagi seluruh kegiatan yang mengatasnamakan peringatan HSP 2025.

Isi surat edaran ini tidak hanya menegaskan pentingnya memperingati Sumpah Pemuda, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan dilakukan dengan tertib, sesuai tema nasional, dan menjunjung nilai persatuan bangsa.


Empat Poin Utama Surat Edaran Kemenpora

Dalam surat edaran tersebut, terdapat empat poin utama yang wajib diperhatikan oleh setiap panitia penyelenggara:

  1. Tema dan Logo Resmi
    • Seluruh kegiatan wajib menggunakan tema nasional “Pemuda Bersatu untuk Indonesia Maju Berkelanjutan.”
    • Logo resmi yang dirilis oleh Kemenpora harus digunakan tanpa modifikasi bentuk atau warna.
  2. Upacara Peringatan Serentak
    • Upacara bendera dilaksanakan serentak pada Senin, 28 Oktober 2025, pukul 08.00 waktu setempat.
    • Pelaksanaan di tingkat nasional dipusatkan di Jakarta, sementara instansi dan sekolah dapat menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
  3. Kegiatan Pendukung
    • Didorong penyelenggaraan kegiatan kreatif seperti lomba, seminar, webinar, dan bakti sosial yang relevan dengan tema.
    • Kegiatan diharapkan melibatkan lintas sektor: pelajar, mahasiswa, komunitas, dan dunia usaha.
  4. Pelaporan dan Dokumentasi
    • Setiap instansi diimbau melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Kemenpora melalui portal resmi atau surat elektronik yang disediakan.
    • Dokumentasi kegiatan dianjurkan untuk disebarluaskan di media sosial dengan tagar nasional #SumpahPemuda2025.

Pembeda dengan Juknis Tahun Lalu

Jika dibandingkan dengan juknis tahun 2024, terdapat beberapa perbedaan penting yang menyesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah dan tantangan generasi muda:

  • Penekanan pada keberlanjutan (sustainability), yang sebelumnya belum menjadi fokus utama.
  • Keterlibatan lintas sektor lebih diperluas, termasuk dorongan partisipasi perusahaan swasta melalui kegiatan CSR.
  • Penguatan dokumentasi digital untuk arsip nasional dan kampanye positif di media sosial.
  • Penerapan panduan etika visual dan komunikasi digital, agar publikasi kegiatan tetap mencerminkan nilai kebangsaan.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa Kemenpora ingin memperluas dampak peringatan Sumpah Pemuda — tidak sekadar seremoni, tetapi gerakan sosial dan komunikasi publik yang inklusif.


Himbauan Resmi untuk Instansi dan Lembaga

Surat edaran juga menegaskan sejumlah himbauan penting kepada seluruh lapisan penyelenggara kegiatan:

  • Instansi pemerintah pusat dan daerah diminta memfasilitasi upacara dan kegiatan yang mengangkat semangat kepemudaan.
  • Lembaga pendidikan diimbau melibatkan peserta didik dalam lomba dan karya kreatif bertema Sumpah Pemuda.
  • Organisasi kepemudaan, karang taruna, dan komunitas sosial dianjurkan mengadakan kegiatan positif berbasis kolaborasi.
  • Perwakilan Indonesia di luar negeri diarahkan menyelenggarakan kegiatan diplomasi budaya yang melibatkan diaspora muda Indonesia.

Himbauan tersebut menjadi bukti bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya kegiatan simbolik, melainkan momentum untuk memperkuat diplomasi sosial dan kebanggaan nasional.


Untuk mempermudah akses publik, Kemenpora menyediakan file digital Surat Edaran Juknis Hari Sumpah Pemuda 2025 dalam berbagai format. Dokumen ini dapat diunduh langsung melalui laman resmi:

  • https://kemenpora.go.id/download/juknis-hsp-2025.pdf
  • https://pemusatan.kemenpora.go.id/hsp2025

Panitia di tingkat sekolah, instansi, atau organisasi dapat mencetak dan menempelkan surat edaran tersebut di papan pengumuman sebagai acuan resmi pelaksanaan kegiatan.

Dengan memahami isi dan konteks Surat Edaran Kemenpora 2025, penyelenggara dapat memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai pedoman nasional, selaras dengan semangat tema “Pemuda Bersatu untuk Indonesia Maju Berkelanjutan.”


Pedoman Pelaksanaan: Susunan Acara Upacara Bendera Sumpah Pemuda 2025

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Upacara

Upacara bendera Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 08.00 waktu setempat.
Kegiatan ini wajib dilaksanakan oleh seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta perwakilan RI di luar negeri.

Upacara tingkat nasional dipusatkan di Lapangan Kemenpora, Jakarta, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Sementara itu, instansi dan sekolah di daerah dapat menyesuaikan lokasi pelaksanaan sesuai kondisi dan kapasitas masing-masing — seperti halaman kantor, lapangan sekolah, atau alun-alun kota.


Struktur Baku Upacara

Kemenpora menetapkan susunan baku upacara bendera untuk memastikan pelaksanaan berjalan seragam di seluruh Indonesia. Struktur ini mengacu pada pedoman protokoler nasional dan tata upacara kenegaraan.

Urutan utama kegiatan upacara adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan peserta upacara.
  2. Pemimpin upacara memasuki lapangan.
  3. Inspektur upacara tiba di tempat upacara.
  4. Penghormatan umum kepada Inspektur upacara.
  5. Laporan pemimpin upacara kepada Inspektur upacara.
  6. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu “Indonesia Raya.”
  7. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur upacara.
  8. Pembacaan teks Pancasila.
  9. Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945.
  10. Pembacaan teks Sumpah Pemuda.
  11. Amanat Inspektur upacara.
  12. Pembacaan doa.
  13. Laporan pemimpin upacara kepada Inspektur upacara.
  14. Penghormatan umum.
  15. Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara.
  16. Upacara selesai.

Tugas dan Tanggung Jawab Petugas Upacara

Agar pelaksanaan berjalan lancar, susunan petugas upacara harus ditetapkan minimal 7 hari sebelum pelaksanaan.
Berikut pembagian tugas yang direkomendasikan:

  • Inspektur Upacara: Kepala instansi, kepala sekolah, atau pejabat yang ditunjuk resmi.
  • Pemimpin Upacara: Guru, ASN, atau peserta didik berprestasi dengan kemampuan komando baik.
  • Pembaca Teks Sumpah Pemuda: Siswa, mahasiswa, atau perwakilan organisasi pemuda yang berartikulasi jelas.
  • Pengibar Bendera: Pasukan Paskibraka atau petugas pilihan yang memenuhi standar kedisiplinan.
  • Pembaca Doa: Perwakilan dari Kementerian Agama, guru agama, atau tokoh masyarakat setempat.
  • Protokol Acara: Bertanggung jawab atas urutan acara, pengeras suara, dan kelancaran teknis.

Naskah dan Teks Wajib

Untuk menjaga keseragaman, seluruh upacara diwajibkan menggunakan naskah resmi dari Kemenpora RI yang mencakup:

  • Teks Sumpah Pemuda (versi ejaan terbaru).
  • Teks Pembukaan UUD 1945.
  • Teks Pancasila.
  • Doa resmi Hari Sumpah Pemuda 2025.
  • Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Semua teks tersebut dapat diunduh melalui portal resmi Kemenpora pada laman Juknis HSP 2025 atau akan disediakan di bagian berikutnya dari panduan ini.

Baca juga:

Contoh Teks MC Upacara Sumpah Pemuda

Contoh Teks Doa Hari Sumpah Pemuda 2025: Ini Makna, Sejarah, dan Cara Memperingatinya yang Tepat


Aturan Pakaian Resmi (Dress Code)

Kemenpora juga menetapkan ketentuan pakaian untuk menjamin keseragaman visual dan kedisiplinan pelaksanaan:

  • ASN/TNI/Polri: Pakaian dinas upacara atau seragam resmi sesuai instansi.
  • Pelajar dan Mahasiswa:
    • Seragam sekolah lengkap bagi siswa SD–SMA.
    • Jas almamater bagi mahasiswa.
  • Organisasi/Komunitas Pemuda:
    • Batik nasional atau pakaian adat daerah.
  • Tamu Undangan:
    • Pakaian formal bernuansa nasional (batik, kebaya, atau pakaian adat).

Pakaian adat dianjurkan sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia, selama tetap memperhatikan kesopanan dan keseragaman upacara.


Panduan Teknis dan Etika Upacara

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan panitia:

  • Pastikan pengeras suara dan alat musik pengiring berfungsi dengan baik sebelum acara dimulai.
  • Gunakan lagu “Indonesia Raya” versi resmi dari Kementerian Sekretariat Negara.
  • Hindari modifikasi teks atau penambahan unsur politik dalam sambutan dan doa.
  • Lakukan gladi bersih minimal sehari sebelumnya untuk memastikan kesiapan semua petugas.
  • Seluruh peserta upacara diharapkan bersikap tenang dan menghormati jalannya upacara.

Nilai Edukatif dari Pelaksanaan Upacara

Upacara Hari Sumpah Pemuda bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga sarana edukasi karakter bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu bangsa:

  • Disiplin dan tanggung jawab.
  • Cinta tanah air dan kebanggaan nasional.
  • Semangat persatuan dan gotong royong.
  • Rasa hormat terhadap simbol dan institusi negara.

Dengan tata upacara yang tertib dan khidmat, peringatan HSP 2025 diharapkan menjadi momentum reflektif yang memperkuat semangat kebangsaan serta solidaritas antar generasi muda Indonesia.

Baca juga: Arti Penting Sumpah Pemuda Bagi Generasi Muda


Bank Aset Digital Resmi Hari Sumpah Pemuda 2025

Tujuan dan Fungsi Aset Digital

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyediakan bank aset digital resmi untuk mendukung seluruh kegiatan komunikasi publik, promosi, dan dokumentasi Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025.
Aset ini disiapkan agar seluruh instansi, organisasi, dan masyarakat dapat menampilkan identitas peringatan HSP 2025 secara seragam dan profesional.

Aset digital ini juga berfungsi untuk menjaga keseragaman visual antara kegiatan pusat dan daerah, sehingga citra peringatan Sumpah Pemuda tetap kuat, modern, dan mudah dikenali di seluruh platform digital.


Jenis Aset Digital yang Disediakan

Kemenpora RI menyediakan berbagai elemen visual dan media pendukung yang dapat digunakan oleh publik dengan tetap mengikuti ketentuan pemakaian resmi.

Berikut daftar lengkap aset digital HSP 2025:

1. Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda 2025

  • Format: .png, .jpg, .svg, dan .ai
  • Versi: Warna penuh, monokrom, dan versi negatif
  • Ketentuan: Tidak diperkenankan mengubah warna, proporsi, atau menambahkan elemen lain di sekitar logo.

2. Template Desain Media Sosial

  • Desain untuk unggahan Instagram, X (Twitter), Facebook, dan TikTok.
  • Format: .png, .psd, dan .pptx untuk kemudahan kustomisasi.
  • Dapat digunakan untuk poster kegiatan, ucapan, dan publikasi daring.

3. Twibbon Resmi HSP 2025

  • Format: .png transparan dengan ruang untuk foto pengguna.
  • Didesain dengan tema “Bersatu, Berdaya, dan Berkarya untuk Indonesia Maju.”
  • Tersedia versi untuk instansi, sekolah, dan umum.

4. Template Spanduk dan Baliho

  • Ukuran: 3×1 meter, 4×1 meter, dan 5×2 meter.
  • Format: .cdr dan .pdf untuk percetakan.
  • Disertai ruang kosong untuk nama instansi atau sponsor lokal.

5. Video Identitas Nasional

  • Durasi: 30 detik, 1 menit, dan 3 menit.
  • Format: .mp4 resolusi HD dan Full HD.
  • Isi: Elemen logo, tagline, dan narasi resmi dari Kemenpora.

6. Panduan Desain Visual (Brand Guidelines)

  • File .pdf berisi panduan penggunaan warna, tipografi, layout, dan tata letak logo.
  • Menjelaskan batasan teknis agar setiap elemen visual tetap konsisten dengan standar nasional.

Ketentuan Penggunaan Aset

Semua aset digital HSP 2025 bersifat bebas digunakan untuk kegiatan non-komersial, selama tidak mengubah, menambah, atau menghilangkan elemen identitas resmi yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

Beberapa ketentuan penting yang wajib dipatuhi:

  • Tidak diperkenankan menggabungkan logo HSP dengan logo partai politik atau organisasi yang bersifat komersial.
  • Penggunaan untuk kegiatan sponsor diperbolehkan hanya jika bersifat mendukung nilai kebangsaan dan kepemudaan.
  • Pengubahan warna, font, atau komposisi logo harus mendapatkan izin tertulis dari Kemenpora RI.
  • Semua materi yang diunggah di media sosial wajib mencantumkan tagar resmi:
    • #SumpahPemuda2025
    • #BersatuBerdayaBerkarya
    • #PemudaIndonesiaMaju

Cara Mengunduh Aset Resmi

Aset digital HSP 2025 dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi Kemenpora RI:
👉 https://www.kemenpora.go.id/sumpahpemuda2025

Langkah-langkah pengunduhan:

  1. Kunjungi tautan resmi di atas.
  2. Pilih menu “Bank Aset Digital HSP 2025.”
  3. Klik kategori aset yang diinginkan (Logo, Twibbon, Template, Video, atau Panduan Visual).
  4. Tekan tombol “Unduh Sekarang” dan simpan file di perangkat Anda.

Kemenpora juga mendorong instansi pemerintah daerah untuk membagikan ulang aset ini melalui situs dan kanal resmi masing-masing agar lebih mudah diakses masyarakat.


Pemanfaatan Aset oleh Komunitas dan Media

Kemenpora memberikan ruang bagi komunitas dan media untuk ikut berpartisipasi menyebarluaskan pesan Sumpah Pemuda.
Aset digital dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kreatif seperti:

  • Kampanye digital bertema kebangsaan.
  • Lomba desain dan video kreatif bertema HSP 2025.
  • Pembuatan konten edukatif di sekolah dan kampus.
  • Aktivitas promosi kegiatan lokal yang relevan dengan semangat pemuda.

Inisiatif kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem komunikasi publik yang inklusif, sekaligus memperluas jangkauan pesan nasional Hari Sumpah Pemuda ke generasi muda di seluruh penjuru negeri.


Panduan Desain Visual dan Warna Resmi Hari Sumpah Pemuda 2025

Identitas Visual Nasional

Identitas visual Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 dirancang untuk mencerminkan semangat persatuan dan daya juang generasi muda Indonesia. Desain ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menjadi simbol komunikasi nasional yang membawa pesan tentang kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan.

Melalui pedoman desain resmi, Kemenpora RI ingin memastikan bahwa setiap bentuk publikasi — baik spanduk, media sosial, maupun video promosi — memiliki keseragaman gaya, warna, dan tipografi agar mudah dikenali publik sebagai bagian dari peringatan Sumpah Pemuda 2025.


Warna Resmi HSP 2025

Warna dalam desain Sumpah Pemuda 2025 mengandung makna filosofis yang mewakili karakter dan semangat pemuda. Berikut palet warna resmi yang digunakan:

WarnaKode HexMakna Filosofis
Merah Utama#E21B23Keberanian, semangat juang, dan cinta tanah air.
Putih#FFFFFFKetulusan, kesucian niat, dan persatuan nasional.
Biru Muda#0098DAInovasi, kemajuan teknologi, dan semangat kolaborasi.
Kuning Emas#FFD200Optimisme dan energi positif generasi muda.
Abu Tua#4D4D4DStabilitas, profesionalisme, dan integritas.

Kombinasi warna ini wajib dipertahankan sesuai panduan resmi. Penggunaan yang tidak sesuai, seperti mengganti warna utama atau menambahkan gradasi yang tidak disetujui, dilarang karena dapat mengubah karakter identitas visual nasional.


Tipografi dan Huruf Resmi

Pedoman tipografi bertujuan menjaga keterbacaan dan konsistensi gaya visual di semua platform.

  • Huruf Utama (Headline): Poppins Bold / SemiBold
    • Digunakan untuk judul utama, slogan, dan heading besar.
    • Karakter tegas dan modern melambangkan ketegasan pemuda.
  • Huruf Pendukung (Body Text): Roboto Regular / Medium
    • Digunakan untuk isi teks, deskripsi, dan naskah pendukung.
    • Memastikan keterbacaan tinggi di layar maupun cetak.
  • Alternatif (Dekoratif): Montserrat
    • Dapat digunakan pada elemen visual non-formal seperti infografik atau konten media sosial.

Ketiganya termasuk font gratis dan mudah diakses melalui Google Fonts, memudahkan desainer daerah dan panitia sekolah untuk menyesuaikan materi tanpa kehilangan konsistensi visual.


Logo Hari Sumpah Pemuda 2025 terdiri dari elemen utama berupa angka “97” yang terintegrasi dengan simbol api, pita, atau siluet manusia — menandakan semangat dan pergerakan.

Ketentuan penggunaan logo:

  • Proporsi tidak boleh diubah.
  • Jarak aman minimal 10% dari ukuran logo di setiap sisi.
  • Tidak boleh ditempatkan di atas latar belakang yang mengganggu keterbacaan.
  • Versi hitam-putih hanya boleh digunakan jika tidak memungkinkan penggunaan warna penuh.

Logo juga disertai tagline resmi di bagian bawah, yang wajib ditampilkan dalam format horizontal sesuai panduan Kemenpora RI.


Layout dan Komposisi Visual

Agar publikasi kegiatan memiliki tampilan profesional dan konsisten, setiap desain sebaiknya mengikuti struktur komposisi berikut:

  1. Header (Atas): Logo resmi HSP 2025 + Logo instansi penyelenggara.
  2. Body (Tengah): Judul kegiatan, tanggal, dan tempat pelaksanaan.
  3. Footer (Bawah): Tagline resmi dan elemen dekoratif nasional (batik, siluet pemuda, atau motif merah-putih).

Gunakan ruang kosong (white space) secukupnya untuk menjaga keseimbangan visual dan menghindari tampilan yang terlalu padat.


Contoh Implementasi Visual

Beberapa bentuk penerapan desain visual resmi:

  • Poster dan Spanduk Upacara: Menggunakan warna merah-putih dominan, dengan komposisi vertikal dan logo di bagian atas tengah.
  • Konten Media Sosial: Format persegi (1:1) atau vertikal (9:16) dengan fokus pada pesan utama dan visual simbolik pemuda.
  • Backdrop Acara: Menampilkan kombinasi logo HSP, tema nasional, dan nama instansi dengan penataan horizontal yang rapi.
  • Twibbon & Frame Foto: Elemen visual diletakkan di bagian tepi bawah agar wajah pengguna tetap terlihat jelas.

Panduan Desain untuk Panitia Daerah

Untuk memastikan keseragaman nasional, setiap panitia daerah disarankan mengikuti langkah-langkah berikut dalam membuat desain publikasi:

  • Unduh Panduan Visual HSP 2025 (file PDF resmi dari Kemenpora).
  • Gunakan format warna dan font sesuai tabel panduan.
  • Pastikan logo ditempatkan di area aman dan proporsional.
  • Jangan menambahkan logo sponsor di area utama desain tanpa izin tertulis.
  • Simpan file akhir dalam format .pdf atau .png resolusi tinggi sebelum dicetak atau diunggah.

Panduan visual ini menjadi dasar seluruh aktivitas komunikasi publik Hari Sumpah Pemuda 2025. Dengan penerapan yang tepat, seluruh desain—baik di tingkat nasional maupun daerah—akan tampil seragam, profesional, dan mencerminkan semangat pemuda Indonesia yang modern serta berkarakter.


Pedoman Pelaksanaan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025

Struktur dan Tujuan Upacara

Upacara Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, melainkan momen reflektif untuk menegaskan kembali komitmen kebangsaan. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan bahwa kegiatan ini wajib diselenggarakan oleh instansi pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan di seluruh Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.

Tujuan utama upacara ini meliputi:

  • Menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan di kalangan pemuda.
  • Menghidupkan kembali nilai perjuangan, gotong royong, dan kebhinekaan.
  • Menyampaikan pesan resmi pemerintah tentang arah kebijakan kepemudaan.
  • Menguatkan koordinasi lintas lembaga dalam memperingati momen sejarah nasional.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, mulai pukul 07.00 waktu setempat secara serentak di seluruh Indonesia.

Tempat pelaksanaan:

  • Tingkat Nasional: Lapangan utama Kemenpora RI, Jakarta.
  • Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota: Kantor pemerintahan daerah atau ruang publik representatif.
  • Tingkat Sekolah dan Perguruan Tinggi: Lapangan sekolah atau aula besar.
  • Tingkat Komunitas dan Organisasi Pemuda: Area kegiatan atau tempat yang disepakati panitia.

Setiap instansi diharapkan menyesuaikan kondisi lokal tanpa mengubah struktur utama upacara yang telah diatur dalam Juknis resmi Kemenpora.


Susunan Acara Upacara Bendera

Berdasarkan ketentuan umum Kemenpora, susunan upacara berlangsung sebagai berikut:

  1. Persiapan Upacara
    • Pengaturan barisan peserta.
    • Pemeriksaan kelengkapan perlengkapan upacara.
  2. Penghormatan kepada Inspektur Upacara.
  3. Laporan Pemimpin Upacara kepada Inspektur Upacara.
  4. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
  5. Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara.
  6. Pembacaan Teks Sumpah Pemuda.
  7. Pembacaan Pembukaan UUD 1945.
  8. Pembacaan Pancasila.
  9. Amanat Inspektur Upacara (biasanya membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga).
  10. Pembacaan Doa.
  11. Laporan Pemimpin Upacara kepada Inspektur Upacara.
  12. Penghormatan kepada Inspektur Upacara.
  13. Upacara Selesai.

Setiap tahap wajib dilaksanakan secara tertib, disertai koordinasi antara petugas dan peserta.


Petugas Upacara dan Tanggung Jawabnya

Struktur petugas utama:

  • Inspektur Upacara: Pejabat tertinggi di lingkungan penyelenggara (kepala sekolah, rektor, camat, bupati, atau pimpinan instansi).
  • Pemimpin Upacara: Guru, staf, atau anggota organisasi yang ditunjuk.
  • Pembaca Naskah: Petugas yang membacakan teks Sumpah Pemuda, Pembukaan UUD 1945, dan Pancasila.
  • Pengibar Bendera: Tiga orang peserta didik atau anggota organisasi yang terlatih.
  • Pembaca Doa: Tokoh agama atau petugas resmi yang ditunjuk panitia.

Seluruh petugas diwajibkan mengikuti gladi bersih minimal satu hari sebelum pelaksanaan untuk memastikan kesiapan teknis dan keseragaman gerakan.


Aturan Pakaian Resmi

Untuk menjaga kehikmatan dan keseragaman nasional, Kemenpora menetapkan pedoman pakaian sebagai berikut:

PesertaJenis Pakaian
ASN & Pegawai PemerintahPakaian Korpri lengkap.
TNI & PolriSeragam dinas upacara.
PelajarSeragam sekolah lengkap dengan atribut.
MahasiswaAlmamater kampus dan bawahan hitam.
Organisasi/KomunitasSeragam organisasi atau pakaian nasional yang sopan.
UmumPakaian batik nasional atau pakaian putih-hitam.

Pakaian harus rapi, bersih, dan sopan. Penggunaan sandal, jaket, atau atribut partai politik dilarang dalam kegiatan resmi ini.


Tata Letak dan Posisi Upacara

Agar pelaksanaan berjalan teratur, susunan posisi peserta di lapangan mengikuti pola berikut:

  • Barisan peserta berada di sisi kiri-kanan lapangan, menghadap ke tiang bendera.
  • Petugas upacara berada di tengah depan lapangan.
  • Inspektur upacara berdiri di podium utama menghadap peserta.
  • Tim musik, paduan suara, dan pembawa acara berada di sisi kanan atau belakang barisan.

Jika upacara dilaksanakan di dalam ruangan, bendera Merah Putih tetap ditempatkan di sisi kanan podium utama, dan peserta berdiri sesuai kapasitas ruangan.


Penggunaan Lagu Nasional dan Doa

Selain Indonesia Raya, beberapa lagu wajib nasional dapat dinyanyikan sebelum atau sesudah upacara, seperti:

  • Satu Nusa Satu Bangsa
  • Bagimu Negeri
  • Bangun Pemuda Pemudi

Doa penutup disusun secara inklusif dan dapat disesuaikan dengan agama peserta. Kemenpora dan Kemenag biasanya menyediakan teks doa resmi untuk dibacakan secara nasional agar maknanya seragam.


Dokumentasi dan Pelaporan

Setiap penyelenggara diwajibkan:

  • Mengambil foto dan video kegiatan dari berbagai sudut.
  • Mencatat jumlah peserta, susunan panitia, dan waktu pelaksanaan.
  • Mengirimkan laporan kegiatan ke Dinas Pemuda dan Olahraga setempat atau portal Kemenpora RI.

Pelaporan ini penting untuk pendataan kegiatan nasional dan apresiasi terhadap panitia yang berhasil melaksanakan peringatan dengan baik.

Dengan panduan resmi ini, upacara Hari Sumpah Pemuda 2025 diharapkan berlangsung serentak, khidmat, dan bermakna di seluruh Indonesia. Bagian berikutnya akan membahas materi naskah, doa resmi, dan sambutan Menpora yang digunakan dalam upacara nasional.


Materi Wajib Upacara: Kumpulan Teks Naskah dan Doa Resmi

Teks Asli Naskah Sumpah Pemuda

Versi Asli (Ejaan Lama, 1928)

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Versi Ejaan Baru (EYD)

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Teks ini menjadi inti dari seluruh rangkaian upacara Hari Sumpah Pemuda dan wajib dibacakan oleh petugas upacara pada saat prosesi berlangsung.


Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Teks Naskah Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pembacaan Pancasila biasanya dilakukan oleh petugas khusus atau oleh seluruh peserta dengan dipandu oleh pemimpin upacara.


Doa Resmi Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

Doa ini dapat disesuaikan menurut keyakinan masing-masing, namun secara nasional biasanya disediakan oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam format teks resmi.

Contoh Doa Umum:

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Kami panjatkan puji dan syukur atas limpahan rahmat-Mu, sehingga kami dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan penuh kebanggaan.

Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Bimbinglah generasi muda Indonesia agar menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Ya Allah, lindungilah bangsa kami dari segala perpecahan dan pertikaian.
Tumbuhkanlah cinta kami kepada tanah air Indonesia, sebagaimana para pendahulu kami memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Jadikanlah momentum Hari Sumpah Pemuda ini sebagai pengingat akan janji kami untuk terus bersatu, bekerja keras, dan berkontribusi demi kejayaan bangsa dan negara.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


Teks Sambutan Resmi Menteri Pemuda dan Olahraga

Kemenpora RI setiap tahun merilis Sambutan Resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan secara serentak oleh seluruh inspektur upacara di seluruh Indonesia.

Isi sambutan ini biasanya mencakup:

  • Ucapan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda.
  • Penjelasan tema dan filosofi peringatan tahun berjalan.
  • Seruan untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi dan daerah.
  • Peringatan terhadap bahaya disinformasi, apatisme, dan disintegrasi sosial.

Teks sambutan resmi biasanya dapat diunduh melalui situs:
https://www.kemenpora.go.id/download/sambutan-hsp-2025.pdf

Materi naskah dan doa ini menjadi inti dari pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda. Dengan membacakan teks asli secara benar dan penuh penghayatan, setiap peserta diingatkan kembali pada semangat tiga ikrar yang menjadi fondasi persatuan bangsa.


Pedoman Kegiatan Non-Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025

Selain upacara bendera, peringatan Hari Sumpah Pemuda juga diisi dengan berbagai kegiatan non-seremonial yang bersifat edukatif, kreatif, dan kolaboratif. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus menyalurkan bakat generasi muda di berbagai bidang.

Berikut pedoman kegiatan non-upacara yang direkomendasikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan.


1. Lomba dan Kompetisi Kepemudaan

Kegiatan lomba merupakan cara populer untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda. Tujuannya bukan sekadar kompetisi, tetapi sebagai ajang menumbuhkan semangat sportivitas, kreativitas, dan cinta tanah air.

Contoh kegiatan lomba yang direkomendasikan:

  • Lomba pidato bertema kebangsaan: Menumbuhkan kemampuan berbahasa dan kesadaran sejarah.
  • Lomba poster digital & desain grafis: Menggugah semangat persatuan melalui karya visual.
  • Lomba vlog “Makna Sumpah Pemuda bagi Generasiku”: Ajang ekspresi generasi digital.
  • Lomba baca puisi perjuangan dan musikalisasi puisi.
  • Lomba futsal, e-sport, dan cerdas cermat kebangsaan.

Setiap lomba dapat disesuaikan dengan kondisi daerah dan tingkat pendidikan peserta (SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, atau komunitas umum).


2. Kegiatan Sosial dan Aksi Kepedulian

Semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda juga diwujudkan dalam tindakan nyata membantu sesama.

Rekomendasi kegiatan sosial:

  • Santunan anak yatim dan dhuafa.
  • Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
  • Kerja bakti lingkungan dan penghijauan.
  • Pengumpulan donasi untuk pendidikan daerah terpencil.

Kegiatan seperti ini biasanya dilakukan secara kolaboratif antara organisasi pemuda, TNI/Polri, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah.


3. Webinar dan Diskusi Kebangsaan

Kegiatan edukatif seperti seminar dan webinar menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai nasionalisme di era digital.

Tema diskusi yang direkomendasikan Kemenpora 2025:

  • “Pemuda dalam Era Artificial Intelligence dan Transformasi Digital.”
  • “Menjaga Keberagaman di Ruang Digital.”
  • “Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Sosial Pemuda.”
  • “Pemuda Peduli Iklim dan Lingkungan.”

Webinar ini dapat diadakan secara hybrid (tatap muka dan daring) agar menjangkau audiens lebih luas, terutama pelajar dan mahasiswa.


4. Festival Budaya dan Parade Kebangsaan

Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi momen menampilkan kekayaan budaya lokal dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh kegiatan:

  • Parade busana adat nusantara.
  • Pementasan teater sejarah Sumpah Pemuda.
  • Pagelaran musik tradisional dan modern.
  • Pameran foto dan arsip sejarah perjuangan pemuda.

Kegiatan ini sangat efektif untuk menarik perhatian masyarakat dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional.


5. Kegiatan Digital dan Kampanye Media Sosial

Generasi muda kini hidup di era digital, sehingga peringatan Hari Sumpah Pemuda juga perlu hadir di dunia maya.

Contoh kampanye digital yang direkomendasikan:

  • Gerakan tagar nasional seperti #SumpahPemuda2025, #BersatuUntukMaju, atau #PemudaBerkarya.
  • Tantangan video pendek di TikTok, Instagram, atau YouTube Shorts.
  • Publikasi kutipan inspiratif dari tokoh pemuda dan pahlawan nasional.
  • Kompetisi desain twibbon dan filter Instagram bertema “Sumpah Pemuda”.

Kemenpora dan Kominfo biasanya juga menyediakan template Twibbon resmi serta panduan penggunaan media sosial agar kampanye tetap positif dan sesuai nilai kebangsaan.


6. Kolaborasi Komunitas dan Kewirausahaan Pemuda

Dalam beberapa tahun terakhir, semangat Sumpah Pemuda juga diwujudkan melalui pameran kewirausahaan dan kolaborasi lintas komunitas.

Contoh implementasi:

  • Expo UMKM Pemuda dan produk lokal daerah.
  • Kolaborasi startup dan komunitas digital untuk inovasi sosial.
  • Workshop “Digital Marketing untuk Pemuda Desa.”
  • Inkubasi bisnis pemuda dengan dukungan pemerintah dan swasta.

Kegiatan semacam ini mendorong generasi muda menjadi mandiri, produktif, dan berkontribusi bagi ekonomi bangsa.


Susunan Acara Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025

Upacara bendera merupakan kegiatan utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di seluruh Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara serentak pada 28 Oktober 2025, baik di instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, maupun komunitas masyarakat.

Susunan upacara disusun berdasarkan pedoman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) agar pelaksanaannya berjalan khidmat, tertib, dan seragam di seluruh wilayah.


1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

  • Tanggal: Selasa, 28 Oktober 2025
  • Waktu: Pukul 07.00 waktu setempat
  • Tempat: Lapangan upacara instansi masing-masing atau lokasi yang telah ditentukan

Upacara dapat dilaksanakan di sekolah, kantor pemerintahan, markas TNI/Polri, perguruan tinggi, atau ruang terbuka umum yang memungkinkan partisipasi masyarakat luas.


2. Susunan Acara Upacara Bendera

Berikut contoh rangkaian susunan upacara bendera yang sesuai dengan pedoman Kemenpora dan protokol nasional:

  1. Persiapan Upacara
    • Petugas dan peserta mengambil posisi.
    • Pemimpin upacara memasuki lapangan.
    • Laporan kesiapan oleh pemimpin upacara kepada pembina upacara.
  2. Penghormatan kepada Pembina Upacara
    • Pemimpin upacara memimpin penghormatan peserta kepada pembina upacara.
  3. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara
  4. Pengibaran Bendera Merah Putih
    • Diiringi lagu Indonesia Raya.
    • Semua peserta berdiri tegak dengan sikap hormat.
  5. Mengheningkan Cipta
    • Dipimpin langsung oleh pembina upacara untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
  6. Pembacaan Teks Sumpah Pemuda
    • Dilakukan oleh petugas yang ditunjuk, dengan suara lantang dan penuh semangat.
  7. Pembacaan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
    • Dibacakan oleh pembina upacara (atau pejabat yang mewakili).
    • Naskah amanat biasanya diterbitkan resmi oleh Kemenpora beberapa hari sebelum upacara.
  8. Menyanyikan Lagu-Lagu Nasional
    • Lagu “Bagimu Negeri” atau “Syukur” (disesuaikan dengan pedoman tahun berjalan).
  9. Doa Bersama untuk Bangsa
    • Dipimpin oleh petugas rohani sesuai keyakinan masing-masing dengan tetap menjaga suasana khidmat dan toleransi antarumat beragama.
  10. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara
  11. Penghormatan kepada Pembina Upacara
  12. Upacara Selesai
  • Pembina upacara meninggalkan tempat.
  • Peserta dibubarkan dengan tertib.

3. Penyesuaian untuk Kegiatan Sekolah dan Daerah

Untuk lembaga pendidikan dan komunitas daerah, susunan upacara dapat disesuaikan tanpa mengurangi makna pokoknya. Misalnya:

  • Menambahkan pembacaan puisi bertema kepemudaan.
  • Menampilkan penyanyi solo atau paduan suara siswa.
  • Menghadirkan tokoh inspiratif pemuda lokal untuk memberikan pesan motivasi.
  • Mengadakan penyerahan simbolis bantuan sosial setelah upacara.

Penyesuaian ini diharapkan dapat membuat acara lebih hidup, dekat dengan generasi muda, dan tetap berakar pada nilai kebangsaan.


4. Ketentuan Umum Pelaksanaan

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh panitia:

  • Gunakan pakaian nasional atau seragam resmi sesuai ketentuan instansi.
  • Pastikan peralatan upacara (tiang bendera, sound system, bendera, teks naskah) dalam kondisi baik.
  • Rekaman lagu wajib nasional harus versi resmi dan layak mutar.
  • Dokumentasikan kegiatan untuk laporan kepada Kemenpora, pemerintah daerah, atau lembaga terkait.

5. Penutupan

Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025 bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata penghormatan terhadap perjuangan generasi terdahulu. Melalui pelaksanaan yang tertib, khidmat, dan bermakna, upacara ini menjadi momentum memperkuat semangat “Bersatu, Bangkit, dan Berkarya” di kalangan pemuda Indonesia.


Teks Naskah Sumpah Pemuda dan Amanat Menpora 2025

Teks Asli Sumpah Pemuda

Teks Sumpah Pemuda merupakan warisan monumental hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Naskah ini menjadi simbol tekad generasi muda Indonesia untuk bersatu dalam satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa.

Berikut naskah aslinya yang wajib dibacakan dalam setiap upacara resmi Hari Sumpah Pemuda:

Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pembacaan naskah ini dilakukan dengan penuh semangat dan penghayatan, menggambarkan semangat juang para pemuda yang menjadi dasar berdirinya Republik Indonesia.


Teks Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2025

Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) merupakan bagian penting dalam upacara Hari Sumpah Pemuda. Amanat ini menjadi sarana penyampaian pesan nasional yang mencerminkan arah kebijakan pemerintah dalam pembangunan kepemudaan.

Berikut contoh format amanat berdasarkan pedoman Kemenpora tahun-tahun sebelumnya. Teks resmi biasanya akan diterbitkan beberapa hari sebelum tanggal 28 Oktober melalui situs dan surat edaran Kemenpora RI.

Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda — sebuah tonggak sejarah yang mengingatkan kita akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

Tahun 2025 ini, tema yang kita usung adalah “Bersatu, Bangkit, dan Berkarya untuk Indonesia Maju.” Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi seruan untuk seluruh generasi muda agar berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Pemuda hari ini adalah penentu masa depan. Di tangan mereka, terletak harapan bangsa untuk menjadi negara maju, mandiri, dan berdaya saing global.

Semangat Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi sumber inspirasi bagi setiap langkah nyata — dari desa hingga kota, dari sekolah hingga dunia kerja.

Mari terus memperkuat kolaborasi lintas generasi, memanfaatkan teknologi untuk kemajuan, serta menanamkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air.

Dengan semangat Bersatu, Bangkit, dan Berkarya, mari kita jadikan momentum ini sebagai tonggak untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025.

Bersatu, Bangkit, dan Berkarya untuk Indonesia Maju!


Panduan Pembacaan di Lapangan

Agar penyampaian naskah dan amanat berjalan baik, berikut beberapa panduan teknis bagi petugas dan pembina upacara:

  • Bacakan teks dengan intonasi tegas dan jelas, menggunakan mikrofon dengan volume sedang.
  • Hindari membaca dengan nada monoton — gunakan penekanan pada kalimat yang bermakna.
  • Pembina upacara harus menguasai isi amanat, sehingga dapat menambahkan pesan kontekstual sesuai lingkungan (misalnya, pesan khusus untuk siswa, ASN, atau komunitas pemuda).
  • Sediakan naskah cadangan di podium untuk antisipasi kendala teknis.

Nilai-Nilai yang Harus Ditekankan

Dalam penyampaian naskah dan amanat, terdapat nilai-nilai utama yang perlu digarisbawahi agar pesan upacara tidak hanya seremonial, tetapi menginspirasi peserta:

  • Persatuan Nasional: Meneguhkan kembali semangat “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.”
  • Semangat Kebangkitan: Mengajak pemuda untuk bangkit menghadapi tantangan modern.
  • Karya Nyata: Mendorong kontribusi konkret pemuda dalam bidang sosial, ekonomi, teknologi, dan budaya.

Penutup

Teks Sumpah Pemuda dan amanat Menpora 2025 merupakan bagian yang menyatukan semangat nasionalisme dengan tanggung jawab generasi muda masa kini. Pembacaan yang khidmat dan bermakna akan menghidupkan kembali api perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya bangsa Indonesia.

Upacara bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memperbarui komitmen terhadap cita-cita pemuda 1928: Indonesia yang bersatu, maju, dan bermartabat.


Pedoman Pelaksanaan Kegiatan HSP ke-97 Tahun 2025 di Luar Upacara

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan sosial yang merefleksikan semangat kebangsaan. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) setiap tahun mendorong pelaksanaan kegiatan non-seremonial agar nilai Sumpah Pemuda dapat hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan-kegiatan ini menjadi wadah bagi pemuda untuk mengekspresikan gagasan, memperkuat solidaritas, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan bangsa di tingkat lokal maupun nasional.


Arahan Resmi Kemenpora: Prinsip Pelaksanaan

Kemenpora dalam juknis resminya menetapkan bahwa seluruh kegiatan HSP di luar upacara harus berlandaskan tiga prinsip utama:

  • Kreatif dan Inovatif: Setiap kegiatan diharapkan menjadi ajang eksplorasi ide dan bakat pemuda.
  • Relevan dengan Tema: Program yang dijalankan harus mendukung pesan utama tema HSP 2025.
  • Bermanfaat bagi Masyarakat: Aktivitas yang dilakukan diharapkan memiliki dampak nyata bagi lingkungan sosial.

Panitia di daerah, sekolah, universitas, maupun organisasi masyarakat dapat menyesuaikan bentuk kegiatan sesuai potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing.


10 Ide Kegiatan Kreatif yang Sesuai Tema HSP 2025

Berikut beberapa contoh kegiatan yang direkomendasikan Kemenpora dan telah terbukti efektif meningkatkan partisipasi pemuda dalam peringatan HSP di berbagai daerah:

  1. Lomba Video Pendek “Semangat Sumpah Pemuda” — Menampilkan aksi nyata pemuda di bidang sosial, lingkungan, atau digital.
  2. Festival Musik Kebangsaan — Menggabungkan unsur budaya daerah dan musik modern sebagai simbol keberagaman.
  3. Kompetisi Desain Poster & Infografis — Mengajak pelajar dan mahasiswa berkreasi menginterpretasikan tema HSP.
  4. Lomba Menulis Esai atau Opini Pemuda — Menggugah refleksi kritis terhadap makna persatuan dan peran generasi muda.
  5. Diskusi Panel / Webinar Nasional — Menghadirkan tokoh muda inspiratif, aktivis, dan pejabat pemerintah untuk berbagi gagasan.
  6. Gerakan Bakti Sosial Serentak — Kegiatan sosial seperti donor darah, penanaman pohon, atau bersih lingkungan.
  7. Pameran Produk UMKM Pemuda — Menampilkan hasil karya wirausaha muda lokal.
  8. Aksi Literasi Digital dan Kampanye Anti Hoaks — Mendorong kesadaran akan pentingnya etika digital dan kejujuran informasi.
  9. Pawai Budaya Pemuda Nusantara — Menampilkan kekayaan budaya daerah melalui kostum dan tarian tradisional.
  10. Kompetisi Start-Up Ide Inovatif — Mendorong semangat wirausaha berbasis solusi sosial dan teknologi.

Panduan Pelaksanaan Webinar atau Diskusi Panel

Kegiatan webinar dan diskusi tematik merupakan sarana efektif untuk memperluas wawasan pemuda tentang semangat Sumpah Pemuda dalam konteks kekinian. Agar kegiatan ini berjalan optimal, berikut panduan dasarnya:

  • Durasi Ideal: 90–120 menit, terdiri dari sesi pembukaan, pemaparan narasumber, dan tanya jawab.
  • Struktur Acara: Pembukaan – Lagu Indonesia Raya – Sambutan Panitia – Pemaparan – Diskusi – Penutupan.
  • Rekomendasi Narasumber:
    • Tokoh muda inspiratif di bidang sosial dan teknologi.
    • Akademisi atau sejarawan yang memahami sejarah Sumpah Pemuda.
    • Pejabat Kemenpora atau Dinas Pemuda Daerah.
  • Media Pelaksanaan: Zoom Meeting, YouTube Live, atau platform webinar sekolah/universitas.

Format Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat

Bakti sosial menjadi bentuk konkret penerapan nilai persatuan dan gotong royong. Beberapa bentuk kegiatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis.
  • Kegiatan Pembersihan Fasilitas Umum (Sekolah, Masjid, Taman, Pantai).
  • Penanaman Pohon dan Edukasi Lingkungan.
  • Pelatihan Kewirausahaan Muda dan Literasi Digital di Desa.
  • Penggalangan Dana untuk Beasiswa Pemuda Berprestasi.

Kegiatan semacam ini menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan hanya soal simbol dan upacara, melainkan aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama.


Panduan Protokol Kesehatan dan Keselamatan

Meskipun kondisi pandemi telah mereda, Kemenpora tetap mengingatkan panitia untuk menjaga aspek keselamatan dan kesehatan selama pelaksanaan kegiatan. Beberapa ketentuan dasar yang tetap perlu diperhatikan:

  • Pastikan lokasi kegiatan memiliki ventilasi baik dan kapasitas peserta sesuai standar.
  • Sediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan alat medis darurat.
  • Gunakan sistem registrasi daring untuk menghindari kerumunan saat pendaftaran.
  • Siapkan tim keamanan dan kesehatan lapangan.

Ringkasan dan Tujuan Akhir

Tujuan utama kegiatan non-upacara Hari Sumpah Pemuda 2025 adalah menghidupkan kembali semangat kolaborasi, kreativitas, dan kontribusi pemuda Indonesia dalam bentuk nyata. Dengan berbagai kegiatan yang inklusif dan berdampak sosial, peringatan tahun ini diharapkan menjadi momentum pembuktian bahwa generasi muda bukan hanya penerus sejarah, tetapi juga penggerak masa depan bangsa.


Studi Kasus: Implementasi Juknis Sukses di Tahun Sebelumnya

Penerapan Juknis Hari Sumpah Pemuda tidak hanya bergantung pada pemahaman teknis, tetapi juga kreativitas dan kemampuan panitia mengadaptasi pedoman nasional ke dalam konteks lokal. Beberapa penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan yang tepat dapat menghasilkan acara yang bukan hanya seremonial, tetapi juga berdampak sosial dan edukatif.

Berikut ini tiga studi kasus implementasi sukses Juknis Sumpah Pemuda yang dapat menjadi inspirasi untuk tahun 2025.


Studi Kasus 1: Sekolah – “Pekan Sumpah Pemuda” oleh OSIS SMAN 3 Teladan

Pada tahun sebelumnya, OSIS SMAN 3 Teladan menggelar “Pekan Sumpah Pemuda”, sebuah rangkaian kegiatan selama tujuh hari yang memadukan edukasi, seni, dan aksi sosial.
Konsep ini berangkat dari Juknis Kemenpora yang menekankan pentingnya partisipasi pelajar dalam menanamkan nilai persatuan.

Kegiatan Utama:

  • Lomba pidato dan baca puisi bertema kebangsaan.
  • Workshop “Digital Ethics” bekerja sama dengan Dinas Kominfo setempat.
  • Aksi donor darah bekerja sama dengan PMI cabang kota.
  • Pentas seni budaya daerah bertema “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dampak Positif:

  • Meningkatkan partisipasi siswa hingga 85% dari total populasi sekolah.
  • Membentuk karakter kolaboratif antarorganisasi intra sekolah.
  • Mendapat penghargaan dari Dinas Pendidikan Kota atas inovasi kegiatan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika Juknis diterjemahkan secara kreatif, semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi pengalaman langsung yang menginspirasi generasi muda.


Studi Kasus 2: Komunitas – Kampanye Digital oleh Komunitas “Muda Berkarya”

Komunitas pemuda “Muda Berkarya” menjalankan kampanye digital bertajuk #BangkitBersamaPemuda di platform Instagram dan TikTok. Tujuannya adalah membangkitkan semangat kolaborasi lintas daerah dengan gaya komunikasi yang relevan dengan generasi Z.

Konsep Kampanye:

  • Tantangan video berdurasi 30 detik berisi pesan inspiratif tentang persatuan.
  • Kolaborasi dengan 50 konten kreator muda di berbagai kota.
  • Penggunaan filter AR bertema “97 Tahun Sumpah Pemuda”.

Capaian:

  • Lebih dari 1,2 juta tayangan di TikTok dan 100 ribu interaksi di Instagram.
  • Diliput oleh beberapa media lokal dan situs berita nasional.
  • Menjadi referensi bagi Kemenpora untuk promosi tema HSP tahun berikutnya.

Kampanye ini menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat disebarluaskan secara masif melalui media sosial dengan pendekatan kreatif tanpa kehilangan makna sejarahnya.


Studi Kasus 3: Perusahaan – Program CSR Bertema “Pemuda Inovatif untuk Negeri”

Salah satu perusahaan energi nasional melaksanakan program CSR dalam rangka HSP dengan tema “Pemuda Inovatif untuk Negeri”.
Program ini diarahkan untuk membina kelompok wirausaha muda di daerah terpencil agar mampu menciptakan lapangan kerja baru berbasis potensi lokal.

Rangkaian Program:

  • Pelatihan bisnis dan manajemen keuangan dasar.
  • Bantuan modal usaha untuk 10 kelompok pemuda desa.
  • Pendampingan usaha selama 6 bulan pasca-pelatihan.

Hasil:

  • Terciptanya 40 lapangan kerja baru di tiga kecamatan.
  • Peningkatan omzet rata-rata UMKM binaan hingga 30% dalam tiga bulan.
  • Program diliput oleh media nasional sebagai contoh sinergi swasta dan pemerintah dalam pengembangan pemuda.

Kegiatan ini menegaskan bahwa nilai Sumpah Pemuda bukan hanya tentang kebanggaan sejarah, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial generasi penerus dalam memajukan ekonomi bangsa.


Pelajaran dari Ketiga Studi Kasus

Dari ketiga contoh di atas, ada pola keberhasilan yang bisa diadopsi oleh panitia HSP 2025 di berbagai daerah:

  • Kolaborasi multisektor: Melibatkan sekolah, komunitas, dan dunia usaha memperluas jangkauan dampak.
  • Kreativitas berbasis lokal: Penyesuaian konsep kegiatan dengan karakter daerah membuat acara lebih relevan.
  • Pengelolaan profesional: Panitia yang tertib administrasi dan transparan dalam anggaran meningkatkan kepercayaan publik.
  • Pemanfaatan digital: Platform media sosial mampu memperluas resonansi pesan dan menarik minat generasi muda.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, pelaksanaan HSP 2025 diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momentum pembuktian bahwa pemuda Indonesia siap menjadi agen perubahan di setiap lini kehidupan.


Contoh Proposal Kegiatan Sumpah Pemuda 2025 untuk OSIS & Karang Taruna

Bagi panitia di sekolah, kampus, maupun komunitas pemuda, proposal kegiatan merupakan dokumen penting yang menjadi dasar pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda (HSP). Proposal ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi juga alat komunikasi antara panitia, pihak sponsor, dan instansi pendukung.

Agar sesuai dengan Juknis HSP 2025, berikut panduan lengkap dan contoh format proposal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.


1. Sampul dan Identitas Kegiatan

Sertakan elemen berikut:

  • Logo instansi (sekolah/organisasi)
  • Logo Kemenpora (bila kegiatan bersifat nasional)
  • Judul kegiatan: “Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025”
  • Tema resmi: “Bersatu, Bangkit, Berkarya”
  • Tanggal dan tempat pelaksanaan
  • Nama penyelenggara dan tahun

Contoh:
PROPOSAL KEGIATAN
PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-97 TAHUN 2025
“Bersatu, Bangkit, Berkarya”
Diselenggarakan oleh OSIS SMAN 1 Serang
Serang, Oktober 2025


2. Latar Belakang

Tuliskan alasan kegiatan perlu dilaksanakan dengan mengacu pada nilai-nilai Sumpah Pemuda dan peran generasi muda.

Contoh Paragraf:
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melalui semangat persatuan, para pemuda kala itu menegaskan tekad untuk bersatu demi Indonesia merdeka.

Dalam konteks kekinian, generasi muda dituntut tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga meneladani semangat juang tersebut melalui karya dan inovasi. Berdasarkan hal itu, OSIS SMAN 1 Serang bermaksud mengadakan kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 sebagai sarana menumbuhkan jiwa nasionalisme, solidaritas, dan kreativitas di kalangan pelajar.


3. Tujuan Kegiatan

Tuliskan secara jelas dan terukur.

Contoh Tujuan:

  1. Menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme di kalangan pelajar.
  2. Mengembangkan kreativitas siswa melalui lomba dan pentas seni bertema kebangsaan.
  3. Mempererat hubungan antarorganisasi sekolah.
  4. Mengimplementasikan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

4. Waktu dan Tempat

Contoh:
Hari/Tanggal: Senin – Selasa, 27–28 Oktober 2025
Waktu: Pukul 08.00 – 15.00 WIB
Tempat: Aula Utama SMAN 1 Serang


5. Bentuk dan Rangkaian Kegiatan

Uraikan detail kegiatan yang direncanakan agar terlihat sistematis dan menarik.

Contoh:

NoKegiatanDeskripsiPenanggung Jawab
1Upacara BenderaUpacara peringatan HSP dengan pembina kepala sekolahOSIS
2Lomba Orasi KebangsaanLomba antar kelas bertema “Suara Pemuda Indonesia”MPK
3Pentas Seni BudayaPenampilan tari daerah dan musik tradisionalEkstrakurikuler Seni
4Aksi Sosial “Pemuda Peduli”Penggalangan dana dan donasi ke panti asuhanRohis & OSIS
5Workshop “Digital Ethics”Edukasi literasi digital dan etika bermedia sosialDinas Kominfo Kota

6. Susunan Panitia

Susun struktur organisasi panitia secara ringkas.

Contoh:

  • Penanggung Jawab: Kepala Sekolah
  • Pembina: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
  • Ketua Panitia: (Nama Siswa)
  • Wakil Ketua: (Nama Siswa)
  • Sekretaris: (Nama Siswa)
  • Bendahara: (Nama Siswa)
  • Sie Acara, Humas, Konsumsi, Dokumentasi, dan lainnya sesuai kebutuhan.

7. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Buat tabel yang jelas agar mudah dipahami pihak pendukung atau sponsor.

Contoh RAB Sederhana:

NoUraianJumlahSatuanTotal
1Sewa sound system1Rp500.000Rp500.000
2Spanduk & backdrop2Rp150.000Rp300.000
3Hadiah lomba5Rp200.000Rp1.000.000
4Konsumsi panitia20Rp25.000Rp500.000
5Dokumentasi & dekorasiRp300.000
TotalRp2.600.000

8. Penutup

Tulislah penutup yang sopan dan meyakinkan agar proposal terasa formal namun tetap hangat.

Contoh Paragraf Penutup:
Demikian proposal kegiatan ini kami susun sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di SMAN 1 Serang.

Besar harapan kami agar kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak demi terlaksananya acara yang bermakna dan berdampak positif bagi generasi muda.


9. Lampiran (Opsional)

  • Susunan acara lengkap
  • Denah lokasi kegiatan
  • Surat izin penggunaan fasilitas sekolah
  • Surat dukungan sponsor
  • Dokumentasi kegiatan tahun sebelumnya

Dengan format di atas, proposal kegiatan HSP akan terlihat profesional, sesuai dengan arahan Juknis HSP 2025, dan mudah diterima oleh berbagai pihak pendukung seperti dinas, sponsor, maupun lembaga pendidikan.


Template Surat Resmi dan Rundown Acara Hari Sumpah Pemuda 2025

Setiap kegiatan yang melibatkan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, atau instansi pemerintah memerlukan dokumen administratif yang tertib. Dalam konteks peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025, dua dokumen yang paling sering dibutuhkan adalah surat resmi permohonan izin atau kerja sama dan rundown acara (susunan kegiatan).

Bagian ini menyediakan contoh lengkap yang bisa langsung disesuaikan dengan keperluan panitia di lapangan, baik di sekolah, kampus, karang taruna, maupun komunitas daerah.


1. Contoh Surat Permohonan Izin Kegiatan

KOP SURAT ORGANISASI / SEKOLAH
Jl. Raya Serang No. 45, Serang – Banten, Telp. (0254) 123456

Nomor: 012/OSIS-SMA/IX/2025
Lampiran: 1 (satu) berkas proposal kegiatan
Perihal: Permohonan Izin Kegiatan

Kepada
Yth. Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Serang
Di Tempat

Dengan hormat,
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, kami dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Serang bermaksud menyelenggarakan kegiatan bertema “Bersatu, Bangkit, Berkarya”, yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Senin–Selasa, 27–28 Oktober 2025
Waktu: Pukul 08.00 – 15.00 WIB
Tempat: Aula Utama SMAN 1 Serang

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon izin kepada Bapak Kepala Sekolah untuk dapat memberikan persetujuan pelaksanaan kegiatan tersebut. Bersama surat ini kami lampirkan proposal kegiatan sebagai bahan pertimbangan.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan izin yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Ketua Panitia,
(tanda tangan & nama jelas)

Mengetahui,
Pembina OSIS,
(tanda tangan & nama jelas)


2. Contoh Surat Permohonan Sponsorship

KOP SURAT PANITIA HSP 2025

Nomor: 015/PAN-HSP/IX/2025
Lampiran: 1 (satu) proposal kegiatan
Perihal: Permohonan Dukungan Sponsor

Kepada
Yth. Pimpinan PT Maju Jaya Abadi
di Tempat

Dengan hormat,
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, kami panitia kegiatan dari Karang Taruna Kelurahan Sukamulya bermaksud mengadakan kegiatan bertajuk “Festival Pemuda Nusantara” pada tanggal 27–28 Oktober 2025.

Melalui surat ini, kami mengajukan permohonan dukungan sponsor dalam bentuk dana, hadiah lomba, atau dukungan fasilitas. Dukungan Bapak/Ibu akan sangat membantu keberlangsungan acara yang melibatkan lebih dari 300 peserta pemuda dari berbagai RW di wilayah Sukamulya.

Sebagai bentuk apresiasi, nama perusahaan Bapak/Ibu akan kami cantumkan pada spanduk, backdrop, dan publikasi media sosial resmi acara.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Ketua Panitia,
(tanda tangan & nama jelas)

Sekretaris,
(tanda tangan & nama jelas)


3. Template Rundown Acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

Agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan tepat waktu, rundown acara wajib dibuat secara rinci. Berikut contoh susunan acara resmi yang sesuai dengan Juknis Kemenpora:

RUNDOWN ACARA
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025
Tema: “Bersatu, Bangkit, Berkarya”
Tempat: Aula SMAN 1 Serang
Tanggal: 28 Oktober 2025

WaktuKegiatanPenanggung Jawab
07.00 – 07.30Registrasi peserta & pengisi acaraSekretariat Panitia
07.30 – 07.45Persiapan upacara benderaSie Upacara
07.45 – 08.30Upacara Bendera Hari Sumpah PemudaPembina Upacara
08.30 – 08.45Menyanyikan Lagu Indonesia Raya & Mars PemudaPaduan Suara
08.45 – 09.00Pembacaan Teks Sumpah PemudaSiswa Terpilih
09.00 – 09.30Sambutan Kepala SekolahKetua Panitia
09.30 – 10.00Sambutan Tamu Undangan (Dinas Pendidikan / Kemenpora Daerah)Protokol
10.00 – 11.00Pentas Seni dan Musik KebangsaanSie Acara
11.00 – 12.00Lomba Orasi KebangsaanSie Lomba
12.00 – 13.00Istirahat & Sholat DzuhurSeluruh Panitia
13.00 – 14.30Workshop “Pemuda & Etika Digital”Sie Materi
14.30 – 15.00Penutupan dan Pengumuman PemenangKetua Panitia
15.00 – 15.30Foto Bersama dan DokumentasiSie Dokumentasi

4. Tips Menyusun Surat dan Rundown yang Efektif

Agar dokumen administratif lebih profesional dan mudah diterima oleh pihak terkait, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan format surat resmi dengan tata letak rapi dan tanda tangan asli.
  • Cantumkan nomor surat berurutan sesuai administrasi organisasi.
  • Pastikan tema, tanggal, dan lokasi konsisten di semua dokumen.
  • Sertakan cap/stempel resmi untuk keabsahan.
  • Rundown harus realistis, efisien, dan memperhitungkan waktu transisi antaracara.

Rangkaian surat dan rundown ini menjadi fondasi administratif kegiatan. Selanjutnya, panitia perlu menyiapkan materi pendukung, seperti teks upacara, naskah pembawa acara, serta panduan visual untuk publikasi kegiatan. Segmen berikutnya akan membahas template naskah upacara dan teks pembacaan Sumpah Pemuda 2025.


Materi Wajib Upacara: Kumpulan Teks Naskah dan Doa Resmi

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momen reflektif untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan nasionalisme generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan teks naskah yang baku dan sesuai pedoman resmi sangat penting agar nilai historis dan makna peringatan tetap terjaga.

Bagian ini menyajikan naskah lengkap yang dapat langsung digunakan oleh panitia sekolah, instansi, dan komunitas dalam upacara bendera maupun kegiatan formal lainnya.


1. Teks Asli Naskah Sumpah Pemuda

Versi Asli (Ejaan Lama – 1928):
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Versi Ejaan Baru (EYD):
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


2. Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”


3. Teks Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

4. Doa Resmi Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Berikut contoh teks doa resmi yang biasanya digunakan dalam acara kenegaraan, disusun berdasarkan pedoman Kementerian Agama dan Kemenpora.

Contoh Naskah Doa:

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu atas rahmat dan karunia-Mu sehingga kami dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
Berikanlah kekuatan kepada kami, generasi muda Indonesia, untuk terus menjaga persatuan, menegakkan kebenaran, dan mengisi kemerdekaan dengan karya yang nyata bagi bangsa dan negara.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Jauhkanlah bangsa kami dari perpecahan, pertikaian, dan kemalasan. Tumbuhkanlah semangat gotong royong, kasih sayang, dan persaudaraan di antara kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemelihara,
Bimbinglah para pemimpin kami agar senantiasa amanah, adil, dan berpihak kepada rakyat. Limpahkan pula rahmat-Mu kepada para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi persatuan Indonesia.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar,
Kabulkanlah doa dan harapan kami. Jadikanlah peringatan Sumpah Pemuda ini sebagai momentum memperkuat komitmen kami untuk membangun Indonesia yang maju, beradab, dan berdaulat.

Amin Ya Rabbal ‘Alamin.


5. Teks Sambutan Resmi Menpora (Contoh Format Bila Telah Dirilis)

Biasanya, setiap tahun Kemenpora menerbitkan naskah sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga untuk dibacakan serentak di seluruh instansi dan sekolah. Berikut contoh format yang dapat digunakan setelah versi resmi dirilis:

SAMBUTAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA
PADA UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-97 TAHUN 2025

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, 28 Oktober 2025, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan tema “Bersatu, Bangkit, Berkarya”. Tema ini mengingatkan kita bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.

Kepada seluruh pemuda Indonesia di mana pun berada, teruslah berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi bangsa. Jadilah generasi yang tangguh, adaptif, dan berintegritas.

Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Jayalah Pemuda Indonesia, Jayalah Bangsa Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


6. Tips Penggunaan Naskah dan Doa

Agar pelaksanaan upacara lebih tertib dan khidmat, berikut panduan praktis:

  • Cetak seluruh naskah pada kertas ukuran A4 dengan font yang mudah dibaca (Times New Roman 12 pt).
  • Gunakan map berlogo resmi agar tampak seragam dan profesional.
  • Pastikan pembaca naskah telah berlatih intonasi dan tempo sebelum acara.
  • Gunakan mikrofon dengan volume stabil agar setiap bagian dapat terdengar jelas.
  • Bacakan doa dengan nada khusyuk, tidak tergesa, dan disesuaikan dengan konteks acara.

Dengan tersedianya kumpulan teks naskah dan doa resmi ini, panitia dapat menyelenggarakan upacara yang tertib, berwibawa, dan sesuai dengan pedoman Kemenpora. Segmen berikutnya akan mengulas pedoman pelaksanaan kegiatan non-upacara Hari Sumpah Pemuda 2025, seperti lomba, festival, dan kegiatan sosial.


Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Luar Upacara

Selain upacara bendera, peringatan Hari Sumpah Pemuda juga dihidupkan melalui berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan sosial yang melibatkan generasi muda di seluruh Indonesia. Tujuannya bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dalam bentuk tindakan nyata yang relevan dengan zaman.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam Juknis HSP 2025 memberikan ruang luas bagi sekolah, instansi, komunitas, hingga perusahaan untuk mengadakan kegiatan dengan tema besar “Bersatu, Bangkit, Berkarya.” Berikut panduan lengkap yang dapat menjadi acuan panitia di lapangan.


1. Arahan Resmi Kemenpora untuk Jenis Kegiatan

Kemenpora menekankan bahwa seluruh kegiatan harus mencerminkan nilai-nilai utama Sumpah Pemuda: persatuan, partisipasi aktif, dan kontribusi nyata. Beberapa prinsip dasar yang dianjurkan:

  • Kegiatan bersifat inklusif dan partisipatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat.
  • Menonjolkan nilai kebangsaan dan semangat gotong royong.
  • Mendorong kreativitas dan inovasi anak muda melalui kegiatan seni, teknologi, dan sosial.
  • Tidak bersifat politik praktis, SARA, atau mengandung unsur komersialisasi berlebihan.
  • Dapat diselenggarakan secara offline, online, atau hybrid sesuai kondisi daerah.

2. 10 Ide Kegiatan Kreatif yang Relevan dengan Tema 2025

Berikut daftar kegiatan yang bisa dijadikan inspirasi panitia sekolah, kampus, atau komunitas:

  • Lomba Orasi Kebangsaan: Melatih kemampuan retorika dan nasionalisme generasi muda.
  • Lomba Video Pendek/TikTok “Semangat Pemuda”: Menyebarkan pesan positif di media sosial.
  • Festival Musik dan Puisi Pemuda: Mengangkat tema perjuangan, persatuan, dan karya.
  • Pameran Produk Kreatif Lokal: Ajang promosi UMKM dan karya pemuda daerah.
  • Kegiatan Donor Darah dan Bakti Sosial: Bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.
  • Diskusi Publik/Webinar Nasional: Mengulas isu pemuda, digitalisasi, dan pembangunan bangsa.
  • Gerakan Kebersihan Lingkungan (Clean Up Day): Simbol aksi nyata kepedulian lingkungan.
  • Lomba Desain Poster/Infografis Digital: Menyebarkan nilai nasionalisme dalam bentuk visual.
  • Karnaval atau Pawai Budaya Nusantara: Menampilkan keanekaragaman dan persatuan bangsa.
  • Penggalangan Dana untuk Pendidikan Pemuda: Mendorong solidaritas sosial antargenerasi.

3. Panduan Format Webinar atau Diskusi Panel

Kegiatan daring menjadi alternatif yang efisien dan berdampak luas. Berikut panduan format webinar bertema Sumpah Pemuda 2025:

Judul Kegiatan: “Pemuda Digital: Bersatu, Bangkit, dan Berkarya di Era AI”
Durasi: 90–120 menit
Platform: Zoom / Google Meet / YouTube Live
Struktur Acara:

  1. Pembukaan & Lagu Indonesia Raya (10 menit)
  2. Sambutan Panitia atau Kepala Instansi (5 menit)
  3. Sesi Pemaparan Narasumber (60 menit)
    • Materi 1: “Peran Pemuda dalam Era Digitalisasi”
    • Materi 2: “Kreativitas dan Etika Bermedia Sosial”
    • Materi 3: “Kepemimpinan Pemuda untuk Indonesia Emas 2045”
  4. Sesi Tanya Jawab Interaktif (20 menit)
  5. Penutupan dan Foto Bersama (10 menit)

Kriteria Narasumber yang Disarankan:

  • Akademisi atau dosen bidang kepemudaan.
  • Aktivis atau tokoh muda inspiratif.
  • Praktisi digital dan kreator konten edukatif.
  • Perwakilan Kemenpora, pemerintah daerah, atau tokoh masyarakat.

4. Format Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat

Bakti sosial menjadi kegiatan yang paling banyak dilaksanakan karena memberi dampak langsung kepada masyarakat. Beberapa bentuk kegiatan yang disarankan:

  • Aksi Peduli Pendidikan: Pengumpulan dan penyaluran buku ke daerah terpencil.
  • Bantuan Sosial untuk Lansia dan Anak Yatim: Kerja sama dengan panti asuhan setempat.
  • Gotong Royong Perbaikan Fasilitas Umum: Misalnya pengecatan sekolah, posyandu, atau masjid.
  • Gerakan Menanam Pohon: Kampanye hijau untuk lingkungan yang berkelanjutan.
  • Pelatihan Literasi Digital dan Anti Hoaks: Mengedukasi masyarakat agar bijak bermedia.

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, buat daftar kebutuhan logistik, susunan panitia, serta laporan hasil kegiatan yang terdokumentasi.


5. Pedoman Protokol Kesehatan untuk Acara Offline

Meskipun situasi pandemi telah mereda, Kemenpora tetap menganjurkan penerapan protokol kesehatan dasar demi keamanan peserta. Beberapa ketentuan yang tetap relevan:

  • Gunakan masker di area ramai atau ruang tertutup.
  • Sediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di lokasi kegiatan.
  • Batasi jumlah peserta sesuai kapasitas ruangan.
  • Lakukan pengecekan kesehatan ringan sebelum acara dimulai.
  • Pastikan ventilasi ruangan memadai dan tidak tertutup rapat.

6. Tips Panitia agar Kegiatan Berkesan dan Berdampak

Agar acara yang diselenggarakan tidak sekadar formalitas, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan panitia:

  • Gunakan identitas visual seragam: spanduk, backdrop, kaos panitia, hingga twibbon resmi.
  • Libatkan influencer atau tokoh muda daerah untuk memperluas jangkauan publikasi.
  • Dokumentasikan setiap kegiatan dalam bentuk foto, video, dan laporan naratif.
  • Publikasikan hasil kegiatan di media sosial dengan tagar resmi #SumpahPemuda2025.
  • Bangun kolaborasi lintas organisasi untuk memperkuat nilai kebersamaan.

Kegiatan non-upacara seperti ini menjadi wujud nyata semangat “Bersatu, Bangkit, Berkarya.” Melalui inovasi dan kolaborasi, panitia di tingkat sekolah, kampus, maupun komunitas dapat menyalurkan ide-ide kreatif yang memperkaya makna Hari Sumpah Pemuda.


Studi Kasus dan Praktik Terbaik Pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda

Penerapan Juknis Sumpah Pemuda di berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan melalui banyak bentuk kegiatan. Dari kampus, komunitas, hingga pemerintah daerah, semua memiliki cara unik dalam menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan menjadi tindakan nyata.

Berikut beberapa studi kasus pelaksanaan terbaik yang dapat menjadi referensi bagi panitia tahun 2025.


1. Kota Bandung: “Pemuda Inovatif, Kota Kreatif”

Di Bandung, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun sebelumnya diisi dengan Festival Inovasi Pemuda yang menampilkan karya teknologi dan produk kreatif lokal. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat bekerja sama dengan komunitas startup.

Kegiatan utama:

  • Pameran inovasi digital dan produk kreatif.
  • Lomba ide bisnis berbasis solusi sosial.
  • Sesi mentoring kewirausahaan oleh pelaku industri kreatif.

Hasilnya:
Lebih dari 200 peserta muda terlibat, dan 10 proyek terpilih mendapat pendampingan lanjutan. Acara ini memperlihatkan bagaimana semangat “Bersatu, Bangkit, Berkarya” bisa diterjemahkan dalam dunia ekonomi kreatif dan kewirausahaan muda.


2. Kabupaten Sleman: “Sumpah Pemuda untuk Desa”

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Karang Taruna menggelar Gerakan Pemuda Desa Mandiri. Fokus kegiatan ini adalah membangun partisipasi pemuda dalam pengelolaan potensi desa dan pemberdayaan masyarakat.

Bentuk kegiatan:

  • Pelatihan pertanian modern dan pengolahan hasil bumi.
  • Program digitalisasi UMKM desa.
  • Aksi bersih lingkungan dan penghijauan.

Dampak:
Program ini meningkatkan keterlibatan pemuda dalam kegiatan produktif, sekaligus memperkuat ekonomi desa. Sleman berhasil menunjukkan bahwa nilai kebangsaan tidak hanya hidup di kota besar, tetapi juga tumbuh dari desa.


3. Surabaya: “Pemuda Digital untuk Indonesia Maju”

Di Surabaya, komunitas teknologi bekerja sama dengan universitas dan Dinas Kominfo mengadakan Hackathon Nasional bertema kepemudaan.

Kegiatan yang dilakukan:

  • Kompetisi pembuatan aplikasi sosial berbasis AI dan data publik.
  • Workshop literasi digital dan keamanan siber.
  • Pameran karya teknologi pemuda.

Hasil:
Dari kegiatan ini, muncul 15 aplikasi baru yang berfokus pada solusi pendidikan, lingkungan, dan pelayanan publik. Inisiatif ini membuktikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda dapat menjadi ruang kolaborasi teknologi yang bernilai sosial.


4. Ambon: “Festival Musik Persaudaraan”

Ambon, sebagai City of Music, memaknai Sumpah Pemuda dengan cara khas: Festival Musik Persaudaraan. Kegiatan ini melibatkan pelajar, musisi lokal, dan tokoh lintas agama.

Rangkaian kegiatan:

  • Pentas musik lintas etnis dan agama.
  • Dialog kebudayaan bertema “Nada yang Menyatukan.”
  • Penghimpunan donasi untuk anak-anak di wilayah pesisir.

Dampak sosial:
Acara ini memperkuat toleransi dan memperlihatkan kekuatan seni sebagai medium persatuan. Ambon menjadi contoh bahwa budaya dan musik dapat menjadi jembatan nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman.


5. Samarinda: “Green Youth Movement”

Peringatan Sumpah Pemuda di Samarinda tahun lalu menonjol dengan kampanye lingkungan bertajuk Green Youth Movement.

Aktivitas utama:

  • Penanaman pohon di bantaran sungai.
  • Edukasi pengelolaan sampah plastik di sekolah.
  • Kolaborasi pemuda dan pemerintah kota untuk penghijauan taman kota.

Manfaat yang dicapai:
Gerakan ini berhasil menanam lebih dari 5.000 bibit pohon dan menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan remaja. Samarinda memperlihatkan bagaimana semangat kebangsaan bisa diterjemahkan dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup.


6. Kesimpulan dan Pelajaran dari Praktik Lapangan

Dari berbagai studi kasus tersebut, terdapat sejumlah pola keberhasilan yang dapat diadopsi oleh panitia di tahun 2025:

  • Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama — antara pemerintah, komunitas, dan swasta.
  • Pendekatan tematik yang kontekstual menjadikan acara relevan dengan kebutuhan lokal.
  • Dokumentasi dan publikasi yang baik memperkuat dampak kegiatan di masyarakat.
  • Partisipasi aktif pemuda sebagai pelaksana, bukan sekadar peserta, menciptakan rasa kepemilikan.

Setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri dalam menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda. Namun benang merahnya tetap sama: membangun persatuan, menumbuhkan kreativitas, dan meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah perubahan zaman.


Panduan Penyusunan Laporan dan Dokumentasi Kegiatan Sumpah Pemuda 2025

Penyusunan laporan kegiatan merupakan tahap akhir yang penting setelah pelaksanaan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Laporan yang baik tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban administratif, tetapi juga sarana untuk mengarsipkan prestasi, dampak kegiatan, dan pembelajaran untuk tahun berikutnya.


Tujuan Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan disusun untuk beberapa tujuan utama:

  • Pertanggungjawaban formal kepada pihak penyelenggara, sponsor, atau instansi terkait.
  • Dokumentasi sejarah dan arsip kelembagaan, agar kegiatan dapat dijadikan referensi di tahun-tahun berikutnya.
  • Evaluasi kinerja dan perbaikan program, guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan di masa depan.
  • Publikasi capaian, agar kegiatan Sumpah Pemuda diakui secara luas dan memberi inspirasi bagi daerah lain.

Struktur Umum Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan Sumpah Pemuda 2025 disusun dengan struktur yang sistematis agar mudah dibaca dan dipahami oleh berbagai pihak.

1. Halaman Judul
Memuat nama kegiatan, logo resmi Sumpah Pemuda 2025, tanggal pelaksanaan, dan nama lembaga penyelenggara.

2. Kata Pengantar
Ditulis oleh ketua panitia atau pimpinan lembaga penyelenggara. Isinya berupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan ringkasan tujuan kegiatan.

3. Daftar Isi
Membantu pembaca menavigasi isi laporan dengan cepat.

4. Pendahuluan
Berisi latar belakang kegiatan, dasar hukum pelaksanaan (termasuk acuan Juknis resmi dari Kemenpora), serta tujuan umum dan khusus kegiatan.

5. Rencana dan Bentuk Kegiatan
Menjelaskan jenis kegiatan yang dilaksanakan, seperti upacara bendera, lomba, seminar, bakti sosial, atau pameran. Dapat ditambahkan tabel jadwal kegiatan, daftar panitia, serta pembagian tugas.

6. Pelaksanaan Kegiatan
Bagian ini menjelaskan secara kronologis proses pelaksanaan, mulai dari persiapan hingga pelaporan. Cantumkan waktu, tempat, peserta, dan hasil kegiatan. Sertakan dokumentasi berupa foto dan deskripsi singkat.

7. Evaluasi dan Kendala
Berisi analisis hasil kegiatan, hambatan yang dihadapi, serta solusi yang diterapkan.

8. Hasil dan Dampak Kegiatan
Paparkan capaian utama, baik kuantitatif (jumlah peserta, dana, kegiatan terlaksana) maupun kualitatif (perubahan perilaku, peningkatan semangat pemuda, dampak sosial).

9. Penutup dan Rekomendasi
Memberikan kesimpulan umum serta saran perbaikan untuk kegiatan tahun berikutnya.

10. Lampiran
Dapat meliputi:

  • Surat undangan dan izin kegiatan
  • Daftar hadir
  • Laporan keuangan
  • Dokumentasi foto
  • Surat ucapan atau dukungan dari pihak eksternal

Tips Penyusunan Laporan yang Profesional

Agar laporan kegiatan terlihat rapi dan kredibel, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan format penulisan baku dengan font seperti Times New Roman atau Calibri, ukuran 12 pt, dan spasi 1,5.
  • Pastikan semua data dan angka akurat, termasuk dana, jumlah peserta, dan hasil kegiatan.
  • Sertakan foto-foto kegiatan yang jelas, diberi keterangan singkat (caption) berisi lokasi dan momen kegiatan.
  • Gunakan bahasa formal dan objektif, hindari opini atau pernyataan pribadi.
  • Cantumkan tanda tangan ketua panitia dan penanggung jawab kegiatan di halaman akhir.

Contoh Format Laporan Singkat

Judul:
Laporan Kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

Diselenggarakan oleh:
OSIS SMA Negeri 1 Serang bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Serang

Tanggal Pelaksanaan:
28 Oktober 2025

Jenis Kegiatan:
Upacara bendera, lomba pidato kebangsaan, dan pameran karya siswa.

Peserta:
Siswa, guru, dan undangan dari instansi pemerintah setempat.

Hasil Kegiatan:
Kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi 450 peserta. Acara mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Serang.


Dokumentasi Visual dan Publikasi

Dokumentasi kegiatan berperan penting sebagai bukti pelaksanaan dan alat publikasi. Dokumentasi harus mencakup seluruh tahapan acara, mulai dari persiapan hingga penutupan.

Jenis dokumentasi yang disarankan:

  • Foto kegiatan (resolusi tinggi).
  • Video pendek untuk media sosial.
  • Testimoni peserta atau tamu undangan.
  • Press release untuk dikirim ke media lokal atau situs resmi lembaga.

Agar lebih efektif, panitia juga dapat membuat versi digital laporan dalam format PDF interaktif yang bisa diunduh publik melalui situs resmi sekolah, pemerintah daerah, atau media sosial lembaga.

Laporan dan dokumentasi yang baik menunjukkan profesionalitas panitia serta menjadi bukti kontribusi nyata pemuda Indonesia. Dengan penyusunan yang rapi dan informatif, kegiatan Sumpah Pemuda 2025 akan tercatat sebagai bagian dari sejarah yang menginspirasi generasi berikutnya.

Baca juga: Sejarah dan Makna Hari Sumpah Pemuda


Contoh Proposal Kegiatan Sumpah Pemuda 2025 untuk OSIS dan Karang Taruna

Setiap kegiatan besar membutuhkan perencanaan yang matang, dan proposal menjadi dokumen utama dalam tahap persiapan tersebut. Proposal bukan hanya alat untuk mendapatkan izin dan pendanaan, tetapi juga cerminan profesionalitas panitia dalam mengelola kegiatan.


Tujuan Proposal Kegiatan

Proposal kegiatan Sumpah Pemuda berfungsi untuk:

  • Menjelaskan konsep kegiatan secara menyeluruh kepada pihak terkait.
  • Mengajukan dukungan, baik berupa dana, fasilitas, maupun tenaga.
  • Menjadi pedoman pelaksanaan bagi seluruh panitia.
  • Memberikan gambaran akuntabilitas dan transparansi kegiatan.

Proposal yang disusun dengan baik akan lebih mudah mendapatkan persetujuan dari sekolah, pemerintah daerah, lembaga sponsor, atau pihak swasta.


Struktur Proposal Kegiatan

Berikut susunan standar proposal kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025:

1. Halaman Sampul
Memuat judul kegiatan, logo Sumpah Pemuda 2025, nama lembaga penyelenggara, serta waktu dan tempat pelaksanaan.

2. Kata Pengantar
Disusun oleh ketua panitia, berisi ucapan terima kasih dan pengantar singkat mengenai maksud penyusunan proposal.

3. Latar Belakang
Menjelaskan konteks dan alasan mengapa kegiatan ini perlu dilakukan. Sertakan kutipan dari tema resmi Sumpah Pemuda 2025 untuk memperkuat landasan kegiatan.

Contoh:

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan tema “Bersatu, Berkarya, dan Berdaya untuk Indonesia Maju”, kami bermaksud mengadakan serangkaian kegiatan yang menumbuhkan semangat nasionalisme dan kreativitas generasi muda.

4. Dasar Hukum
Cantumkan rujukan dari Juknis resmi Kemenpora serta Surat Edaran yang berlaku.

5. Tujuan Kegiatan
Tujuan dapat dibagi menjadi dua bagian:

  • Tujuan Umum: Menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme di kalangan pemuda.
  • Tujuan Khusus:
    • Menumbuhkan kesadaran berorganisasi dan kepemimpinan.
    • Menyediakan wadah ekspresi dan kreativitas pemuda.
    • Meningkatkan kolaborasi antar lembaga pendidikan dan komunitas.

6. Bentuk dan Rangkaian Kegiatan
Jelaskan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, misalnya:

  • Upacara bendera peringatan Hari Sumpah Pemuda.
  • Lomba esai kebangsaan antar pelajar.
  • Pameran karya pemuda.
  • Aksi sosial dan donor darah.
  • Seminar inspiratif bertema kepemudaan.

7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tuliskan secara rinci tanggal, jam, dan lokasi kegiatan utama.

Contoh:
Tanggal: 26–28 Oktober 2025
Tempat: Aula dan Lapangan SMA Negeri 1 Serang

8. Susunan Panitia
Sertakan daftar lengkap panitia pelaksana beserta jabatan dan tugasnya.

9. Anggaran Biaya (RAB)
Tampilkan dalam bentuk tabel yang mencakup rincian biaya per item dan sumber pendanaan.

Contoh:

NoUraianJumlah (Rp)Keterangan
1Spanduk dan banner kegiatan750.000Dicetak 3 unit
2Konsumsi peserta2.000.000200 orang
3Sewa sound system1.500.000Paket 2 hari
4Piagam dan hadiah lomba1.000.000Untuk 3 kategori
Total5.250.000

10. Penutup
Berisi harapan agar proposal diterima dan kegiatan dapat terlaksana dengan dukungan dari berbagai pihak.

Besar harapan kami agar kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pihak sekolah dan instansi terkait, demi terlaksananya peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 yang bermakna dan inspiratif bagi generasi muda.


Tips Meningkatkan Peluang Proposal Disetujui

  • Gunakan bahasa yang jelas dan sopan, hindari istilah teknis yang tidak perlu.
  • Pastikan anggaran realistis dan transparan. Hindari angka yang terlalu tinggi tanpa dasar yang kuat.
  • Cantumkan lampiran pendukung, seperti surat rekomendasi, foto kegiatan tahun sebelumnya, atau contoh desain media publikasi.
  • Sertakan timeline pelaksanaan yang menunjukkan kesiapan panitia.
  • Jika mengajukan sponsor, tambahkan paket benefit sponsor, misalnya penempatan logo atau penyebutan merek dalam acara.

Template Proposal (Dapat Diadaptasi)

Judul: Proposal Kegiatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025
Tema: “Bersatu, Berkarya, dan Berdaya untuk Indonesia Maju”
Disusun oleh: OSIS SMA Negeri 1 Serang
Tanggal Pelaksanaan: 26–28 Oktober 2025


Checklist Panitia (H-30 hingga Hari H)

H-30 s.d. H-21:

  • Menyusun proposal kegiatan dan memperoleh persetujuan pihak sekolah atau instansi.
  • Membentuk panitia dan menentukan pembagian tugas.
  • Menyebarkan undangan dan informasi kegiatan.

H-20 s.d. H-7:

  • Mengurus perizinan resmi (jika melibatkan pihak luar).
  • Memesan perlengkapan dan kebutuhan logistik.
  • Melakukan gladi kotor dan gladi bersih upacara.

H-3 s.d. Hari H:

  • Mengecek kembali perlengkapan acara.
  • Mengkoordinasikan seluruh panitia.
  • Menjalankan kegiatan sesuai rundown.
  • Menyiapkan tim dokumentasi dan publikasi.

Proposal yang rapi, jelas, dan meyakinkan akan menjadi kunci sukses kegiatan Hari Sumpah Pemuda 2025. Dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang profesional, semangat “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” akan terasa nyata dalam setiap langkah panitia di seluruh Indonesia.


Menghubungkan Juknis 2025 dengan Spirit Kongres Pemuda II 1928

Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar acara seremonial tahunan. Ia adalah momentum untuk meneguhkan kembali janji sejarah yang lahir pada 28 Oktober 1928 — ketika para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang budaya memutuskan untuk bersatu dalam satu cita-cita: Indonesia merdeka.

Membahas juknis Sumpah Pemuda 2025 tidak akan lengkap tanpa menelusuri akar sejarahnya. Di balik panduan teknis dan tata acara yang diatur pemerintah, terdapat nilai-nilai abadi yang menjadi fondasi semangat kebangsaan: persatuan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap masa depan bangsa.


Infografis: Timeline Sejarah Sumpah Pemuda

1. Kongres Pemuda I (1926)
Diselenggarakan di Jakarta (waktu itu Batavia) pada 30 April–2 Mei 1926. Kongres ini mempertemukan berbagai organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Ambon, dan Jong Minahasa.

Tujuan utama:

  • Membangun kesadaran nasional di kalangan pemuda.
  • Menyatukan arah perjuangan lintas daerah.
  • Membentuk jaringan organisasi pemuda yang saling berkoordinasi.

Meskipun belum menghasilkan keputusan monumental, Kongres Pemuda I menjadi batu loncatan menuju Kongres Pemuda II dua tahun kemudian.

2. Kongres Pemuda II (1928)
Kongres kedua diselenggarakan pada 27–28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda di Jakarta. Di sinilah lahir “Sumpah Pemuda” yang menjadi tonggak utama pergerakan nasional.

Isi Sumpah Pemuda:

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Tokoh Kunci di Balik Sumpah Pemuda

Peristiwa bersejarah ini melibatkan banyak tokoh muda yang kelak menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa. Beberapa di antaranya:

  • Soegondo Djojopoespito: Ketua Kongres Pemuda II dan pemimpin Jong Java, yang dikenal tegas dan visioner.
  • Wage Rudolf Supratman: Sang komponis yang pertama kali memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” pada penutupan kongres.
  • Amir Sjarifuddin Harahap: Tokoh muda yang aktif dalam pergerakan politik dan sosial.
  • Yamin, Tabrani, dan Kasman Singodimedjo: Tokoh intelektual muda yang berperan besar dalam perumusan teks Sumpah Pemuda.

Kongres ini juga dihadiri perwakilan perempuan dan organisasi lintas etnis — bukti bahwa semangat kebangsaan telah melampaui batas geografis dan sosial.


Relevansi Spirit 1928 dengan Generasi Muda 2025

Di era digital dan globalisasi, tantangan yang dihadapi generasi muda jauh berbeda dengan tahun 1928. Namun, nilai-nilai yang diwariskan tetap relevan dan bahkan semakin penting.

1. Satu Nusa: Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan Digital
“Tanah air” kini tidak hanya berarti wilayah geografis, tetapi juga ruang digital tempat masyarakat berinteraksi. Generasi muda di tahun 2025 dihadapkan pada tugas menjaga kedaulatan informasi dan melawan disinformasi yang mengancam persatuan bangsa.

2. Satu Bangsa: Merawat Toleransi dan Keberagaman Sosial
Sumpah Pemuda mengajarkan pentingnya melihat perbedaan sebagai kekuatan. Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, semangat “Satu Bangsa Indonesia” harus diterjemahkan dalam bentuk empati, dialog, dan kolaborasi lintas identitas.

3. Satu Bahasa: Membangun Literasi dan Komunikasi Positif
Bahasa Indonesia telah menjadi alat pemersatu bangsa sejak 1928. Di tahun 2025, bahasa juga menjadi senjata untuk menyebarkan gagasan, membangun reputasi digital, dan menjaga etika komunikasi publik di media sosial.


Refleksi: Dari Kongres ke Aksi

Jika generasi 1928 berjuang dengan pena, rapat, dan lagu perjuangan, maka generasi 2025 memiliki teknologi, kreativitas, dan jejaring global sebagai senjatanya.

Peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menyalakan api baru dalam diri setiap pemuda untuk bertindak nyata.
Mereka bisa berinovasi dalam ekonomi digital, menciptakan gerakan sosial di dunia maya, atau memperkuat kepemimpinan di lingkungan sekitar.

Seperti yang sering diucapkan oleh Soegondo Djojopoespito:

“Kami putra dan putri Indonesia, kami ingin membangun Indonesia bukan dengan kata-kata, tapi dengan karya.”

Spirit itulah yang menjadi fondasi setiap juknis dan pedoman teknis yang diterbitkan pemerintah hingga kini. Karena di balik seluruh aturan administratif, tujuan akhirnya tetap satu: memastikan semangat Sumpah Pemuda terus hidup dan diteruskan oleh generasi berikutnya.


Hal-hal yang Wajib Dihindari dalam Pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda 2025

Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan hanya tentang bagaimana cara merayakannya, tetapi juga tentang bagaimana menjaga esensinya. Banyak kegiatan seremonial yang tampak meriah di permukaan, namun justru melenceng dari semangat dan pedoman yang diatur dalam Juknis Sumpah Pemuda 2025.

Agar pelaksanaan berjalan tertib, bermakna, dan tidak menimbulkan polemik, ada beberapa hal penting yang perlu dihindari oleh panitia, lembaga, maupun komunitas yang menyelenggarakan kegiatan.


1. Mengabaikan Pedoman Resmi dari Kemenpora

Setiap tahun, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menerbitkan pedoman atau juknis resmi yang memuat tema, logo, panduan upacara, hingga format kegiatan pendukung.

Mengabaikan juknis resmi dapat menimbulkan kesalahan teknis dan kesan tidak profesional, terutama bila kegiatan dilakukan atas nama instansi pemerintah, sekolah, atau organisasi pemuda di bawah binaan pemerintah.

Hindari:

  • Menggunakan tema atau logo yang berbeda dari ketentuan nasional.
  • Melaksanakan kegiatan tanpa menyertakan nilai utama yang diangkat dalam juknis (misalnya semangat kolaborasi, kepemimpinan, atau kebangsaan).
  • Menyusun susunan acara yang tidak sesuai tata urutan resmi upacara bendera Sumpah Pemuda.

2. Komersialisasi Berlebihan

Semangat Sumpah Pemuda bersifat ideologis dan kebangsaan, bukan komersial. Kegiatan seperti konser atau festival boleh saja digelar, selama tidak menggeser makna utama peringatan menjadi ajang promosi bisnis semata.

Hindari:

  • Menjadikan peringatan sebagai sarana iklan produk atau sponsor secara dominan.
  • Menyisipkan muatan politik atau kepentingan pribadi di dalam acara.
  • Menjual atribut peringatan (baju, merchandise, banner) tanpa izin atau tanpa manfaat sosial yang jelas.

3. Penyebaran Informasi yang Tidak Akurat

Dalam era digital, kesalahan kecil dalam menyebarkan informasi bisa berakibat besar. Misalnya, penggunaan logo salah tahun, kutipan sumpah yang keliru, atau penyebutan tema yang tidak sesuai juknis.

Hindari:

  • Menyebarkan konten visual (poster, twibbon, video) tanpa mencantumkan sumber resmi.
  • Mengutip teks “Sumpah Pemuda” dengan ejaan yang salah atau tidak sesuai versi historis 1928.
  • Membuat narasi sejarah yang dimodifikasi untuk kepentingan tertentu.

4. Melibatkan Unsur yang Bertentangan dengan Nilai Kebangsaan

Segala bentuk kegiatan yang mengandung unsur kekerasan, diskriminasi, provokasi politik, atau ujaran kebencian bertentangan dengan nilai Sumpah Pemuda.

Hindari:

  • Aksi simbolik yang berpotensi menimbulkan perpecahan sosial.
  • Penggunaan simbol organisasi yang bersifat eksklusif atau mengandung ideologi tertentu.
  • Mengundang pembicara yang memiliki rekam jejak intoleransi atau ujaran kebencian.

5. Pelanggaran Etika Digital dalam Kegiatan Daring

Banyak peringatan Sumpah Pemuda kini diselenggarakan secara hybrid (gabungan luring dan daring). Karena itu, etika digital harus menjadi perhatian serius.

Hindari:

  • Spam undangan atau promosi kegiatan di grup publik tanpa izin.
  • Penggunaan musik, video, atau logo tanpa hak cipta yang sah.
  • Pelanggaran privasi (misalnya menyebarkan foto peserta tanpa persetujuan).

6. Kurangnya Refleksi Substansi

Peringatan Sumpah Pemuda yang hanya berisi upacara formal, tanpa ruang refleksi atau diskusi substantif, berisiko kehilangan maknanya.

Hindari:

  • Acara yang hanya berfokus pada seremonial tanpa edukasi nilai kebangsaan.
  • Minimnya partisipasi pemuda dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
  • Tidak menghadirkan unsur kreativitas, inovasi, atau kontribusi nyata.

Penegasan

Juknis Sumpah Pemuda 2025 menekankan agar setiap penyelenggara kegiatan berpegang pada prinsip nilai, kepatuhan, dan makna. Pelanggaran terhadap juknis bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan bentuk pengabaian terhadap warisan sejarah yang telah diperjuangkan dengan darah dan semangat oleh para pemuda 1928.

Dengan menghindari hal-hal di atas, pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda 2025 akan lebih bermartabat, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa yang kuat.


Contoh Kegiatan Inovatif dan Kreatif Sumpah Pemuda 2025

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 bukan hanya tentang mengenang peristiwa 1928, tetapi juga tentang menghidupkan semangatnya dalam konteks kekinian. Untuk itu, kegiatan yang digelar tidak harus bersifat seremonial, melainkan bisa diolah secara kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan dunia anak muda saat ini.

Berikut beberapa ide kegiatan inovatif yang dapat dijadikan inspirasi oleh sekolah, kampus, instansi pemerintah, organisasi kepemudaan, maupun komunitas lokal.


1. Lomba Inovasi Digital “Pemuda Berkarya untuk Negeri”

Kegiatan ini dapat berupa lomba karya digital seperti video pendek, poster interaktif, aplikasi sederhana, atau kampanye media sosial yang mengangkat tema nasionalisme, kolaborasi, dan kepemimpinan muda.

Tujuan:

  • Mendorong pemuda untuk menggunakan teknologi sebagai sarana ekspresi kebangsaan.
  • Membangun kesadaran digital positif dan etika bermedia sosial.

Contoh Bentuk Kegiatan:

  • Kompetisi video edukatif bertema “Satu Nusa di Era Digital”.
  • Tantangan desain infografis tentang sejarah dan nilai Sumpah Pemuda.
  • Hackathon mini untuk menciptakan aplikasi sosial yang memperkuat solidaritas pemuda.

2. Program Bakti Sosial “Pemuda Peduli Sesama”

Salah satu bentuk konkret penerapan nilai Sumpah Pemuda adalah kepedulian sosial. Kegiatan bakti sosial bisa dilakukan secara sederhana namun berdampak, baik di lingkungan sekolah, desa, maupun kota.

Tujuan:

  • Menumbuhkan empati dan solidaritas antar generasi.
  • Menguatkan peran pemuda sebagai agen perubahan di masyarakat.

Contoh Bentuk Kegiatan:

  • Aksi donor darah, penanaman pohon, atau pembersihan tempat umum.
  • Gerakan berbagi sembako dan alat tulis kepada masyarakat kurang mampu.
  • Penggalangan dana digital untuk kegiatan sosial dengan transparansi penuh.

3. Festival Budaya dan Musik “Harmoni Pemuda Indonesia”

Budaya adalah ruh dari persatuan bangsa. Festival ini bisa menggabungkan seni pertunjukan tradisional dan modern untuk menggambarkan keberagaman yang menyatu dalam semangat Sumpah Pemuda.

Tujuan:

  • Menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas nasional.
  • Menjadikan seni dan musik sebagai bahasa universal persatuan.

Contoh Bentuk Kegiatan:

  • Pentas kolaborasi musik daerah dan modern.
  • Parade busana nusantara dengan narasi sejarah perjuangan pemuda.
  • Workshop seni dan tari bagi pelajar dan masyarakat umum.

4. Dialog Kebangsaan “Suara Pemuda untuk Indonesia Maju”

Kegiatan ini berfokus pada ruang diskusi interaktif yang melibatkan tokoh muda, akademisi, jurnalis, dan pejabat publik untuk membahas isu strategis pemuda.

Tujuan:

  • Menumbuhkan pemikiran kritis dan partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.
  • Memperkuat literasi politik dan kebangsaan generasi muda.

Contoh Bentuk Kegiatan:

  • Diskusi panel tentang tantangan pemuda di era globalisasi.
  • Podcast live bertema “Pemuda dan Masa Depan Demokrasi Digital”.
  • Forum debat antar kampus dengan topik kebijakan publik untuk pemuda.

5. Pameran Arsip dan Sejarah “Jejak Pemuda 1928”

Bagi sekolah atau museum daerah, kegiatan ini bisa menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan perjalanan sejarah Sumpah Pemuda secara visual dan interaktif.

Tujuan:

  • Menghidupkan nilai historis dalam format yang menarik.
  • Meningkatkan literasi sejarah di kalangan pelajar.

Contoh Bentuk Kegiatan:

  • Pameran foto dan dokumen sejarah.
  • Pemutaran film dokumenter perjuangan pemuda.
  • Tur edukasi dan pembuatan mural bertema persatuan.

6. Gerakan Media Sosial “#BersatuUntukBangsa”

Kampanye digital merupakan cara efektif menjangkau audiens luas, terutama generasi muda yang aktif di dunia maya.

Tujuan:

  • Menyebarkan nilai persatuan dan semangat nasionalisme melalui platform digital.
  • Mengonversi momentum Sumpah Pemuda menjadi gerakan positif daring.

Contoh Bentuk Kegiatan:

  • Tantangan twibbon serentak dengan tema nasional.
  • Pembuatan filter Instagram atau TikTok bertema Sumpah Pemuda.
  • Kolaborasi konten edukatif dengan influencer lokal yang berintegritas.

Penutup

Kreativitas adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap semangat Sumpah Pemuda. Dengan mengubah peringatan menjadi gerakan kolaboratif dan inovatif, generasi muda tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menciptakan sejarah baru — sejarah yang menunjukkan bahwa nilai persatuan, kerja sama, dan nasionalisme tetap hidup dalam setiap langkah mereka.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 hendaknya menjadi momentum lahirnya gagasan segar, kolaborasi lintas generasi, dan karya nyata yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.

Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ) Seputar Juknis Sumpah Pemuda 2025

1. Kapan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025 dilaksanakan?

Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025 dilaksanakan pada 28 Oktober 2025. Hari ini tetap menjadi momen nasional, meskipun tanggal tersebut jatuh pada hari kerja, semua instansi dan sekolah dianjurkan menyelenggarakan upacara sesuai juknis resmi.

2. Apakah sekolah swasta atau instansi non-pemerintah wajib mengikuti Juknis ini?

Meskipun juknis diterbitkan oleh Kemenpora untuk instansi pemerintah dan sekolah negeri, sekolah swasta dan organisasi pemuda non-pemerintah dianjurkan mengikuti panduan agar kegiatan tetap seragam dan sesuai semangat nasional.

3. Bagaimana jika instansi ingin menggunakan tema atau logo internal sendiri?

Penggunaan tema atau logo berbeda tidak disarankan karena bertentangan dengan pedoman resmi. Namun, jika ingin menambahkan logo internal, pastikan tetap mengutamakan logo dan tema resmi HSP 2025 dan tidak mengubah warna, bentuk, atau proporsinya.

4. Siapa yang berhak menjadi Inspektur Upacara di sekolah atau instansi?

Inspektur Upacara biasanya adalah kepala sekolah, kepala instansi, atau pejabat yang ditunjuk. Untuk kegiatan tingkat nasional atau daerah, bisa melibatkan pejabat pemerintah atau tokoh masyarakat sesuai arahan juknis.

5. Di mana saya bisa mendapatkan materi lagu-lagu wajib nasional untuk upacara?

Materi lagu resmi seperti Indonesia Raya, Hymne Pemuda, dan Mars Pemuda dapat diperoleh melalui:

  • Situs resmi Kemenpora atau Kemdikbudristek.
  • Download dari paket aset digital HSP 2025 yang disediakan untuk panitia.
  • Saluran resmi YouTube atau platform musik pemerintah yang menyediakan versi audio dan notasi musik.

6. Apakah ada pedoman dress code untuk peserta upacara?

Ya, juknis HSP 2025 menetapkan dress code khusus untuk:

  • Peserta (pelajar, mahasiswa, anggota organisasi kepemudaan)
  • Petugas upacara (pembaca naskah, komandan upacara)
  • Tamu undangan (ASN, pejabat, dan masyarakat umum)
    Detail dress code biasanya mencakup warna seragam, atribut, dan penggunaan pin/logo resmi.

7. Bagaimana cara mengunduh logo resmi Sumpah Pemuda 2025?

Logo resmi tersedia dalam berbagai format: PNG HD, AI, CDR, EPS, PDF. Panitia bisa mengunduhnya melalui:

  • Situs resmi Kemenpora atau portal resmi HSP 2025
  • Paket aset digital yang dilampirkan dalam juknis resmi
    Pastikan tidak memodifikasi warna, bentuk, atau proporsi logo.

8. Apakah ada contoh proposal kegiatan yang bisa digunakan langsung oleh panitia?

Ya, pemerintah dan beberapa lembaga kepemudaan menyediakan template proposal kegiatan HSP 2025 dalam format Word dan PDF. Template ini sudah sesuai juknis dan mencakup:

  • Latar belakang kegiatan
  • Tujuan umum dan khusus
  • Susunan acara dan rundown
  • Rencana anggaran biaya (RAB)
  • Struktur panitia dan jobdesc

9. Apakah kegiatan daring (online) diperbolehkan?

Ya, kegiatan daring sangat dianjurkan, terutama untuk:

  • Webinar atau diskusi panel
  • Kompetisi digital (poster, video, aplikasi)
  • Kampanye media sosial bertema Sumpah Pemuda
    Pastikan tetap mengacu pada pedoman etika digital, hak cipta, dan penggunaan logo resmi.

10. Bagaimana panitia memastikan kegiatan tetap sesuai juknis sekaligus kreatif?

  • Ikuti panduan resmi untuk upacara dan penggunaan logo/tema.
  • Inovasi dilakukan pada kegiatan pendukung (lomba, festival, bakti sosial) dengan tetap mengedepankan nilai persatuan, kolaborasi, dan pendidikan kebangsaan.
  • Gunakan template proposal, checklist panitia, dan panduan implementasi desain untuk memastikan seluruh kegiatan tertata rapi.

Penutup: Panduan Lengkap Juknis Sumpah Pemuda 2025

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk menghidupkan semangat persatuan, kebangsaan, dan inovasi di kalangan generasi muda. Dengan mengikuti juknis resmi, panitia dapat memastikan setiap kegiatan — mulai upacara bendera, lomba kreatif, hingga kegiatan sosial — berjalan tertib, bermakna, dan sesuai dengan nilai historis yang diwariskan sejak Kongres Pemuda II 1928.

Melalui panduan ini, semua panitia, sekolah, instansi, dan komunitas pemuda mendapatkan satu-satunya sumber daya terpusat yang mencakup:

  • Tema dan filosofi HSP 2025 beserta analisis historis.
  • Pedoman pelaksanaan upacara dan kegiatan pendukung.
  • Aset digital resmi (logo, template spanduk, banner, twibbon).
  • Template proposal, checklist panitia, dan contoh implementasi kreatif.

Sekarang, giliran Anda untuk mengubah panduan ini menjadi aksi nyata. Unduh template proposal, susun kegiatan sesuai juknis, dan bagikan semangat persatuan kepada seluruh peserta.

Mari jadikan peringatan Sumpah Pemuda 2025 bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menciptakan sejarah baru: generasi muda yang bersatu, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.

Mulai perencanaan Anda sekarang dan pastikan setiap langkah panitia mencerminkan semangat Sumpah Pemuda 1928 yang relevan di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *