Klasifikasi Bisnis Berdasarkan Kegiatannya
Bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama berdasarkan kegiatan utamanya. Berikut adalah klasifikasi tersebut beserta penjelasan dan contohnya:
- Klasifikasi Bisnis Berdasarkan Kegiatannya
- 1. Bisnis Ekstraktif
- 2. Bisnis Agraris
- 3. Bisnis Industri
- 4. Bisnis Perdagangan
- 5. Bisnis Jasa
- 6. Bisnis Konstruksi
- FAQ (Frequently Asked Questions)
- 1. Apa itu klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya?
- 2. Mengapa penting memahami klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya?
- 3. Apa yang dimaksud dengan bisnis ekstraktif?
- 4. Bagaimana bisnis agraris berbeda dari bisnis ekstraktif?
- 5. Bisnis industri melibatkan apa saja?
- 6. Apa yang dimaksud dengan bisnis perdagangan?
- 7. Bisnis jasa menyediakan apa?
- 8. Apa yang dilakukan oleh bisnis konstruksi?
- 9. Bagaimana klasifikasi bisnis ini membantu mahasiswa Pengantar Bisnis (EKMA4111)?
- 10. Apa saja yang termasuk klasifikasi bisnis menurut kegiatannya?
- 11. Apa saja klasifikasi dari proses bisnis?
- 12. Klasifikasi apa saja dalam aktivitas perusahaan?
- 13. Apa macam-macam jenis bisnis berdasarkan aktivitasnya?
- 14. Klasifikasi bisnis adalah?
- 15. Jelaskan tipe bisnis berdasarkan kegiatannya Brainly?
- 16. Klasifikasi bisnis PDF
- 17. Tipe bisnis berdasarkan kegiatannya jurnal
- 18. Makalah Klasifikasi bisnis
- 19. Kegiatan komunikasi pemasaran dengan menggunakan media internet adalah?
- 20. Jelaskan Klasifikasi aktivitas pada perusahaan?
- 21. Bagan klasifikasi jenis bisnis
- Kesimpulan
1. Bisnis Ekstraktif
Bisnis ekstraktif berfokus pada pengambilan bahan-bahan mentah dari alam. Kegiatan ini termasuk:
- Pertambangan (mengambil mineral dari tanah)
- Perikanan (menangkap ikan di laut)
- Kehutanan (memanen kayu dari hutan)
2. Bisnis Agraris
Bisnis agraris melibatkan pertanian, peternakan, dan perkebunan. Contoh kegiatan dalam bisnis ini meliputi:
- Pertanian (menanam tanaman pangan, buah-buahan, dan sayuran)
- Peternakan (memelihara hewan untuk menghasilkan susu dan daging)
- Perkebunan (mengolah kebun sawit atau kebun teh)
3. Bisnis Industri
Bisnis industri mencakup kegiatan produksi yang mengubah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Contoh bisnis industri termasuk:
- Manufaktur (mengolah baja menjadi mobil)
- Tekstil (mengolah kapas menjadi pakaian)
- Elektronik (memproduksi perangkat elektronik dari komponen)
4. Bisnis Perdagangan
Bisnis perdagangan berfokus pada kegiatan jual beli barang dan jasa. Mereka berfungsi sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Contohnya:
- Toko ritel
- Grosir
- Pasar swalayan
5. Bisnis Jasa
Bisnis jasa menyediakan layanan yang tidak berwujud kepada konsumen atau bisnis lain. Contohnya termasuk:
- Perbankan
- Asuransi
- Kesehatan
- Pendidikan
- Pariwisata
- Konsultasi
6. Bisnis Konstruksi
Bisnis konstruksi terlibat dalam pembangunan infrastruktur seperti gedung, jalan, dan jembatan. Perusahaan dalam kategori ini bertanggung jawab atas:
- Perencanaan
- Desain
- Pelaksanaan proyek pembangunan
Kesimpulan
Artikel ini telah menguraikan secara rinci klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya, memberikan jawaban komprehensif untuk tugas mahasiswa mata kuliah Pengantar Bisnis (EKMA4111) Jurusan Ilmu Manajemen. Dengan membahas enam kategori utama bisnis—ekstraktif, agraris, industri, perdagangan, jasa, dan konstruksi—kita dapat memahami peran masing-masing dalam perekonomian dan bagaimana mereka berkontribusi dalam menyediakan produk dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Setiap kategori bisnis memiliki karakteristik unik dan tujuan spesifik yang membedakan satu sama lain. Misalnya, bisnis ekstraktif fokus pada pengambilan bahan mentah dari alam, sementara bisnis agraris berkaitan dengan pengolahan tanah dan hewan untuk menghasilkan produk pertanian. Bisnis industri bertanggung jawab atas produksi barang jadi dari bahan mentah, dan bisnis perdagangan berfungsi sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Bisnis jasa menyediakan layanan yang tidak berwujud, dan bisnis konstruksi menangani pembangunan infrastruktur.
Dengan memahami klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya, mahasiswa Jurusan Ilmu Manajemen dapat lebih siap dalam menghadapi tugas akademis dan memiliki wawasan yang lebih luas tentang bagaimana bisnis beroperasi dalam berbagai sektor. Informasi ini sangat penting untuk membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang dunia bisnis dan aplikasi praktisnya dalam ekonomi global. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi yang berguna dan membantu mahasiswa mencapai kesuksesan dalam studi mereka.




