Medali kehormatan di Ulang Tahun Kota Bekasi

Teriknya matahari pagi itu sungguh menyehatkan. Membuat berkeringat. Peserta pawai yang masih bergerombol juga terdengar berceloteh “bisa bikin item”. Namun cahaya terang yang menggigit dari langit itu tak menyurutkan ribuan warga Kota Bekasi yang sudah hadir bertumpuk antara Stadion Patriot yang terletak di Jalan Ahmad Yani dan Sumarrecon Bekasi untuk tetap berkerumun memanjang pada lintasan berjarak sekitar 3 kilometer itu.

Ya, ini adalah bagian dari perayaan Ulang Tahun Kota Bekasi ke 20. Sebuah pawai budaya yang rutin digelar setiap hajatan ulang tahun Kota Bekasi, juga digelar pada tanggal 12 Maret 2017 lalu. Semua tersenyum sumringah, termasuk Walikota Rahmat Effendi, Wakil Walikota Ahmad Syaikhu serta beberapa pejabat lain yang hadir dalam hajatan ini. Ketika arakan pawai mulai berjalan, dengan sasaran adalah panggung utama yang dibentang  di kawasan Sumareccon Bekasi, Matahari juga semakin bersemangat mengirimkan aura panasnya dari puncak kekuasaannya. Walau terik, sebagian peserta pawai tetap mengatakan cuaca sangat bersahabat, dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang tak putus diguyur hujan, bahkan beberapa bagian kota sempat direndam banjir.

Inilah wajah Kota Bekasi yang sesungguhnya. Berbagai bentuk keberagaman bisa dilihat dari panjangnya arakan pawai bertabur berbagai corak dan warna pakaian dari para peserta pawai. Namun yang paling dominan adalah baju pangsi, pakaian khas jawara Bekasi, yang juga dikenakan oleh Walikota dan Wakil walikota lengkap dengan golok yang terselip di pinggangnya.

Salah satu rombongan peserta pawai adalah Perguruan Seni Beladiri Seni Maenpukul Bekasi atau SMB, yang mewakili kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Selain membawa bendera-bendera kebesaran, beberapa jawara muda anggota perguruan ini asyik memainkan jurus-jurus silat diatas aspal panas sepanjang perjalanan pawai. Para jawara dari Perguruan Pencak Silat ini juga sedang berbahagia, karena juga merayakan Miladnya yang ke 3, yang bersamaan waktunya dengan hari jadi Kota Bekasi ke 20.

Namun di depan panggung kehormatan, rombongan perguruan Silat Seni Maenpukul Bekasi justru berhenti. Mereka melakukan atraksi main jurus, kemudian sang guru besar, sekaligus pendiri perguruan, Nur Alamsyah, meminta agar Walikota Bekasi, Rahmat Efendi dan Wakil Walikota Ahmad Syaikhu turun dari panggung.

Walau sempat kebingungan, kedua petinggi Kota Bekasi ini turun dari panggung kehormatan. “Mungkin pak Walikota dan Wakil Walikota berkata dalam hati kalau ditantang maen jurus, kan gua sudah punya golok di pinggang…”, gurau Nur Alamsyah tersenyum usai mengikuti pawai.

Namun dibawah panggung kedua pejabat ini kembali tersenyum sumringah, ternyata Guru Besar perguruan Seni Maenpukul Bekasi justru mengalungkan medali kehormatan buat kedua tokoh pemerintahan Kota Bekasi ini. Setelah mengucapkan terima kasih dan memberi hormat, keduanya kembali ke panggung untuk memberi kesempatan kepada peserta pawai lainnya.

Menurut Nur Alamsyah yang juga akrab disapa Bang Mandor Alam ini, Walikota dan Wakil Walikota Bekasi adalah tokoh yang dipandangnya mempunyai komitmen untuk terus menjaga Budaya Bekasi, termasuk Seni Beladiri Pencak Silat yang merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki Kota Bekasi. Apalagi Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu juga merupakan Pembina di perguruan silat yang dipimpinnya. “Semoga bertambahnya usia Kota Bekasi, juga membuat warganya semakin menghargai menerapkan nilai-nilai budaya yang kita miliki”, pungkasnya. (Ida Dasrida)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.