Bupati dan DPRD, Siap Kawal Beroperasinya Semen Rembang

REMBANG, FOKUS.CO.ID – Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Ketua DPRD Majid Kamil kembali menegaskan dukungannya kepada PT Semen Indonesia untuk melengkapi perizinan yang diperlukan, guna berlanjutnya kegiatan produksi semen di plant Rembang. Apalagi,  sebenarnya mayoritas warga Rembang pun  mendukung keberadaan pabrik,  setelah mereka merasakan manfaatnya.

Gus Kamil yang juga putra KH Maimun Zubair itu  tidak menampik adanya warga yang berada di area Ring I, ada yang menolak keberadaan panbrik semen. Sekalipun  demikian, walaupun jumlah mereka segelintir orang saja, namun karena dukungan pihak luar dan lantar bersuara di media, baik media main stream maupun media sosial, penolakan mereka seolah-olah mewakili mayoritas warga.

“Saya menyesalkan penutupan pabrik, tetapi saya juga menghormati hukum,” ujar Gus Kamil di Rembang. Dalam proses hukum sebenarnya, hingga tahapan kasasi di Mahkamah Agung, semua tahapan dimenangkan oleh PT SI. Namun, para penggugat kemudian mengajukan Peninjauan Kembali (PK), yang ternyata hakim kemudian memenangkan para penggugat.

Gus Kamil juga menyatakan terkejut saat mendapat informasi, bahwa novum yang diajukan para penggugat, ternyata di dalamnya ada data yang aneh mengenai warga yang diklaim menolak pabrik semen di Rembang. Aneh, karena di antara warga Rembang yang diklaim menolak PT SI, ada yang mengaku pekerjaannya presiden RI, menteri, power rangers, dan copet terminal. Selain itu, temuan Polda Jateng menunjukkan, 30 warga yang tanda tangan dalam daftar yang digunakan untuk novum ternyata anak usia balita.

Namun sekali lagi ditegaskan, untuk urusan hukum, baik Pemerintah maupun DPRD Kabupaten Rembang, tidak bisa ikut-ikutan. Selaku ketua DPRD Rembang, Gus Kamil hanya bisa mendorong agar PT SI segera menuntaskan perizinan baru dan hal lain yang dibutuhkan, agar pabrik dapat dimungkinkan kembali beroperasi. Sikap itu disampaikan, mengingat banyak warga Rembang yang telah menggantungkan kehidupannya pada pabrik semen tersebut.

Ditemui secara terpisah, Bupati Abdul Hafidz juga mengungkapkan harapannya agar pabrik semen di Rembang dapat beroperasi. Sebagai kepala daerah, Hafidz merasa berkepentingan dengan adanya pabrik semen, karena keberadaannya dapat menyerap tenaga kerja baik dari daerah terdampak langsung (Ring I) maupun Rembang pada umumnya. Selain itu, keberadaan pabrik juga menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Gus Kamil menambahkan, PT SI adalah satu-satunya perusahaan domestik yang juga merupakan milik pemerintah (BUMN), yang berinvestasi di Rembang dan telah menggelontorkan investasi Rp 5 triliun untuk pabrik tersebut. Seperti halnya Bupati Rembang, Gus Kamil juga siap mengawal, agar pabrik dapat menyerap tenaga kerja dari Rembang.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.