Pabrik Semen Rembang Dihujat tapi Manfaat

Pabrik Semen Rembang ibarat buah durian. Tajam menusuk di luar, tetapi lezat di dalam. Di saat, masyarakat menentang pabrik semen akibat hasutan beberapa orang aktivis, pabrik semen milik rakyat (BUMN) itu, makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar lokasi.
Berita terbaru, CSR Center Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) kucurkan dana hingga Rp670 juta untuk membangun infrastruktur air bersih pada dua desa di sekitar pabrik Rembang yakni Desa Kajar dan Pasucen Kec Gunem Rembang Jawa Tengah. Dana itu digunakan untuk membangun pipanisasi sepanjang 1 kilometer dan sarana air bersih yang dialirkan ke tandon berkapasitas 8.200 liter dalam 2 titik yaitu, Masjid dusun Wuni Desa Kajar dan dekat sumber mata air Desa Waru.
Selain Dusun Wuni, perusahaan juga memberikan bantuan pipanisasi dan tandon air 5.100 liter di Desa Pasucen. Direktur Utama PT Semen Gresik Sunardi Prionomurti mengatakan, bantuan tandon ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga yang selama bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air.
“Bertahun-tahun warga di sini, kesulitan air, apalagi air bersih. Dengan adanya tandon ini, kami berharap dapat bermanfaat bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran kami di sini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi warga, utamanya yang masih kesulitan air bersih,” tegas Sunardi.
Sementara Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan tandon tersebut. “Saya bersyukur kepada Allah SWT. Rakyat saya seger, kecukupan air. Fasilitas air seperti ini belum pernah ada sama sekali. Kami juga sangat berterima kasih kepada warga di Desa Waru, Jepon, Blora, yang bersedia memberikan sumber airnya untuk dipakai warga di Dusun Wuni,” ujar Abdul Hafidz.
Dia menambahkan kehadiran pabrik semen di wilayahnya terbukti memberikan banyak manfaat bagi warga. Bukan saja air bersih, Semen Indonesia juga telah mengucurkan banyak bantuan CSR untuk masyarakat di Kabupaten Rembang.
“Untuk itu, saya meminta masyarakat mendukung penuh kehadiran pabrik semen di Rembang. Saya trenyuh, prihatin kalau di tempat lain pabrik semen milik asing kok justru tak mendapat penolakan, mengapa yang milik BUMN kok dioyak-oyak dan dihambat. Saya pertanyakan, mana rasa merah-putihnya, nasionalismenya,” terang dia.
Sambutan baik juga disampaikan Camat Gunem Teguh Gunawarman saat acara penyerahan penyaluran air bersih bantuan Semen Indonesia di SDN 02 Kajar. “Selama puluhan tahun, sejak jaman nenek moyang kami tinggal di tempat ini, warga tak bisa menikmati air bersih. Warga setiap tahun kesulitan mendapatkan air, termasuk air bersih, untuk kegiatan sehari-hari,” ujarnya.


Menurut Teguh, wilayah yang selalu kesulitan air adalah Dusun Wuni yang berada di Desa Kajar. Dusun berpenduduk 125 kepala keluarga (KK) atau 700 jiwa. “Warga harus mengangsu (menimba air) dari desa tetangga, Desa Waru yang masuk Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora sejauh 1 km,” ujar Teguh.
Suwarti, salah seorang warga mengaku, setiap hari harus mengambil air dengan berjalan kaki dan menempuh jalan terjal dan menanjak. Dalam sehari, dia hanya mampu mengambil air 1-2 jerigen untuk keperluan rumah tangganya, dengan membeli Rp5.000 per jerigen. ***

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.