Organisasi Kepemudaan Lakukan Safari Politik

BOGOR, FOKUS.CO.ID – Setelah melakukan lawatan politik kebeberapa tokoh, kini DPP Pemuda LIRA yang dinahkodai Indra Lesmana melanjutkan kunjungannya ke kediaman aktivis tahun `80an Dr. H. Eggi Sudjana, SH, M.Si.  di Bogor pada Senin, 2 Januari 2016.

Indra Lesmana, mengakui kalau kunjungannya kali ini dimaksudkan untuk menggali pemikiran Eggi Sudjana terkait situasi nasional bangsa Indonesia kekinian secara keseluruhan.

“Kami merasa perlu mengunjungi bang Eggi untuk menggali pemikirannya terkait situasi nasional yang berkembang saat ini. Mengingat bang Eggi salah satu tokoh nasional yang berani mengkritisi penguasa sejak era Orde Baru hingga era kekinian,” tutur Indra.

Indra memaparkan kalau kunjungannya kali ini bukanlah kali pertama dan terakhir. Sebelumnya ia telah mengunjungi senior GMNI dr. Andi Talman Nitidisastro dan juga bersama LSM LIRA sebagai induk organisasi Pemuda LIRA Pimpinan HM. Jusuf Rizal telah mengunjungi beberapa tokoh nasional seperti, Rahmawati Sukarno Putri dan Habib Riziq Sihab dalam rangka sharing dan menyerahkan penghargaan Tokoh Award 2016.

Eggi Sudjana tercatat pernah memimpin organisasi mahasiswa Islam pada tahun 1986 hingga 1988. Ia terkenal lantang dalam mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah. Diantara beberapa kebijakan Pemerintah yang ditentangnya adalah penerapan asas tunggal bagi seluruh partai politik dan ormas pada masa orde baru. Eggi juga dikenal aktivis paling lantang menolak berdirinya CSIS pada zamannya.

Sementara itu Kusnadi Sekretaris OKK DPP PEMUDA LIRA mengatakan, bahwa Pemuda LIRA akan terus melakukan safari politik ke tokoh-tokoh nasional dalam rangka mencari solusi bagi persoalan bangsa. Selain itu kami juga menyampaikan komitmen kami dalam mengawal NKRI di wilayah perbatasan dengan membuka Desa dan Kota mandiri yang terintegrasi dengan pusat melalui program transmigrasi pemuda.

Pada kesempatan tersebut menurut Indra, Eggi mengajak seluruh elemen bangsa untuk bertakwa kepada Tuhannya masing-masing serta mengimplementasikan ajaran solat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kata bang Eggi sebelum melaksanakan solat kita diwajibkan wudu terlebih dahulu untuk menjaga kesucian. Nah dalam implementasinya yang dimaksud dengan wudu disini adalah bersih-bersih diri. Membersihkan diri dari sifat korup, maksiat, dzolim, dan sebagainya. Jadi menurut bang Eggi seluruh elemen bangsa harus melaksanakan wudu politik, wudu ekonomi, wudu hukum, dan sebagainya,” terang Indra.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.