Pemerintah Didesak Pemuda Untuk Hentikan Pembangunan IPP

Jakarta, Fokus.co.id – Setelah sebelumnya perjuangan SP PLN dalam upaya uji matei Pasal 10 dan Pasal 11 UU Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dengan registrasi perkara Nomor 149/PUU-VII/2009 pada Kamis, 30 Desember 2010 ditolak seluruhnya, kini SP PLN bisa bernafas lega.

Pasalnya kali ini Sidang Mahkamah Konstitusi pada Rabu, 14 Desember 2016 mengabulkan sebagian  permohonan uji materi SP PLN terhadap Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. MK mengabulkan permohonan uji materi SP PLN dengan Perkara Nomor 111/PUU-XIII/2015.

Mendengar kabar ini Indra Lesmana, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA melalui telephon genggamnya menyatakan kepada redaksi Fokus.co.id, menyambut baik keputusan yang dikeluarkan MK terhadap permohonan uji materi SP PLN.

“Saya bangga dengan perjuangan kawan-kawan aktivis SP PLN yang gigih. Saya ikut bergembira mendengar kabar ini. Keputusan yang dikeluarkan MK terhadap permohonan uji materi SP PLN kali ini saya sambut baik,” tutur Indra.

Pria yang juga aktif sebagai aktivis Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) ini mengaku optimis terhadap langkah-langkah para Serikat Pekerja (SP) atau Serikat Buruh (SB) dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Dengan penuh keyakinan Indra katakan pasti akan membuahkan hasil sejauh diperjuangkan dengan gigih pula.

Indra mengingatkan Pemerintah agar menghentikan sementara pembangunan proyek produsen listrik swasta, Independent Power Producer (IPP) setelah keputusan MK ini. IPP merupakan  bagian dari proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang dicanangkan pemerintahan dengan total komitmen investasi USD.6 miliar atau sekitar Rp.78 triliun (kurs Rp. 13.000/USD, red).

“Pemerintah harus menghentikan sementara kegiatan IPP sampai ada regulasi baru yang bisa memayungi para produser listrik swasta tersebut. Mengingat payung hukum yang ada sudah dianulir oleh MK. Apalagi sebagian besar IPP berasal dari perusahaan asing, dari China, India, Portugal, serta Jepang  seperti Mitsubishi Corp dan Sumitomo Corp,” tutur Indra.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.