Warga Muaragembong Tangkap Buaya di Laut

Seekor buaya dengan panjang sekitar 3 meter terjebak dalam jaring nelayan di perairan laut Muara Kuntul. Buaya tersebut kemudian dibawa ke kampung muara pecah, RT 02/004, Desa Pantai Bahagia, Kec. Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa ini cukup menghebohkan warga, karena baru pertama kalinya nelayan setempat menangkap seekor Buaya sepanjang 3 meter, dan berat sekitar 150 kilogram di laut.

Kasna, (60) warga kampung Muara pecah, mengaku kaget dengan penemuan Buaya ini. Ia menuturkan semenjak lahir di Muaragembong, baru kali ini menyaksikan langsung ada buaya hidup di wilayah pesisir muaragembong,

“Sejak kecil saya belum pernah melihat buaya disini, apalagi sampai tertangkap, tapi sekarang, saya baru percaya itu,” ungkapnya

Kasna menghimbau warga agar berhati-hati ketika menangkap ikan, karena dengan adaya buaya yang tertangkap di air asin membuktikan bahwa hewan karnivora ini jugas ada di perairan Muara Gembong dan sekitarnya.

Penangkapan buaya oleh warga ini berawal ketika Sukra Wijaya (25) seorang nelayan setempat, sedang memeriksa SERO (Alat jaring Perangkap Ikan) yang berada di wilayah perairan Muara kuntul, sekitar 2 kilometer dari kampung Muara pecah. Sesampainya di lokasi SERO, ia kaget mendengar suara kecipak air yang keras. Setelah ia mendekat, dan memegang jaring sero, ia baru menyadari ternyata telah menjerat seekor buaya sepanjang 3 meter.

“Saya kaget, sero saya ternyata ada buaya, saya langsung kabur, dan saya langsung ngasih tahu temen-temen deket rumah saya.” Ungkapnya.

Setelah Sukra memberitahukan bahwa ada buaya di Seronya, lalu ia bergegas bersama lima orang warga kampung muara pecah, pada pagi hari sekitar pukul 7.00 pagi langsung menuju lokasi yang dimaksud. Sesampainya di lokasi sero tempat terjeratnya buaya, warga langsung menggunakan jaring dan tali seadanya untuk mencoba menangkap buaya tersebut. Tak sia-sia, akhirnya buaya tersebut tertangkap dan langsung di bawa memakai perahu menuju kampung muara pecah.

“Buaya itu sengaja kami tangkap karena takut nantinya membuat warga khawatir dan takut sehingga warga menjadi resah dan tidak berani melakukan aktivitas di laut,” ujar sukra.

Keberadaan buaya ini akhirnya membuat warga banyak yang berdatangan. Ada yang sekedar melihat hewan yang memang jarang mereka lihat itu, atau hanya sekedar foto dan mengabadikan momen tersebut. (ucie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.