Inilah rumah Suhardi yang lebih mirip kandang ayam

Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi kepada warga miskin di wilayah yang kaya ini,  ternyata masih belum sepenuhnya dirasakan. Masih banyak ditemukan berbagai ketimpangan dalam hal kesejahteraan warganya. Salah satu bukti paling nyata adalah dengan masih ditemukannya warga yang tinggal di rumah yang tidak layak huni bahkan lebih mirip kandang ayam.

Suhardi (65) bersama 5 anak dan 3 cucunya adalah warga Kampung Babelan RT 023/ RW 003 NO 146 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan merupakan penghuni sebuah bangunan yang lebih tepat disebut seperti kandang ayam.  Namun sudah bertahun-tahun ia bersama keluarganya ini tak punya pilihan untuk berteduh di tempat yang lebih layak. Ini satu-satunya tempat yang ia miliki untuk melindungi keluarganya dari panas di siang hari atau sekedar menahan dingin di malam hari.

Rumah ini hanya berukuran sekitar 10 x 6 meter dan masih beralaskan tanah. Hampir semua tiang penyangga yang ada sudah lapuk dimakan rayap. Tidak ada dinding bata pada rumah itu, hanya berhiaskan anyaman bambu yang sudah berlobang  dibeberapam tempat. Memang terdapat MCK dalam rumah ini yang bisa dipakai untuk untuk keperluan mandi, mencuci dan lain-lain, namun suhardi dan keluarganya penghuni harus menggunakan air sungai yang berada di depan rumah, yang jauh dari sebutan layak.

Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi keluarga Suhardi yang tak kunjung membaik hingga sekarang, rumah keluarga kecil ini juga tidak tersentuh program bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang hampir tiap tahun-nya digelontorkan oleh Pemkab Bekasi dan selalu dikampanyekan oleh Bupati Neneng Hasanah Yasin.

Kondisi yang sangat menyedihkan ini tidak dapat dihindari mereka, lantaran tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah. Jangankan memperbaiki rumah, untuk makan dan tidur saja mereka mengalami kesulitan. Mereka berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah tersebut.

“Yah mau bagaimana lagi pak, kita ini hanya orang miskin dan tidak punya apa-apa. Ibu (istri) juga sudah meninggal, tidak ada yang membantu. Inginnya rumah bisa segera diperbaiki. Semoga ada bantuan dari Pemerintah,” harap Suhardi menitikan air mata. (ucie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.