HPN Bekasi Targetkan 300 RPK Bersama Bulog

Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kota Bekasi bersama Perum Bulog mendirikan sejumlah outlet yang diberi nama Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai peran serta dalam mengendalikan harga bahan pangan agar senantiasa stabil dan untuk mencegah gejolak harga.

Agus Suyanto, Ketua HPN Kota Bekasi mengatakan, pendirian RPK bermaksud untuk memperpendek mata rantai distribusi pangan dari produsen ke konsumen sehingga bisa menekan harga di konsumen akhir.

“RPK adalah outlet pemasaran bahan pangan dan produk industri pangan strategis yang dibentuk untuk memotong mata rantai distribusi sehingga makin memdekatkan produsen dan konsumen”. tegas Agus, Sabtu (13/8/2016) di Kantor Sekretariat HPN Jalan Raya Perum Margahayu Jaya, Blok C No.65 Margahayu, Bekasi Timur.

Menurut Agus, HPN Kota Bekasi akan mengoperasikan sekitar 300 outlet. Diharapkan pada akhir 2016 jumlahnya sudah mencapai 300 outlet. Bahkan, kalau memungkinkan jumlah tersebut akan ditingkatkan.

“Ini merupakan prospek positif bagi masyarakat karena merupakan salah satu peluang bisnis. Keuntungannya sendiri bukan hanya bagi pemilik RPK, tetapi juga bagi masyarakat karena bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” tambah Agus.

Dikatakan Agus, tidak ada persyaratan khusus bagi yang ingin kerjasama membuat outlet RPK. Mereka hanya cukup memiliki ruang penyimpanan, lalu KTP dan KK, surat keterangan RT/RW, form permohonan RPK, surat rekomendasi HPN Kota Bekasi, NPWP dan menebus barang senilai Rp.5 juta atau kelipatannya.

Selain beras, sambung Agus, pasokan ke RPK juga termasuk komoditas lain seperti tepung terigu, gula pasir, minyak goreng, daging, bawang putih dan komoditas lainnya yg dibutuhkan masyarakat.

“HPN Kota Bekasi dan Bank Mandiri akan bekerjasama untuk penyediaan modal usaha mikro melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan besarnya pinjaman sampai dengan Rp.200 juta, bunganya juga sangat ringan 0,4 persen perbulan,” jelasnya

Seraya menambahkan, ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menumbuhkan usaha mikro, memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

Masyarakat yang bekerjasama membangun RPK  dikenal dengan Sahabat RPK. Dalam rangka memperluas jaringan RPK di masyarakat ini HPN Kota Bekasi membuka kesempatan kepada masyarakat luas dengan bekerjasama RT/RW setempat agar mendapat penghasilan tambahan dengan bergabung menjadi Sahabat RPK.

“Kami telah mengajak para Ketua RW untuk memperluas jaringan Sahabat RPK, setiap RW juga berhak memperluas jaringan dengan bekerjasama RT setempat untuk mendapatkan hasil tambahan,” paparnya.

Agus juga menyebutkan keuntungan menjadi Sahabat RPK antara lain mendapatkan penghasilan tambahan, modal awal yang relatif kecil, jaminan harga yang lebih murah dari harga pasar, jaminan kualitas produk, serta barang akan diantar ke lokasi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.