Dump Truck Kuasai Jalan Raya Babelan

Mobilisasi Armada Dump truck  yang melintas tak kenal waktu di wilayah Kecamatan Babelan menuai kritik tajam warga hingga Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, karena aktivitas tersebut sudah sangat menganggu pengguna jalan lainnya, terutama pada saat pagi hari, atau pada jam-jam sibuk.

Suhermin, Ketua Pengurus Kecamatan  Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Kecamatan Babelan mengatakan, truk-truk yang melintas menuju PT. CL tersebut sering membuat macet jalan raya, dikatakanya, apalagi saat pagi hari, ketika truk dari arah berlawanan berpapasan, seluruh badan jalan tertutup.

“Kalau truk berpapasan, pasti macet panjang dan lama, abis jalan tertutup semua, jadi nyusahin warga kalau kaya gini” ungkapnya.

Ditambahkan Suhermin, Dengan seringnya terjadi kemacetan macet di jalan raya Babelan karena armada truk besar yang melintas, ini jelas merampas hak-hak pengguna jalan lainnya, khususnya warga kecamatan babelan yang sehari-hari menggunakan jalan ini. Mereka juga khawatir akan keselamatan dan ketidak-nyaman dalam berkendara di jalan, terutama jika berpapasan dengan truk raksasa ini.

“Seharusnya, pemerintah dan pihak terkait memperhatikan dari segala aspek terkait mobilitas kendaraan truk yang lalu lalang, hemat saya, demi kenyaman pengendara, mestinya diatur atau dijadwal aktifitas truk tersebut.” Paparnya.

Terkait aktifitas armada Dump Truck yang tak kenal waktu, Suriyat, anggota komisi C DPRD Kabupaten Bekasi menghimbau PT. Cikarang Listrindo tbk, agar menggunakan armada angkutan batubara sesuai kontur jalan yang ada di wilayah Babelan.

Suriyat melarang keras armada PT. CL. lalu lalang dengan armada yang melebihi kapasitas angkut. Akibatnya, jalan yang ada di wilayah Babelan pun hancur dan berlubang.

Dia menilai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi tutup mata terkait armada PT. CL yang lalu lalang dalam mengangkut batubara.

“Jalan Raya Babelan itu berapa sih kekuatannya, berapa berat tonase armada batubara PT. CL, seharusnya Dishub itu harus melihat dan bersinergi dengan Binamarga terkait berapa kemampuan jalan kita (Babelan, red),” paparnya.

Dikatakannya, tahun ini Jalan Raya Babelan mengalami pelebaran jalan, dia pun tidak menginginkan adanya kerusakan jalan akibat armada PT. CL. Meski demikian Suriyat berharap, seharusnya yang dilakukan Binamarga bukan pelebaran jalan, namun perbaikan jalan.

“Belum lagi tahun ini Jalan Raya Babelan mengalami pelebaran jalan tepatnya di Kelurahan Kebalen, kurang lebih sekitar 2 kilometer, meski pelabaran jalan tidak diinginkan warga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lalu lalang PT. CL yang dilakukan pada siang hari juga sangat mengganggu aktifitasnya Babelan. “Seharusnya ada jam tertentu untuk pengangkutan batubara tersebut, dalam hal ini Kepolisian Sektor Babelan seharusnya jeli bahwa pengangkutan tersebut dilakukan pada jam kerja,” jelasnya.

Suriyat juga menegaskan kepada PT. CL agar memperhatikan jalan raya batas kota sampai dengan titik PT. CL menjadi lalu lalangnya agar menjadi tanggung jawabnya. “Dulu jalan Raya Babelan sebelum adanya PT. CL jalan ini terlihat bagus dan tidak berlubang,” ringkasnya. (ucie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.