DIBAWAH BENDERA BUNG KARNO

SesuatuDIBAWAH BENDERA yang mestinya masih bersifat confidential, tetapi tak mampu kubendung. Bukannya mengunci mulut, menahan diri, tapi saya tak tahan untuk segera mengabarkannya buat khalayak. Saya mah begitu orangnya….

Ini tentang sebuah proses panjang yang cukup menguras banyak energi. Sekian lama saya harus membenamkan diri dalam deretan buku-buku tentang Sukarno maupun buku-buku lain yang sering disebut-sebut olehnya. Niat awalnya hanya sederhana, yakni ingin “memahami” tulisan-tulisan Bung Karno yang terangkum dalam dua jilid buku tebal “Dibawah Bendera Revolusi” (DBR).

Niat ikutannya adalah, setelah “paham”, saya bertekad (sangat kuat) untuk menuliskan kembali tulisan-tulisan Bung Karno dalam DBR tadi, beserta tafsir dan aktualisasinya. Bahkan pada fase ini, saya sudah lebih dulu menemukan judul buku yang kuanggap paling pas, yakni “Di Bawah Bendera Bung Karno”, dengan tagline “Tafsir atas Kitab Dibawah Bendera Revousi”.

Sadar ini bukan karya biasa, serta sadar bahwa ini, –buatku–, adalah mahakarya… maka diperlukan tidak saja semangat dan tekad. Lebih dari itu, diperlukan komitmen. Buku DBR 1, berisi tak kurang dari 61 judul. Sedangkan buku DBR 2, berisi 20 kumpulan pidato kenegaraan yang dibacakan setiap tanggal 17 Agustus, dari tahun 1945 sampai 1964. Dus, belum termasuk dua pidato kenegaraan terakhirnya, 1965 dan 1966.

Total halaman kedua buku itu lebih dari 1.000 halaman. Itu artinya, jika harus ditambahkan tulisan tentang tafsir atas judul demi judul, dengan volume yang kurang lebih sama, maka sedikitnya buku ini akan memiliki ketebalan tak kurang dari 2.000 halaman. Dan, jika ukuran buku lebih diperkecil supaya lebih handy, maka volume pun akan membengkak, bisa menjadi 2.500 sampai 3.000 halaman.

Langkah demi langkah sudah tertapak sejak awal tahun 2015. Hanya berkat izin Tuhan saja jika saat ini buku sudah sampai pada tahap pencetakan dummy. Foto di atas adalah contoh dummy buku “Di Bawa Bendera Bung Karno”. Tahap selanjutnya, adalah koreksi akhir, sebelum akhirnya naik cetak dan dipasarkan.

Kapan buku tafsir atas kitab Dibawah Bendera Revolusi itu beredar? Ah, sudah pasti saya akan mengabarkannya di sini. Sekalipun penerbit merahasiakan, saya tetap akan menuliskannya di sini. Saya mah begitu orangnya.….. (Roso Daras)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.