Komunitas Gentlebirth: Persiapan Menunggu Si Buah Hati

KOMUNITAS GENTLEBIRTH

Mendengar kata melahirkan kadang yang terbayang adalah sebuah rumah sakit dengan segala alat dan obat-obatannya. Padahal sejatinya melahirkan adalah sebuah proses alami yang telah ada sejak sejarah manusia tercipta. Proses persalinan yang sejatinya mencakup banyak aspek termasuk sosial, budaya, menjadi tereduksi seolah ini hanya peristiwa medis dimana ibu yang melahirkan diperlakukan seperti pasien. Menginginkan persalinan yang indah, tenang, sakral, damai dan tetap aman, dipandang aneh dan seolah mengada-ada.

Bagi KOMUNITAS GENTLEBIRTHWulan, seorang ibu muda berusia 24 tahun yang tinggal di perumahan Harapan Baru, Kota Bekasi. Saat ini, ia tengah menunggu kelahiran anak pertamanya, karena kehamilannya sudah memasuki bulan ke enam. Sebagai seorang wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan, tentu perasaan harap-harap cemas, membayangkan

bagaimana menjalani proses persalinan nantinya. Apalagi ia seorang wanita karir, yang suaminya juga sibuk bekerja.

Ia pun sudah banyak bertanya kepada teman sekantornya, tetangga, bahkan kepada orang tuanya. Tapi tetap saja tak membuatnya tenang membayangkan proses persalinan yang akan dilaluinya nanti. Berbagai saran juga ia ikuti, mulai dari pijit hingga berjalan kaki di pagi hari.

gbus-15

Sejak tahun 2011, Komunitas Gentle Birth Untuk Semua (GBUS) kerap menyuarakan kembali akan sisi alamiah dari sebuah proses persalinan dengan membawa pesan bahwa persalinan itu proses yang tidak perlu ditakutkan, tapi harus dipersiapkan sebaik mungkin dan sedini mungkin, karena bentuk ideal persalinan bagi setiap orang tidaklah sama.

Gentle Birth adalah konsep persalinan yang alami, santun dan tenang bertujuan untuk mempersiapkan ibu hamil agar tetap tenang dan rileks saat melahirkan. Konsep ini melibatkan kegiatan pra melahirkan seperti praktik senam hamil, yoga, olah pernapasan, serta self hypnosis yang rutin dilakukan sejak awal masa kehamilan hingga menuju persalinan.

GBUS 10

Bidan Yuliana Febrianti, seorang penggiat di komunitas Gentle Bith Untuk Semua (GBUS) mengatakan persalinan yang disarankan dalam Gentle Birth adalah persalinan normal. “Saya mengetahui Komunitas GBUS ini dari sebuah tulisan founder GBUS,” jelas Bidan Yuliana yang saat ini merupakan seorang Praktisi Hypnobrthing, Waterbirth, Prenatal Yoga dan juga penggiat Komunitas GBUS di Rumah Puspa Klinik Puspa Jaya Medika Kp. Sasak Tiga Rt.01/04, Desa Tridaya Sakti, Tambun Kabupaten Bekasi.

GBUS 8

Menurut Yuliana, proses persalinan yang disarankan dalam Gentle Birth adalah persalinan normal pervaginam yang dapat dilakukan di atas tempat tidur atau di dalam bak mandi air hangat (water birth), dengan atau tanpa bimbingan instruktur hypnobirthing. Proses ini akan membantu memandu proses persalinan menjadi lebih rileks, mudah, dan gentle.

Upaya untuk meraih gentle birth tersebut disebut “memberdayakan diri”. Langkah-langkah memberdayakan diri, antara lain mendalami pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan. Menjalankan pola makan dan gaya hidup sehat seimbang. Pelajari keterampilan bermanfaat seperti olah napas, relaksasi, yoga, pilates, berenang, senam hamil, hypnobirthing, dan berbagai metode lain. Memeriksakan kehamilan secara teratur. Jika perlu, susunlah rencana persalinan (birth plan) dan komunikasikan dengan tenaga medis. Dan yang pasti adalah menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan YME.

GBUS 13

Sebagai aktivis dalam Komunitas GBUS, Yuliana Febrianti rutin  mengadakan pertemuan-pertemuan yang diisi dengan berbagai kegiatan, Seperti olahraga bersama, simulasi mendampingi persalinan untuk para ayah, dan bincang-bincang dengan bidan dan dokter kandungan.

“Dalam komunitas GBUS saya menemukan keluarga baru dimana saya bisa berbagi pengalaman dengan teman sejawat, dan dan yang paling menarik adalah kesempatan berbagi ilmu ke daerah-daerah lain yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya bangga.

gbus-6

Diana Elsa Vonie, adalah salah satu penggiat di komunitas ini. Warga Kemang Pratama Bekasi ini mengaku mengenal komunitas GBUS dari Facebook saat usia kandungan 7 bulan, ia mendapat informasi dari teman yang memberi tahu tentang adanya komunitas.

“Banyak informasi tentang kehamilan dan cara untuk mendapatkan persalinan yang gentle (lembut). Saya yang ingin sambut proses persalinan anak saya selembut mungkin, aman dan ramah jiwa”. Ungkap Diana yang saat ini menjadi praktisi Prenatal Yoga, Doula, Hypnobirthing Childbirth Educator dan Massage Therapist ini.

gbus-8

Gentle birth memandang bahwa persalinan pada dasarnya merupakan peristiwa alamiah, namun tetap memiliki risiko. Sebagian ibu juga mungkin termasuk yang memiliki kehamilan berisiko tinggi. Oleh sebab itu, proses persalinan tetap didampingi oleh tenaga medis. Karena persalinan tidak seperti rumus matematika dimana 1+1=2. Persiapkan beberapa kemungkinan, termasuk jika terjadi risiko terburuk.

Saran awal yang dilakukan komunitas GBUS mengajak semua pihak membuat rencana persalinan (birth plan). Rencana persalinan ini berisi apa saja yang kita inginkan pada saat persalinan, mau melahirkan di mana, cadangannya bagaimana dan di mana saja, bagaimana teknisnya, siapa yang bertanggung jawab pada hari kelahiran dan berbagai hal lainnya. Kehadiran seorang anak yang akan menjadi anggota keluarga baru memang harus dipersiapkan secara matang. Perlu memang, seorang ibu hamil belajar banyak dari pengalaman yang pernah dilalui anggota komunitas GBUS ini.

[bisot]

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.