KEDUTAAN BESAR BEKASI : Tempat berkarya anak muda

 

12342702_909817005720739_6030058961488947013_n

Sehelai kain putih panjang digelar diatas meja di tengah ruangan berdinding putih lengkap dengan balutan  pernak pernik interior dinamis dan kekinian. Beberapa orang ilustrator berdiri menyelesaikan gambar demi gambar komik di atas kain itu. Komikus lainnya memperhatikan jalan cerita dari komik yang digambar ilustrator tersebut. Selesai mengerjakan satu rangkaian komik, ilustrator lain maju menggantikan ilustrator pertama melanjutkan jalan cerita yang sudah terpampang di kain tersebut. Tidak ada skenario, naskah, atau storyboard dalam proses pengerjaan komik bersambung ini. Semua berjalan mengalir begitu saja dalam imajinasi komikus petang itu.

Kedutaan-Besar-Bekasi-Sah

Begitulah gambaran dari kegiatan Comic Jamstrip yang digelar oleh Kedutaan Besar Bekasi di awal tahun 2016 ini. Kegiatan perdana Kombek (Komunitas Komikus Bekasi) yang akan digelar rutin ini bertujuan untuk menjembatani komikus Bekasi dengan industri komik yang lebih luas.

Comic Jamstrip adalah komik yang dibuat bersama-sama, beberapa komikus duduk dalam satu meja, lalu menggambar secara bergantian hingga menjadi satu cerita yang tak terduga-duga, ide cerita berkembang tergantung isi kepala pesertanya, pesertanya bebas. KOMBEK (Komunitas Komikus Bekasi) adalah satu komunitas yang diinisiasi oleh Aruga (komikus), Khalid (ilustrator) dan Zelva (Copywriter, Publisher), sedang merencanakan event KOMIK-KONKO 2 yang merupakan titik temu komikus Bekasi dan akan ada beberapa narasumber seperti Mas Beng Rahadian dan Akademi Samali, Fachreza Octavio (komikus Cermin Putih) dan Cantika Clarinta (Komikus Oppa!).

12311321_909817439054029_3931692287451152516_n
Aruga, seorang komikus, tampak serius menyelesaikan cerita bergambar berkanvas kain putih ini. Tak hanya komikus Bekasi yang di inisiasi oleh Aruga dan kawan-kawan, siapapun seniman komik dari wilayah manapun diperkenankan menggelar kegiatan di Kedutaan Besar Bekasi. Lahan seluas hampir 1.000 meter persegi ini memang bertujuan untuk mengungkap sisi positif Kota Bekasi, yang pernah bertengger di trending topics sebagai negara lain, terpencil, bahkan bahkan tidak berada di planet Bumi, melalui sebuah viral di media social. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi titik awal dibentuknya Kedutaan Besar Bekasi atau disingkat Kedubes.

Fithor Faris, pemuda ramah pendiri Kedutaan Besar Bekasi, bercerita tentang awal terbentuknya Kedutaan Besar Bekasi. “Waktu itu bulan Juni 2014, saya dan beberapa teman melakukan riset sejarah, budaya, dan karakteristik Kota Bekasi. Penelitian ini membuat kami semakin tertarik menggali lebih dalam lagi ‘kebekasian’. Setahun sebelumnya kami juga membentuk Pondok Gede Creatif,” jelas Fithor.  Akhirnya pada November 2014 disepakati berdirilah Komunitas Kedutaan Besar Bekasi atau disingkat Kedubes. Bahkan peresmian Kedubes sendiri dihadiri oleh Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu.

12310584_909817549054018_6729638430503115214_n

Nama Kedutaan Besar Bekasi menurut Fithor hanya cocok disematkan untuk Bekasi, karena hanya Bekasi yang pernah disebutkan sebagai negeri antah berantah yang tidak jelas dimana keberadaannya. “Semacam membalas dengan cerdik, jika Bekasi didalam viral yang menjadi trending topik itu disebutkan Bekasi sebagai sebuah negeri yang punya kedaulatan, maka Bekasi layak memiliki Kedutaan Besar yang memperkenalkan Bekasi kepada dunia. Dan kesempatan ini tidak pernah didapatkan oleh kota lain ha..ha,” ungkapnya bangga.

“Kini Kedubes Bekasi berisi generasi muda yang punya keinginan luar biasa untuk menggali potensi Bekasi. Diantaranya Uke Sedjati (Entrepreneur), Yus Suropati & F. Bush Tomy (Pelukis, edukator seni), Aruga Perbawa Mukti (Komikus), Khalid Albakaziy (illustrator), Zelva Wardi (Editor, Book Publisher), Santo Addler (Musisi), Ahmad Ikhwanul (Komikus, Marketing), Pra Setiawan (Engineer, Komunitas), Aswin Cahyadi (Entrepreneur), Garincha (Human Development, Marketing) dan beberapa teman-teman dari Bekasi yang siap untuk berkolaborasi.” Lanjut Fithor.

IMG_20151206_154729 (1)

Kegiatan yang digelar di Kedutaan Besar Bekasi pun bervariasi. Mulai dari pertunjukan musik dari berbagai genre, screening film, apresiasi sastra puisi, literasi, workshop kreatif, seminar leadership, enterpreneurship, komik kongko, hingga mini bazzaar. Kegiatan ini rutin digelar setiap bulan, dengan pengisi kegiatan mengutamakan warga Bekasi.

Menurut Fithor, segmen yang menjadi sasaran Kedutaan Besar Bekasi adalah anak muda, dengan tujuan membuka mata mereka tentang Bekasi. Diharapkan generasi muda semakin melek terhadap sejarah dan budaya Bekasi, sehingga dapat muncul sifat nasionalisme yang akan terus dijunjung di masa depan. “Budaya Bekasi semakin tergerus industri, untuk itu dibutuhkan ruang yang bisa menstimulasi nasionalisme, doakan dalam waktu dekat kami merencanakan untuk membangun satu ruang yang dapat memulai itu,” ungkapnya.
Kedubes-Bekasi

Kedutaan Besar Bekasi ini terbuka bagi siapa saja personal maupun komunitas. “Datang saja ke Kedubes, Jalan Raya Jatikramat No. 2A Jatiasih Bekasi. Disini ada Galeri Seni yang menampilkan karya-karya seniman dari Bekasi bertema ‘Be(kasi) Yourself’. Jika ada ide yang bisa dikolaborasikan, bisa kita bicarakan dan wujudkan.” Pungkas Fithor.

12311315_909817105720729_7187612682613671827_n

 

 

(CAPRIT SANTOSO)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.