EPIC 2016: Pelajar SDIT Modern Nurrahman Menjemput Tahun 2030

20160415_111411

“Kreativitas anak-anak sekarang harus terus dipacu agar mereka tetap berinovasi dan berkarya.

Exploring Positive Internal Character (EPIC) adalah wahana yang disiapkan SDIT Modern Nurrahman”.

Sabtu pagi, 30 April 2016. Langit cerah. Matahari masih memancarkan semburat merah ketika para pelajar SDIT dan TK Nurrahman, di kawasan Deltamas, Cikarang Kabupaten Bekasi berlarian dengan ceria melewati gerbang sekolahnya.

Usai bersalaman dengan guru yang berpapasan di halaman, sekelompok murid kelas dua langsung berlompatan memasuki ruang kelasnya bergabung dengan teman sekelasnya yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kelas, mengerumuni sebuah benda aneh hasil kreasi bersama. Sebuah robot.

big projek kls 2 - robot

Ya, hari itu adalah hari istimewa buat 110 pelajar SD dan 30 murid TK, para guru, dan para orang tua yang tergabung dalam Komite Jamiyyah dan tentu saja bagi para pelajarnya sendiri.

Suasana riuh pagi itu terdengar hampir semua sudut sekolah. Sebuah panggung juga sudah berdiri megah di halaman sekolah ini. Ahmad Kusmayadi, sang Kepala Sekolah, tersenyum sumringah melihat polah murid-muridnya. “Murid SD sekarang lebih kritis, berani mengungkapkan pendapat. Kalau murid SD dulu yang kritis dan berani tidak banyak,” terangnya.

FB_IMG_1462181976479

Akhir bulan April, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, SDIT Modern Nurrahman yang hadir di kawasan Delta Mas sejak tahun 2011 ini, selalu menyiapkan waktu dan memberi kesempatan kepada murid dan orang tuanya bereksplorasi memamerkan kreativitas mereka pada program  yang diberi tajuk EPIC, atau Exploring Positif Internal Care. “EPIC bukan sekedar pentas dan kreasi seni saja, namun bagian dari sistem yang dirancang sebagai peng-eksplor potensi siswa agar tumbuh dan berkembang,” jelas Ahmad Kusmayadi.

IMG-20160420-WA0015

Pagi ini semua persiapan sudah mencapai puncaknya. Ketua Harian Yayasan Pendidikan Islam Nurrahman, Ida Nurfadilah tampak sibuk mengamati semua persiapan pagi itu. Ia berharap semua muridnya bisa tampil maksimal setelah melewati beberapa tahapan persiapan. “Kehadiran Yayasan Nurahman adalah untuk menjembatani dan memadukan ilmu pengetahuan dengan akhlakul karimah. Siswa-siswi tidak hanya mengenal ilmu teori tapi sudah dikenalkan penerapan ilmu dalam bidang teknologi. Selain menanamkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

IMG-20160420-WA0054

Menurut ketua EPIC 2016, Agus Haerani, seluruh murid dan orang tua serta guru-guru diberdayakan dalam ajang tahunan ini. “Semua ruangan kelas juga dipakai untuk memajang hasil karya para murid dan orang tua ini,” jelasnya.

Berbeda dengan hari-hari biasa, jika ditilik satu-persatu, memang ruangan belajar para murid SDIT Modern Nurrahman ini sudah disulap dan dipenuhi berbagai benda dan ornamen unik lain.

IMG-20160427-WA0018

Ruang kelas 1 misalnya, hari ini digunakan oleh murid yang mengikuti ekskul renang dan Tae Kwondo. Di ruangan ini, para murid kelas satu juga membuat contoh hujan buatan sebagai Big Projeck mereka. Memasuki ruangan belajar kelas 2, serasa berada di sebuah pedesaan di kaki Gunung Fujiyama, Jepang.  Ruangan bernuansa ala Jepang ini memang dipakai oleh para murid yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bahasa Jepang. Sebuah robot juga berdiri gagah di pojok ruangan. Ini merupakan Big Projeck kreasi mereka.

20160430_124207

Sedangkan ruangan kelas 3 sudah menjadi galeri seni. Berbagai lukisan pun dipajang di ruangan ini. Di tengah ruangan sekelompok anak tampak sedang berkemah, lengkap dengan api unggun buatan di depan mereka. Di sudut ruangan juga terpajang sebuah maket tiga dimensi penampakan alam.

Tempat belajar yang biasa dipakai murid kelas 4, lebih mirip sebuah gelanggang olahraga, karena memang dipakai oleh murid yang aktif di olahraga futsal. Namun yang lebih unik tentunya ketika berada di kelas 5. Ruang belajar mereka juga sudah berubah rupa layaknya stasiun luar angkasa. Selain itu diruang ini mereka juga memajang sebuah karya yang luar biasa. Lentera Zikir! Karya ini berhasil menjadi pemenang pertama dalam lomba EPIC tingkat SD.

IMG-20160512-WA0031

Layaknya sebuah pameran, para pengunjung dan undangan yang hadir pun silih berganti memasuki ruang kelas demi kelas, menyaksikan langsung kepiawaian serta bakat para generasi penerus bangsa ini.

Kepala Sekolah SDIT Modern Nurrahman, Ahmad Kusmayadi mengatakan perlunya inovasi berkelanjutan dalam mendidik anak-anak sekarang. “Tahun 2030 nanti, anak-anak yang saat ini berusia 10 tahun, akan berusia 24-25 tahunan. Dan itu adalah usia produktif untuk berkreasi dan berkarya dalam membangun bangsa. Jika pondasi kreatifitas sudah ditanamkan sejak dini, maka In sya Alloh generasi penerus bangsa ini akan menjadi generasi kreatif dan mandiri,” jelasnya.

IMG-20160426-WA0088

“Yang diharapkan dari kegiatan EPIC adalah, munculnya potensi siswa yang masih terpendam, baik bidang eksakta, seni, bahasa, olah raga, maupun potensi kreatifitas lainnya,” imbuhnya.

Yuli Rosaliani, orang tua yang kedua anaknya menempuh pendidikan di sekolah ini mengungkapkan kebanggaannya akan kreasi anak-anak yang terus berkembang. “Pihak sekolah selalu memotivasi anak-anak untuk terus berkarya, dan karya mereka di pajang pada gelaran EPIC setiap tahun. Tentu ini akan membuat bangga si anak, apalagi para orang tua,” ungkapnya.

Usai bersibuk-ria dengan karya mereka di ruang kelas, para pelajar ini langsung bersiap menuju panggung yang sudah menanti di halaman sekolah. Di tempat ini mereka akan unjuk kebolehan dalam olah seni yang sudah dipsersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

FB_IMG_1463033940323

Di lantai panggung tugas pun dibagi. Murid kelas 1 dan kelas 2 menampilkan lagu nasyid ‘Allah yang kucintai’. Mereka berusaha tampil maksimal setelah berhari-hari berlatih keras dibawah bimbingan Septiana Hasan.

Tak mau ketinggalan dengan adik kelasnya, para pelajar kelas 3 juga mempertontonkan kemampuan panggung terbaik mereka dibawah bimbingan gurunya Ahmad Suhada dan Yuni, dan mengisi panggung dengan lagu ‘Demi Matahari’.

Ketukan suara angklung berkolaborasi dengan gesekan dawai biola dan tabuhan drum yang dimainkan Ridho, serta paduan pianika mengalunkan lagu ‘Ambilkan bulan’ membuat suasana semakin meriah. Tak tanggung-tanggung, kelompok musik ini dilatih langsung oleh sang kepala sekolah, Ahmad Kusmayadi.

20160430_094631

Pelajar yang mengikuti ekskul bahasa jepang tak ketinggalan unjuk gigi dengan paduan sebuah lagu berbahasa jepang “mirai e” yang bercerita tentang mengenai kasih seorang ibu dan penyesalan seorang anak yang telah menyia-nyiakan kasih sayang dari ibu nya.

Berada di tengah semangat para pelajar SDIT Nurrahman, waktu seakan berhenti berjalan. Petang itu wajah-wajah polos pelajar SD ini berkemas pulang dengan wajah sumringah, puas dan bangga dengan hasil karya mereka.

Mereka pun berpamitan pulang setelah menyalami para gurunya. Rasa puas pun terungkap dari derai tawa para orang tua yang khusus hari ini menemani anaknya seharian di sekolah.

“Momen seperti ini memang selalu ditunggu para orang tua. Mereka mendapat kesempatan untuk berkolaborasi langsung dengan anak-anak, para guru dan orang tua murid lainnya dalam menyelenggarakan acara ini,” ucap Yuli Rosaliani, orang tua siswa yang tergabung dalam Komite Jamiyyah SDIT Modern Nurrahman. “kami pra orang tua juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah banyak membantu, khususnya ibu Tristanti dan Ibu Gea,” pungkasnya.

20160430_100924

Ya, berbagai fasilitas kegiatan selain kurikulum rutin seperti IT Club (Memperdalam Ilmu Komputer), English Club, Japanese Language and Culture (JLC), Hasta Karya (Menumbuhkembangkan kreatifitas), Taekwondo, Futsal Club, Renang hingga Seni Melukis yang ada di sekolah ini tentunya dapat menunjang persiapan anak didiknya dalam menyongsong masa depan.

Sementara berbagai program unggulan semisal Tahfizh Al Quran, lulus SD minimal hafal Juz 30, dengan metode menghafal Methode Rhytme, System penilaian test Al Quran dengan system computerisasi, Penelusuran potensi dengan test sidik jari, Pendidikan Karakter Metode Kepramukaan, dan Dzikir , kajian Islam dan do’a bersama sebagai program rutin bulanan menjadi kegiatan penunjang yang harus dijalani mereka.

Petang itu perhelatan murid, guru dan orang tua yang terangkum dalam EPIC 2016 telah usai. Namun tak berarti tugas keluarga besar SDIT Modern Nurrahman juga berhenti. Ada tugas mulia lain yang tetap menjadi tanggung jawab besar, mempersiapkan dan mendidik generasi bangsa agar kelak menjadi generasi yang berguna.

(Han/Ida)

 

Mungkin Anda Menyukai

6 tanggapan untuk “EPIC 2016: Pelajar SDIT Modern Nurrahman Menjemput Tahun 2030

  1. Alhamdulillah.. Terima kasih kepada fokus yang sudah memuat dan mengulas event epic 2016 ini. Dengan adanya publikasi ini, semoga menambah dan memacu semangat murid-murid SDIT Modern Nurrahman untuk terus berkarya, berekspresi dan bereksplorasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.