“BEKASI CHAMPIONKIDS 2016” Sebuah Kejuaraan Silat di Pusat Perbelanjaan

“Olahraga Seni Beladiri Pencak Silat harus bisa mengikuti perkembangan zaman agar tetap diminati oleh generasi belia sebagai budaya yang akan diwariskan kepada generasi berikut”

Suasana hening. Semua penonton terpukau melihat langkah jurus  Al Fatah, pelajar kelas 5 SDN Margahayu 07 dalam pertandingan final petang itu. Matanya tajam melihat setiap gerakan lawan yang akan menyerangnya. Wasit juga terlihat tegang mengamati setiap gerakan kedua pesilat di atas matras merah itu.

Udara dingin yang nyaman di ruang ber AC juga tak mampu mengusir ketegangan semua porang yang menyaksikan pertandingan ini. Sebuah kejuaraan olahraga seni beladiri  warisan nenek moyang. Pencak Silat usia dini.

_MG_0297

Pertandingan berakhir ketika wasit mengangkat tangan AL Fatah sebagai pemenang dalam final tingkat SD pada kejuaraan ini. Selama penyelenggaraan seluruh peserta, wasit jury, panitia dan penonton yang datang menikmati jalannya pertandingan dan festival rampak pencak.

_MG_0063

Eko Sugiyanto, panitia yang bertanggung jawab akan jalannya pertandingan juga mengomentari nyamannya suasana tempat pertandingan ini.  “Baru kali ini kita bertanding di ruang AC, jangan sampai kalah ya..” guraunya kepada para pesilat muda yang sedang berkumpul di depan sebuah konter sepatu.

Pertandingan itu juga menyita perhatian puluhan pengunjung yang berada di Atrium Blu Plasa, sebuah pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur.

Novi (30) seorang ibu muda yang sedang berada di mall bersama suami dan kedua anaknya pada libur akhir pekan itu, terkagum-kagum dengan gerakan silat yang diperagakan para pesilat belia. “Hebat, sekarang silat sudah ada di mall,” ungkapnya kepada suaminya ketika sedang berada di escalator.

Menurut Nur Alamsyah, ketua panitia penyelenggara dari Perguruan Pelestari Seni Maen Pukul Bekasi (SMB), silat harus berkembang sesuai perubahan zaman. “Silat selalu identik dengan kata kampungan. Makanya kami menyelenggarakan kejuaraan ini di mall agar silat tetap diminati generasi muda,” ungkap pria yang akrab disapa dengan sebutan bang Mandor ini.

Kejuaraan Silat Anak Bekasi Championkids 2016 memang berusaha menciptakan sebuah tradisi baru, melaksanakan sebuah kejuaraan di sebuah pusat perbelanjaan modern.

_MG_0222

Ketika pencak silat semakin berkembang di benua Eropa dan Amerika, seharusnya Indonesia sebagai salah satu negara asal dari olahraga seni beladiri Pencak Silat tidak boleh ketinggalan. Selama 3 hari berturut-turut dari tangga 6 hingga 8 Mei 2016, Perguruan Pencak  Silat Seni Maen Pukul Bekasi bekerja sama dengan 3 perguruan silat lainnya dan majalah Fokus Bekasi menggelar Kejuaraan Pencak Silat Anak yang diberi tajuk “Bekasi Championkids 2016”.

Pada kejuaraan yang dibuka oleh Kapolresta Kota Bekasi yang diwakili Kasat Binmas, Kompol.  Sunyoto Sabtu, 7 Mei 2016, diikuti oleh 156 pesilat dari  SD dan 60 Pesilat pelajar SMP.

_MG_0187

Dalam sambutannya Kompol. Sunyoto menyampaikan pentingnya mempertahankan budaya, khususnya seni beladiri Pencak SIlat kepada generasi penerus bangsa. “Kalah menang itu soal biasa. Yang kalah harus lebih rajin berlatih, dan yang menang juga harus tetap berlatih”, tegasnya dihadapan para pesilat muda, pelajar SD dan SMP yang menjadi peserta dalam kejuaraan ini.

_MG_0057

“Niat kami adalah untuk lebih memajukan olahraga Seni Beladiri Pencak Silat khususnya di Kota Bekasi,” jelas bang Mandor. “Kejuaraan ini khusus kami selenggarakan di Blu Plasa, agar silat tampil lebih menarik sebagai warisan budaya dan olahraga prestasi,” Imbuhnya.

Pada hari pertama khusus diagendakan untuk penampilan rampak pencak. 17 perguruan tampil pada pagelaran ini, lengkap dengan tabuhan gendang pengiringnya. Pada hari kedua dan ketiga barulah silat dipertandingkan antar sekolah SD dan SMP. Bahkan untuk melengkapi kejuaraan ini, juga digelar Lomba Mewarnai Budaya khusus untuk murid TK dan PAUD se Kota Bekasi.

Ronny Hermawan, Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi yang hadir dan ikut menyematkan medali kepada para pendekar muda, kagum melihat kepiawaian para pelajar SD dalam memainkan jurus-jurus silat. “Silat sebagai budaya asli Indonesia harus terus dikembangkan, terutama kepada generasi muda seperti ini,” ungkapnya.

RIzky Al Fatah dari SDN Margahayu 07 Kota Bekasi menjadi Pesilat terbaik putra untuk tingkat SD.  Zahra dari MI Nurul Anwar Bekasi menjadi pesilat terbaik putri untuk tingkat Sekolah Dasar. Sedangkan untuk tingkat SMP pesilat terbaik putra adalah Rizki Ikhsan Maulana pelajar SMPN 2 Cibitung dan pesilat Putri terbaik adalah Ananda Lutfia Zharani dari SMPN 36 Bekasi.

rony

Pada kejuaraan ini SDN Pengasinan 02 Kota Bekasi terpilih sebagai juara umum pertama dengan perolehan 7 emas 5 perak 5 perunggu. Sedangkan Piala juara umum tingkat SMP dibawa oleh SMPN 11 Kota Bekasi dengan menyabet 6 emas 2 perak dan 3 perunggu.

CAPRIT SANTOSO

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.