ARTHERAPY : Tak Sekedar Corat-Coret Tembok

 

art6

Siang itu matahari sudah mulai condong ke arah barat, ketika sekelompok pemuda pengagum seni jalanan tengah berkumpul di sebuah warung kopi, sepuluh tahun lalu. Mereka tampak terlibat dalam perdebatan, tapi tetap dalam suasana hangat. Bahkan tak jarang terdengar tawa da ncanda. Ya, mereka sedang berdiskusi, membahas kegiatan dengan konsep memperkenalkan seni jalanan kepadaanak-anak Bekasi .Diskusi ini juga melibatkan beberapa seniman lain dari wilayah Jabodetabek. Hasil diskusi itu adalah kegiatan seni jalanan yang diberi tajuk “Bekasi Warna-Warni” Atau BWW.

 

Bekasi Warna-Warni atau ‘BWW’ adalah acara menggambar graffiti bersama di tembok pinggiran jalan Kota Bekasi akan dijadikan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk tetap menjaga komunikasi dan konsistensi seniman graffiti di Bekasi untuk terus berkarya.

art2

Fikih, atau biasa disapa ‘Pikcuns’ salah satu penggiat komunitas Artherapy movement, mengatakan, graffiti bukan sekedar coret-coret tembok asal-asalan, karena seniman jalanan punya keahlian menggambar yang baik. “Anggota Artherapy harus suka menggambar. Kita lebih kepada gambar font dan karakter kartun. Kita juga sering sharing dan saling mengajarkan bagaimana cara menggambar, saling tukar-tukar ilmu,” jelasnya.

Minggu, 13 February 2016 lalu, Artherapy mengadakan kembali menggelar event malam hari dengan tajuk ‘Saturday Night Jammin’, di jalan Cut Mutia no. 88, Bekasi Timur Kota Bekasi, tepatnya di Flyover samping kampus BSI. Acara ini ditunjukan untuk para pelaku ‘streetart’ atau biasa disebut writer, khususnya di Bekasi, yang baru saja belajar menggambar di dinding (newbie) sebagai pengenalan dan yang sudah bisa menggambar di dinding, namun baru ingin bergabung.

Acara di gelar mulai pukul 18:30 yang bertempat di Flyover kampus BSI dan berlangsung hingga tengah malam. Event ini di hadiri oleh 45 seniman jalanan dan mendapat respon positif oleh banyak penggemar serta penikmat seni jalanan. Ditengah rintik hujan yang ikut membasahi jalan malam itu.

art4

Perkembangan seni jalanan (street art) di Bekasi dimulai pada tahun 2005-2006, hal ini ditandai dengan kemunculan gambar-gambar graffiti di jalanan Kota Bekasi. ACHOZ (Artention Crew), adalah salah satu kelompokseniman yang mempelopori perkembangan graffiti di Bekasi pada waktu itu. Selain ACHOZ juga ada beberapa seniman crew graffiti di Bekasi pada waktu itu, seperti The POPO, MOB Crew, TILT Crew, SFC, MUSTARD, SUB, BSC, MONSTA JAM dan yang lainnya.

Pada tahun 2007, komunitas MONSTA JAM berinisiatif membentuk event baru, yaitu acara menggambar yang diberi nama ARTHERAPY MOVEMENT, kemudian seiring berjalannya waktu, semakin banyak seniman graffiti bermunculan di Bekasi. Akhirnya nama Artherapy Movement berubah menjadi nama sebuah komunitas yang mewadahi para seniman graffiti di Bekasi. Artherapy Movement merupakan payung besar dari kumpulan crew dan seniman jalanan di Bekasi yang masih bertahan sampai saat ini. Tekad mereka adalahterus berkarya dalam seni. Menggambar menjadi kekuatan dalam kegiatankomunitasini.

art7

Artherapy tidak memiliki ‘basecamp’ yang tetap untuk komunitasnya. Mereka biasa berdiskusi atau sekedar sharing setelah menggambar di warung kopi atau bahkan dibawah rindangnya pepohonan. Namun soliditas dan kebersamaan adalah sesuatu yang tak bisa ditawar, walaupun harus duduk dan beristirahat diatas aspal sambil bersenda gurau.

Alat yang umum digunakan untuk membuat graffiti adalah spray paint, karena spray paint dapat meminimalisasi waktu dalam membuat graffiti.Adapun ‘cap’ atau bentuk kepala yang berbeda dari spray tersebut berguna untuk menentukan ketebalan semprotan pada lukisan. Selain spray paint ada juga yang menggunakan Pilox sebagai tambahan dalam membuat graffiti. Kuas dan cat biasa digunakan saat membuat karakter yang memiliki defenisi arti besar seperti karakter tokoh politik atau pelopor agar kesan yang ditunjukan dari gambar lebih tersampaikan.

art5

“Biasanya pemula itu gambar abjad atau angka-angka di tembok, ada juga yang langsung gambar kartun dan macam-macam. Kita itu tidak harus mematok seseorang harus gambar ini danitu, tapi kita kasih kebebasan kepada mereka untuk berkarya apapun, warna ataubentukapapun, asalkan kreatif, inovatif. Itu sudah bisa disebut graffiti,” Ungkap fahri.

Namun kegiatan Artherapy Movement pernah vakum di tahun 2009-2010. Sampai kemudian HIDROLIK, salah satu anggota Monsta Jam, mulai kembali mengumpulkan dan mencari lagi para seniman graffiti di Kota Bekasi, kembali membangun perkembangan graffiti di Kota Bekasi. Terbukti pada tahun 2012 Artherapy Movement kembali aktif, kembali kemasa jayanya dulu, dan memiliki banyak anggota baru sebagai penerus warisan dari ACHOZ dan perkembangan seni graffiti di Bekasi.

Hingga tahun 2016 ini Artherapy Movement sudah beranggotakan lebih dari 80 seniman graffiti yang seluruhnya adalah laki-laki dan terdiri dari 9 crew yang masih aktif berkegiatan graffiti di Kota Bekasi.

art3

Sampai sekarang Artherapy Movement sudah banyak bekerja sama dengan komunitas-komunitas graffiti yang ada di beberapa Kota di Indonesia. Tidak hanya pada komunitas graffiti, Artherapy Movement juga banyak bekerjasama dengan komunitas-komunitas lain diluar Graffiti yang berada di Bekasi. “Long Live ARTHERAPY MOVEMENT! Keep Solid no Metalic!” slogan yang masih menjadi tagline komunitas ini sampai sekarang.

(ZAERYNA KARIMA)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.