SMP TERBUKA SAMUDRAJAYA

“Saya pernah putus sekolah waktu SD, bertahun-tahun kemudian saya masuk lagi kelas enam SD saat sudah usia 17 tahun,” kenang Adi Supriadi, kepala sekolah SMP Terbuka Samudrajaya, yang terletak di kampung Tambun Bulak, desa Damudrajaya, kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Pengalaman 30 tahun lalu itu sampai sekarang masih membekas di kepalanya. Kendala ekonomi dan jarak sekolah yang jauh dari kampungnya, Kampung Tambun Bulak, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupapten Bekasi

Setelah bekerja keras dan terseok menyelesaikan sekolahnya hingga ke Perguruan Tinggi. Adi Supriadi bersama Kartinah istrinya sama-sama mengajar di sebuah sekolah di kampung istrinya mengajar bersama untuk mendapatkan nafkah, di kampung istrinya Desa. Pahlawan Setia, Kec. Tarumajaya.

Namun setiap kali ia menjenguk orang tuanya di Tambun Bulak,, kondisi yang pernah dialaminya 30 tahun lalu tak banyak berubah. Anak-anak kampungnya banyak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, setelah tamat dari satu-satunya Sekolah Dasar yang ada di desa Samudrajaya.

Sejak 2009 lalu, Adi Supriadi memutuskan keluar dari zona ‘nyaman’. Dan mulai mendirikan SMP terbuka Samudrajaya, yang khusus menampung tamatan SD yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang SMP. Inilah yang menjadi cita-citanya sejak awal, memajukan pendidikan di kampungnya.

Di tahun-tahun awal sekolahnya bukanlah tanpa kendala. Siswa pertama yang berjumlah 9 orang itu harus menumpang belajar di gedung SD yang ada di kampungnya. Selanjutnya belajar di masjid, emperan rumah warga, bahkan belajar di kandang sapi.

“Kami belajar tidak ada tempat yg pasti. Tempat apa saja kami tempati untuk belajar. Mushola, emper masjid, masjlis taklim, di sawah, dibawah pohon bahkan penah belajar di kandang sapi..Selama 6 tahun kami tidak punya tempat, meja dan kursi. Walau begitu kami sudah meluluskan 4 periode”. Papar Adi bangga.

Tida tahun lalu ada donator yang bersedia membangunkan gedung buat belajar. Adi langsung mewakafkan 300 meter tanah peninggalan orangtuanya menjadi lokasi pembangunannya. Walau saat itu pembangunannya belum selesai, murid-murid SMP Terbuka Samudrajaya sudah menggunakan bagunan itu dengan rasa bangga.

“Bahkan mereka menyusun batu bata menjadi meja kursi. Kalau panas atau gerimis, mereka belajar dan menggunakan payung,” ungkap Adi. Lima tahun terakhir, jaringan Sekolah Raya mengirimkan relawan secara rutin untuk membantu mengajar di sekolah ini. Selain belajar secara regular dari Senin hingga Sabtu, murid-murid di sekolah ini juga diberi pengetahuan yang dirangkum dalam kegiatan ekstra kurikuler. Diantara belajar fotografi lubang jarum, Marawis dengan peralatan yang sekarang sudah rusak dan pramuka.

Saat ini, murid SMP Terbuka Samudrajaya sebanyak 60 orang dan guru relawan 14 orang. Walau sudah proses mengajar sudah berjalan lancer dari tahun ke tahun, tapi kendala tentu tetap ada. Terutama menghadapi anak-anak kurang mampu ini. “untuk tahun ajaran ini kami belum mampu membelikan mereka sepatu, baju batik, kaos olahraga serta buku dan tas,” ungkap Adi. Ia berharap banyak pihak bisa ikut memperhatikan pendidikan bagi anak didiknya, agar perjuangan untuk ikut mencerdaskan generasi bangsa bisa terus terwujud.

“Bekasi itu luas sekali. Walau sebenarnya banyak orang mampu, tapi lebih banyak lagi orang tidak mampu, terutama di pelosok-pelosok seperti kami yg berada di tengah sawah ini,” jelas Adi pelan. Sebagai kepala sekolah Adi Supriadi selalu memberi semangat kepada murid-muridnya untuk terus berjuang menggapai masa depan, walau kadang ia harus merelakan murid-muridnya libur di musim panen, karena mereka harus membantu orangtuanya di sawah.

Di tahun-tahun mendatang, ia berharap bisa mendirikan SMA terbuka, agar anak didiknya yang tidak mampu melanutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bisa tetap menimba ilmu, setara dengan teman-teman seusia mereka. “mudah-mudahan ada donatur dan relawan yang membantu untuk mewujudkan cita-cita ini,” harap Adi diujung percakapan kami.

Tetaplah belajar anak-anakku. Kejar cita-citamu….!

BISOT

Adi Supriadi. Ttgl..Bekasi 01 Juni 1974. Nama Istri.Kartinah. anak 2 orang. Mohammad Rafiq Hariri (10th).Sakhowatul Aghniya (3thn)

BISOT

Alamat Kp. Tambun Kapling Rt 04/04. Desa. Pahlawan Setia, Kec. Tarumajaya Bekasi.SD Anak Soleh3 SD ANAK SOLEH5 smp tarumajaya smp terbuka1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.