RUMAH AUTIS BEKASI BUTUH SOKONGAN

FOKUS, BEKASI – Hingga saat ini pemerintah belum secara khusus memfokuskan sekolah-sekolah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang lebih kita kenal dengan istilah Sekolah Luar Biasa (SLB). Sudah banyak para disabilitas yang bisa mengecam pendidikan Formal di SLB mulai dari penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, DS dan cacat fisik yang lain. Bagaimana dengan Autis. Apakah semua orang tahu apa dan bagaimana Autis.

Dalam rangka mensosialisasikan Kebutuhan anak-anak autis , Rumah Autis yang berpusat di Kota Bekasi mengadakan Open House. H.M. Nelwansyah pimpinan Rumah Autis menjelaskan bagaimana sulitnya menjaring anak-anak autis untuk di bina pada awalnya, sekarang malah kami harus membuka cabang-cabang untuk memfasilitasinya.

“Seringkali orang tua para penderita Autis lebih memilih mengurung anak-anak mereka di rumah bahkan ada yang sampai di kurung dan di pasung karena mereka malu memiliki anak seperti ini atau tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan anakanaknya. Tapi ada juga orang tua yang mengerti tapi lebih memilih mengurung anaknya di rumah karena faktor biaya,” Kata Nelwansyah dalam sambutannya.

Lebih jauh Nelwansyah menerangkan perihal mahalnya biaya sekolah Autis pada umumnya. “Saat ini biaya pendidikan untuk anak-anak autis memang cukup tinggi karena pendidikan bagi para penyandang autis tidak seperti pendidikan untuk anak-anak normal yang semua pihak mempedulikanya, karena itu kami membuka rumah Autis ini untuk memfasilitasi mereka. Jadi bagi mereka yang ingin anak-anaknya mendapat bimbingan dalam tumbuh kembangnya bisa datang kesini tanpa harus takut dengan biaya yang besar. Sasaran kami memang para penyandang autis dari kelas menengah ke bawah. Tetapi saat ini kami membutuhkan bantuan kepedulian dari berbagai pihak,” tambahnya.

Salah satu pengajar di Rumah Autis Bekasi, Ardani, menjelaskan apa saja yang dibutuhkan  oleh anak-anak autis ini dan bagaimana penanganannya. Menurut Ardani para penyandang autis ini seringkali memilih menyendiri seperti memiliki dunia sendiri, mereka asyik dengan apa yang sedang mereka lakukan tanpa peduli dengan sekelilingnya. Anak-anak autis ini bisa tibatiba meledak-ledak emosinya atau diam tanpa berkata-kata sama sekali, tapi mereka banyak yang memiliki bakat-bakat tertentu yang harus kita gali.

“Anak-anak autis mengalami hambatan dalam fungsi tumbuh kembang, responsive mereka dengan lingkungan, komunikatif nya dengan lingkungan  atau perkembangan prilaku sangat berbeda dengan anak anak normal, itulah sebabnya mereka sangat memerlukan bimbingan,” tambah Ardani.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.