Racikan BreakDay

Kuliner, saat ini sudah menjadi sebuah model usaha yang digeluti para enterpreuner muda. Berbagai jenis makanan, mulai dari makanan berat, hingga berbagai variasi kudapan ringan yang menjadi teman untuk sekedar minum kopi, juga mudah ditemui.

Mencoba mencari peruntungan dibidang ini pun sudah banyak dilakukan. Tak bisa disangkal, para usahawan muda lebih banyak berkreasi pada bidang yang menuntut kreativitas ini.

Punya usaha kuliner juga tidak selalu berarti memproduksi secara utuh produk makanan tersebut. Banyak jenis makanan ringan yang diproduksi secara massal, kemudian dijual untuk dikemas kembali oleh para distributornya dengan memakai mereka dagang masing-masing.

Kue soes kering ‘DreakDay’ adalah salah satu kudapan ringan yang sudah jamak menjadi makanan ringan favorit saat ini. Rasa manis bercampur renyah ini cocok sebagai penyerta minum teh dan kopi, atau pada saat santai, sambil bermain game, menonton televisi, travelling, dan menonton film.

Di pasaran kudapan ini dikenal dengan nama soes kering. Karena cemilan ini dijual untuk pasaran menengah keatas, kemudian diberi nama ‘Premium Soes’, untuk marketingnya.

Di dapur pembuatannya yang beralamat di jalan Bambu Kuning RT 07/ RW 017 No. 45. Ujung Harapan, Bekasi Utara Kabupaten Bekasi, kualitas makanan ini sangat dijaga.

IMG_6647Pengusaha sekaligus peraciknya adalah Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar, seorang pemuda berusia 24 tahun. Usaha cemilan ‘BreakDay’ yang dilakoninya ini masih terbilang baru, sejak pertengahan tahun 2015 lalu. “Dari kecil saya sudah menyukai bidang usaha, mulai dari menjual mainan mobil tamiya, petasan, layangan, ngamen, hingga menjadi loper koran. Peran orang tua sangat sangat penting dalam setiap usaha yang saya jalankan,” jelasnya.

Menurut Gilang, konsepnya dinamakan BreakDay karena merupakan cemilan untuk menemani waktu santai. “Produk soes kering ini sama seperti produk lainnya, yang beda hanya pada premium soes, karena punya tiga rasa. Semua kemasannya memakai nuansa rasa cokelat, seperti melted chocolate, melted strawchoco, dan melted greenchoco,” paparnya.

Salah satu kekuatan untuk menjadikan rasa coklat sebagai andalannya, karena Gilang yakin rasa cokelat sangat diminati oleh berbagai kalangan umur. Untuk itu, best and product dari premium soes  ingin mengutamakan disisi rasa cokelatnya walaupun ada beberapa varian yang di tawarkan. “Banyak dari pesaing yang sudah mengeluarkan rasa selain rasa cokelat, tapi jarang diminati oleh konsumen, maka di premium soes ini mau mengenalkan cokelat walaupun ada rasa tambahan dan tidak akan mengurangi rasa khasnya,” Gilang menjelaskan strategi pemasarannya.

Walau bahan dasarnya dibeli dari tempat lain, tapi untuk urusan rasa, diracik sendiri oleh Gilang dan timnya. “Bahan soesnya dibeli dalam kemasan dus besar, kemudian dibumbui dan dikemas ulang. Pemesanan pun tidak tertentu. Kalau persedian hampir habis, dipesan kembali. biasanya sekali pesan sekitar 70 dus,” ungkap Gilang.

IMG_6731‘Breakday’ yang diracik ulang oleh Gilang dan timnya ini mendapatkan izin secara lisan serta mengemas ‘Premium Soes’ dengan nama berbeda. “Pemilik modal dari perusahaan Jakarta sangat banyak memberikan instruksi untuk membangun usaha, dengan berbagai tips yang udah disarankan akhirnya usaha premium soes ‘BreakDay’ ini berdiri,” jelasnya.

Pertama kali diluncurkan, premium soes ini hanya dikemas dalam toples kecil. 12 lusin pertama hanya diperkenalkan mulai dari mulut ke mulut, setelah itu baru pada sebuah akun media sosial lainnya. “Dulu saya tidak pernah melirik pada bisnis online, akhirnya saya pun mulai mencoba bisnis ini ke ranah online,” jelas Gilang, sekaligus memperlihatkan situs www.breakdaysnack.com, sebagai media promosinya.

Ia juga mengisahkan ketika beberapa kali membuka usaha, ia tidak pernah memikirkan berbagai aspek lain yang dibutuhkan berbisnis. Hal ini yang membuat usaha jatuh bangun hingga ia mendirikan cemilan kemasan ini. “Penyebabnya sepele. Dulu kalo buka usaha saya asal buka saja, tidak memikirkan jauh. Sekarang visi dan misinya sudah dibuat dari awal,” ucapnya yakin.

Strategi awalnya adalah mengenalkan produknya, bukan siapa pemiliknya. “saya ingin orang lebih mengenal makanan ini daripada mengenal saya sebagai pengusahanya, tapi mengenal produk ini karena rasa dan kualitasnya. Jika ini tercapai, maka makanan ini akan disukai sampai kapanpun,” terang Gilang.

Iwan (22) pemuda yang selalu membawa kudapan ini di setiap aktivtasnya mengungkapkan keistimewaan dari soes kering ini. “Soes ini sangat gurih, renyah, manisnya juga lebih kerasa cokelatnya. Dengan tiga rasa yang ada. Saya lebih suka rasa cokelat original. Kapan pun dan dimana pun saya beraktivitas engga ketinggalan camilan BreakDay,” terangnya.

IMG_6740Aturan dalam pemesanan ada empat level yaitu BreakDay, marketing, reseller, dan kosumen. Bahkan untuk pemesanannya dilakukan sesuai instagram reseller yang sudah tersebar diberbagai daerah, saat ini sudah ada 200 reseller BreakDay yang bergabung. “Untuk memudahkan supaya tidak keliru, konsumen bisa menghubungi customer service kita yang sudah disediakan lalu nanti akan diproses ke penjual yang sesuai dengan lokasi keberadaan konsumen,” pungkasnya.

Untuk distribusinya ‘BreakDay’ tidak lagi melayani pembelian satu atau dua kemasan premium soes, tetapi justru menunjuk reseller terdekat dengan lokasi pemesanan konsumen. Saat ini 200 reseller sudah bergabung untuk memasarkan usahanya ini. “Untuk dapat bergabung menjadi reseller sangat mudah. Cukup membuka website resmi BreakDay dan mengisi identitas kemudian  nantinya marketing kami yang akan menjelaskan produk dan serta ketentuan yang berlaku,” papar Gilang.

Harga yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari 20 ribu hingga 25 ribu rupiah dan memperoleh keuntungan sebesar 20-30%. Saat ini Gilang dibantu oleh enam orang yang disebut sebagai tim. “Mereka tidak saya sebut sebagai karyawan, tapi tim. Sebagai sebuah tim, kita bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing, dan saya juga adalah bagian dari tim pada usaha ini,” pungkasnya.

ELSI FIDRIANI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.