BEKASI BELUM MERDEKA: MAHASISWA TUNTUT BUPATI TURUN

Fokus, BEKASI – Puluhan mahasiswa yang menamakan Aliansi Kampus Bekasi (AKSI), gabungan dari STIE Mulia Pratama, Universitas Negeri Singaperbangsa, Universitas Pelita Bangsa, melakukan aksi masa di depan Gedung Juang 45, Jl. Sultan Hasanuddin, Tambun Selatan (26/4).

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Bekasi Belum Merdeka” dan “Turunkan Bupati Bekasi”, mereka mendesak Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, mundur dari jabatannya karena dianggap tidak mampu memimpin kabupaten yang berpenduduk lebih dari 3 juta jiwa.

Koordinator aksi, Hasan Basri, mengatakan, bahwa Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan jumlah pajak yang disetor ke Pemerintah Pusat sekitar Rp.78 trilyun, sementara DAK dan DAW yang diterima Pemkab Bekasi hanya Rp.2 trilyun.

“Kabupaten Bekasi adalah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Kita tahu itu semua. Pajak dari bea cukai dan PPA disetorkan ke pemerintah pusat kisaran Rp78 triliun. DAK dan DAW yang diturunkan pusat ke Pemkab Bekasi tidak mencapai Rp2 triliun,” ungkap Hasan.

Hal itu, lanjut Hasan, mengindikasikan komunikasi politik antara Pemkab Bekasi, Pemprov Jabar dan Pemerintah RI, tidak bagus.

 “Kami meminta Bupati hari ini turun dan tidak jadi persoalan dalam waktu dekat masa jabatannya habis. Kabupaten Bekasi saat ini menjadi Kawasan Industri Internasional terbesar se-Asia dengan jumlah lebih dari 5.500 perusahaan. APBD Kabupaten Bekasi mencapai Rp5,2 triliun untuk tahun 2016 dan penyumbang pajak terbesar se-Jawa Barat serta kekayaan alam yang melimpah (minyak, gas, pertanian dan perikanan). Seharusnya dapat mensejahterakan rakyat,” ujar Hasan.

Menurutnya, Bekasi belum merdeka karena faktanya angka kemiskinan masih tinggi dengan jumlah rakyat miskin di Kabupaten Bekasi lebih dari 361.000 orang, jumlah pengangguran lebih dari 500.000 orang ditambah jumlah Gizi Buruk lebih dari 250 orang dan banyak jalan rusak. Hal ini menurutnya seolah didiamkan bahkan menjadi ajang proyek tahunan oleh oknum di pemerintahan Bekasi.

“Kita akan tetap konsisten apalagi hari ini menjelang pilkada dimana kita menganggap sebagai proses melahirkan pemimpin yang baru. Kita harus menyadarkan masyarakat untuk memilih pemimpin seperti apa,” tambahnya.

Hasan berharap masyarakat semakin cerdas, juga meminta dukungan masyarakat, karena selama ini masyarakat mempertanyakan keberadaan mahasiswanya dan pemudanya dalam menyikapi segala persoalan yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Maka dari itu kita meminta dukungan masyarakat karena seperti yang diketahui masyarakat saat ini hanya diam sedikit takut untuk menyatakan Bupati harus turun,” tutup Hasan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.