CHAHIDA CHEKKAFI: TEGAS DALAM KELEMBUTAN

SPORTAINMENT-wasit cewekKehadiran wanita cantik dalam sebuah pertandingan sepakbola pasti menjadi perhatian banyak orang. Ini yang terjadi di Liga Junior Sepakbola Italia. Sejak tahun lalu, federasi  sepakbola kota Milan, Italia resmi menunjuk seorang remaja cantik sebagai pengadil bagi 2 kesebelasan sepakbola pria yang tengah bertanding. Uniknya, ia tetap berhijab walau tengah memimpin pertandingan sepakbola.

Chahida Chekkafi, nama remaja keturunan Maroko yang besar di kota Milan, Italia. Wajahnya lembut dan tampak santun. Ia menjadi wasit sepakbola wanita pertama yang memakai hijab yang memimpin pertandingan sepakbola pria.

Meskipun terlihat anggun dan lemah lembut dengan hijab yang dipakainya, jangan tanyakan soal ketegasannya dalam memimpin pertandingan. Ini bisa dilihat dari kepercayaan komite wasit Italia yang sampai ‘rela’ memberikan mandat kepada Chahida Chekkafi di usia yang masih 16 tahun.

Presiden Komite Wasit di Milan, Marcello Nicchi menggambarkan Chahida Chekkafi sebagai gadis muda yang pemalu, tapi memiliki bakat. Saat resmi menjadi wasit di liga Junior, Chahida baru berusia 16 tahun. Bila mampu terus memimpin pertandingan dengan baik, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Chahida akan dipercaya menjadi wasit di Serie A.

Chahida Chekkafi tinggal dan besar di Italia, namun dia berasal dari Maroko. Gadis ini tak asing dengan sepak bola, karena darah bola yang mengalir dari sang ibu yang merupakan mantan pemain sepak bola wanita di Maroko.

Chahida tidak merasa risih atau malu untuk memimpin pertandingan yang didominasi oleh kaum adam ini. Ia tak segan mengeluarkan kartu kuning dari sakunya atau bahkan mengusir dari lapangan bagi pemain yang bermain kasar.

Tidak hanya kecantikan dan hijabnya yang membuat Chahida terkenal, dia juga punya ketegasan dan kegesitan saat menjadi pengadil di lapangan hijau. Ketegasan ini tampak jelas, meski seluruh pemain di lapangan bola adalah lelaki. Di saat gadis lain seusianya bersenang-senang, Chahida sudah memiliki pekerjaan yang professional, tanpa meninggalkan syariat agama dalam berpakaian.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.