Bennie Yulianto: Abdi Negara dari Pesantren

Selama menjalani karirnya di Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi, beberapa bidang pernah digelutinya antara lain menjadi KaSubag di Tata Pemerintahan ( Tapem) dan di Cacatan Sipil (Casip),dan Saat ini Ebo bertugas sebagai Kepala Bidang BPHTB di DPKAA. Menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah bagian dari Impian hidupnya. “Alhamdulillah sudah tercapai. Sekarang tinggal melakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan membesarkan kedua buah hati,” ungkap Ebo. patron-beni3

Menurut Ebo, bidang yang diembannya saat ini mengharuskan ia berhubungan langsung dengan mesyarakat karena bersifat pelayanan, seperti pembayaran PBB, balik nama CV dan lainnya. Namun menurut Ebo apapun tugas yang dibebankan oleh atasan, ia hanya berusaha mencintai pekerjaannya dan bekerja sebaik mungkin karena apapun pekerjaan, jika kita menjalankan dengan ikhlas Insyaallah akan berkah, tutur Ebo yang dikenal tekun beribadah ini.

Lahir sebagai anak ke 4 dari 5 bersaudara pasangan Iskandar dan Henny S Djojodirono, Bennie Yulianto Iskandar s.Stp,MM yang akrab dipanggil Ebo ini memang pria yang pendiam, mungkin lebih tepat disebut pemalu.

Masa kanak-kanaknya dilalui di Bekasi hingga tamat dari Sekolah Dasar,  Ebo melanjutkan SMP di Bandung. Ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Ia lebih memilih untuk mondok di Pesantren Tebu Ireng milik Gus Dur di Jawa Timur. Disinilah ia menyelesaikan pendidikannya setingkat Sekolah Menengah Atas.

Pada tahun yang sama kelulusannya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Ebo langsung diterima menjadi salah satu Taruna STPDN, karena menjadi pegawai negeri adalah keinginannya sejak lama. Seperti orang tuanya.

Begitu selesai menjalani pendidikan, Ebo langsung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, Banten, sebagai ajudan BUpati Serang. Ketika itu ia tidak mau bertugas di Bekasi, daerah kelahirannya ini. karena sang mama, Henny S. Djojodirono merupakan salah satu pejabat di Bekasi. Ia tidak mau dikait-kaitkan dengan orang tuanya.

Barulah pada tahun 2004, ia pindah ke Kabupaten Bekasi, dengan tugas yang tak jauh berbeda. Menjadi ajudan Bupati Bekasi. Kala itu yang manjadi Bupati Bekasi adalah Saleh Manaf. Jabatan inilah yang akhirnya juga membuat perubahan besar dalam hidupnya. Karena sering bolak balik ke rumah Dinas Bupati, ia pun jatuh hati dengan Dr Yuli Rosaliani, putri pertama sang Bupati, Saleh Manaf.  Mereka menikah di tahun 2005 dan saat ini Ebo dan Yuli sudah dianugrahi dua putra, Zulkifli  yang berusia 7 tahun dan  Rabbani berusia 6 tahun.

IDA CHAIDIR

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.