Inspirasi Sepotong Kulit Kerang

http://cdn.bisnisukm.com/2015/01/kap-lampu-kerang-0856-4847-88691.jpg

NAMANYA Bihapri. Warga di sekitar rumahnya di Jl. Perjuangan, Gang Fajar NO 38 Rt 04/04 Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi akrab memanggilnya Apri saja. Ketika memasuki halaman rumahnya, sudah tampak kesibukan beberapa pekerja dan tumpukan karung berisi kerang yang menjadi bahan baku tampak berjejer di beberapa tempat di halaman rumah.
Sejak meninggalkan kampung halamannya di Sumatera Selatan pada tahun 2000, Apri mencari nafkah dengan menjadi pekerja di sebuah usaha kerajinan kerang di Jakarta milik Sudiyono.
Selain bekerja, kesehariannya dihabiskan dengan nongkrong dan bermain gitar bersama teman-temannya.
Tahun 2005, Apri bersama 5 orang temannya termasuk Sudiyono sendiri berkesempatan mengikuti pelatihan kerajinan yang digelar Dinas Perindustrian DKI Jakarta. Saat mengikutipelatihan inilah ia bertemu dengan Fernando Tionsong, instruktur pelatihan yang berasal dari Filipina. Pelatihan tersebut membuat Apri memutar haluan hidupnya. Satu hal yang ia sadari, bekerja dan hanya nongkrong saja di waktu luangnya tidak akan merubah hidup.
Berbekal ilmu dari Fernando Tionsong, Apri akhirnya memberanikan diri membuka usaha sendiri di Babelan Kabupaten Bekasi. Dari pelatihan ini Apri menyadari betapa tingginya nilai jual kulit kerang apabila bisa diolah berbentuk barang kerajinan. Suatu benda yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah hasil laut.
“Awalnya saya cuma punya uang 2 juta rupiah,untuk modal”, kenang Apri ketika bercerita tentang awal usahanya ini. Namun modal terbesar yang didapatkan Apri adalah dukungan penuh dari keluarga dan tetangga di sekitarnya. Usaha ini diberi nama Sandjaya Art.

Tapi kemudian berubah menjadi Kerang Bekasi. Keseriusannya Apri dalam menggarap peluang ini tidaklah main-main. Di dalam gudang, yang sekaligus menjadi workshop, beberapa perajin tampak sedang memotong kerang yang sudah dihancurkan dan dicampur dengan resin. Di pojok ruangan tampak sebuah mesin molen yang
berfungsi sebagai penghancur bahan baku.
Proses pembuatan kerajinan kerang ini memang berbeda dengan kerajinan kerang yang selama ini kita kenal. Disini, kulit kerang yang ditampung akan dihancurkan terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan bahan resin yang
berfungsi sebagai perekat, sekaligus bahan yang akan membentuk kulit kerang yang sudah dihancurkan tadi. Adonan kedua bahan tadi kemudian dibentuk sesuai dengan jenis pesanan, atau kerajinan yang laku di pasaran. Walau sudah berubah bentuk, tapi tetap memperlihatkan tekstur kerang seperti aslinya. Bentuknya mulai dari pin yang terkecil, hingga pot bunga atau bahkan wastafel. Rentang harga kerajinan produk desa Kebalen ini juga bervariasi dari 5 ratus rupiah hingga 3 juta rupiah.
Karya seni dari “Kerang Bekasi” berupa Lampu kerang,Laminasi, produk hiasan atau mainan, sekarang sudah menembus pasar mancanegara. Produk unggulannya adalah Kulit Kerang Laminasi. Untuk mengolah
kulit kerang menjadi sebuah karya seni dibutuhkan waktu 3 hari.
Bahan baku kerang diperoleh dari Muara gembong, Karawang dan Serang BantenHarga hasil produksinya juga sangat bergantung dari nilai tukar dolar, karena resin viberglass saat ini masih merupakan bahan baku impor. Sedangkan saingan produk kerang ini adalah produk kerajinan kerang dari Cina dan Filipina.
Tak puas dengan hanya memproduksi kerajinan kerang, Apri juga berbagi ilmu kepada orang lain. Beberapa tahun terakhir ia juga mendirikan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang juga berpusat di desa Kebalen ini.
Beberapa instansi yang sempat mengecap pelatihan disini diantaranya adalah BPPP Tegal, Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara, Kuliah Kerja Professi (KKP) Mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten serta masyarakat umum dari Kalimantan Barat, Serang, Batam Sukoharjo Jawa Tengah, Yogyakarta dan Konawe Utara. Ke depan Apri berharap usaha ini tetap eksis, dan bisa memberdayakan masyarakat Kebalen, dan masyarakat Bekasi pada umumnya.
NURUL SYARIFAH

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.