IPDN Siap Menyongsong Masyarakat ASEAN 2015

Indonesia sebagai negara ra terbesar di Asia Tenggara harus memiliki peran yang besar di dalam kerja sama ASEAN,” demikian diutarakan oleh Pembantu Rektor III institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN ) mewakili seluruh unsur civitas academica IPDN pada kegiatan Sosialiasi Masyarakat ASEAN 2015 di kampus IPDN , Jatinangor (5/3).
“Praja IPDN sebagai ujung tombak pelayanan publik di masa mendatang harus memiliki kapasitas guna menciptakan langkah konstruktif dan praktis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di daerah penugasan,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Ditjen KS ASEAN, Iwan Suyudhie Amri, selaku narasumber dalam sambutannya menyampaikan bahwa IPDN memiliki peran yang signifikan dalam mendukung kesuksesan upaya sosialisasi Masyarakat ASEAN. lulusan IPDN sebagai pejabat daerah nantinya akan berinteraksi langsung dengan masyarakat di seluruh indonesia sehingga diharapkan pemahaman yang komprehensif mengenai kerja sama ASEAN dapat disampaikan kepada masyarakat. Pernyataan tersebut kembali ditegaskan oleh Sekretaris Ditjen KS ASEAN di dalam paparannya di mana pemerintah daerah harus menjadi fasilitator dan menciptakan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta para pelaku usaha.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber tamu Direktur Pengembangan Ekonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Sugiyono. Melalui paparannya disampaikan terkait dengan upaya mendukung kesiapan daerah dalam menyambut Masyarakat ASEAN 2015, khususnya di bidang ekonomi, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah infrastruktur terkait implementasi program Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Program tersebut diluncurkan dalam rangka memperpendek rantai pelayanan birokrasi yang selama ini dinilai sering menghambat dunia usaha dan minat investor asing.
Pada sesi diskusi umumnya para Praja IPDN menyoroti upaya pemerintah dalam memaksimalkan manfaat Masyarakat ASEAN bagi seluruh elemen masyarakat. Selain itu sejumlah peserta kegiatan juga menyoroti peran yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam meminimalkan kesenjangan pembangunan antar daerah terkait dengan kesiapan menghadapi MEA. Menanggapi hal-hal tersebut, narasumber menyampaikan bahwa harus diakui pemberlakuan Masyarakat ASEAN membawa tantangan tersendiri bagi indonesia. Namun, perlu diketahui juga bahwa Masyarakat ASEAN juga memiliki berbagai macam peluang IPDN Siap Menyongsong Masyarakat ASEAN 2015.

IPDN Siap Menyongsong Masyarakat ASEAN 2015
IPDN Siap Menyongsong Masyarakat ASEAN 2015

Sebagai ujung tombak pelayanan publik di masa mendatang, Praja IPDN harus memiliki kapasitas karena memiliki peran signifikan dalam mendukung kesuksesan upaya sosialisasi masyarakat ASEAN yang dapat dimaksimalkan seperti pasar yang lebih luas, kelancaran arus barang, dan kesempatan kerja di luar indonesia. Ditambahkan, sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat serta daerah merupakan hal penting dalam upaya pemerataan pembangunan antar daerah dalam rangka menghadapi MEA.
Dalam menyambut pemberlakuan Masyarakat ASEAN pada tanggal 31 Desember 2015, IPDN telah melakukan beberapa upaya diantaranya proses pembelajaran sejumlah mata kuliah dilaksanakan dalam dua Bahasa/ bilingual (Bahasa indonesia dan Bahasa inggris). Selain itu sejumlah lulusan terbaik juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pertukaran singkat mahasiswa antar sejumlah universitas di Thailand dan Malaysia.

Sebagai ujung tombak pelayanan publik di masa mendatang, Praja IPDN harus memiliki kapasitas karena memiliki peran signifikan dalam mendukung kesuksesan upaya sosialisasi masyarakat ASEAN.

Kegiatan sosialisasi Masyarakat ASEAN 2015 di lingkungan kampus IPDN Jatinangor ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan oleh Kementerian luar Negeri bekerja sama dengan civitas academica IPDN . Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 700 Praja IPDN tersebut juga disiarkan secara langsung (streaming) ke tujuh kampus IPDN di seluruh Indonesia seperti Bukittinggi, Manado, Cilandak (Jakarta), dan Makassar. Diharapkan kegiatan ini dapat membuka jalan bagi terselenggaranya kegiatan serupa dalam bentuk kuliah umum isu-isu internasional dan menjadi tonggak kerja sama lebih lanjut antara Kementerian Luar Negeri dengan Kampus iPDN. Kerja sama ini semakin relevan dan sejalan dengan terus meningkatnya program kerja sama internasional dan investasi dari luar negeri di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber: Ditjen kerja sama ASEAN-Kemenlu Ri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.