H. Sodikin

Tujuannya hanya satu agar mereka benar-benar punya
motivasi menjadi lifter dengan banyak prestasi. Karena saya
sudah merasakan semuanya, yang penting disiplin dan bisa
memanfaatkan apa yang sudah dimiliki dengan bijak…

H-SodikinSodikin bisa menjadi manusia lembut dengan memposisikan diri tidak hanya sebagai guru, sahabat, orang tua, tapi pembantu para lifter. “Jika tidak dilakukan pendekatan seperti itu mereka akan merasa jenuh dan akhirnya berdampak pada prestasi,” katanya.

Sebagai mantan lifter, Sodikin paham betul bagaimana dia harus menghadapi atlet. Pemegang gelar juara 1990 di Yugoslavia dan peraih lima medali emas di lima arena SEA Games itu, tak hanya melakukan pendekatan-pendekatan, tapi juga meramu menu latihan sehingga tidak membuat atlet menjadi jenuh. Sodikin mengaku memiliki pola pelatihan untuk menempa para lifter bisa berprestasi secara maksimal dengan waktu lima kali dalam seminggu. “Maksudnya mereka berlatih di hari Minggu, Senin dan Selasa, sedangkan Rabunya istirahat dilanjutkan Kamis dan Jumat untuk Sabtu istirahat lagi,” katanya.

Dengan pola seperti itu, H.Sodikin bisa menyeimbangkan waktu latihan yang ketat dengan kesempatan istirahat yang cukup bagi lifter-lifter binaannya yang bergabung di Club Patriot di bawah naungan Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Bekasi. Dalam satu bulan para lifter ia gojlok di dua minggu pertama untuk latihan berat, minggu ketiga menengah berat dan minggu keempat tes untuk mengetahui kemampuan angkatan beban dari masing-masing lifter.

Sodikin – dia lahir di Bekasi, 5 April 1969 — mengaku memilih menjadi pelatih angkat besi dengan niat ibadah karena melihat latar-belakang lifter yang tidak semuanya berasal dari keluarga mampu. Sebagaimana dirinya dulu memulai perjalanan hidupnya menjadi lifter. Dengan alasan tersebut dia ingin memotivasi mereka bahwa olah raga angkatan besi jika ditekuni dan dijalani secara serius akan memberikan kehidupan yang layak.

“Bukannya riya tapi saya ingin mereka bisa melihat diri saya yang tadinya seperti apa sekarang menjadi apa. Tujuannya hanya satu agar mereka benarbenar punya motivasi menjadi lifter dengan banyak prestasi. Karena saya sudah merasakan semuanya, yang penting disiplin dan bisa memanfaatkan apa yang sudah dimiliki dengan bijak,” kata Sodikin.

Standard disiplin tinggi yang dia tanamkan pada diri atlet, Sodikin boleh berbangga. Anak-anak didiknya menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Kota Bekasi dalam setiap kegiatan Pekan Olah Raga Daerah Provinsi Jawa Barat, seperti sembilan medali emas di Porda ke-XII yang diselenggarakan di Kabupaten Bekasi akhir tahun lalu.

Sodikin pula yang “melahirkan” sejumlah lifter Bekasi yang berprestasi; Dewi Safitri peraih medali perunggu Youth Olympic (2010), Dewi Mayassah Lestari Juara Dunia Remaja (2011), Soniam Febriani Lestari peraih perunggu di Kejuaraan Asia di Uzbekistan (2011) dan M. Hasbi peringkat lima Olimpiade London (2012).

Oman AR

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.