Geliat pandan Mengancam Bacan

pandan-2

“Dulu harga Pandan paling mahal hanya Rp 10 ribu. Tapi sekarang, Pandan sudah mampu menembus ke harga Rp 50 juta lebih.

SAAT itu, waktu di Bekasi menunjukkan pukul 19.30 wiB. Dari mulut gang, suasana sepi sudah menghadang. Mata pun bisa jauh memandang, tanpa penghalang. Menyusuri jalan setapak, basah tetap melekat di telapak kaki berbalut sepatu.

Kios-kios pun sudah tutup. Kebanyakan pedagang pasti sudah kembali pulang dan menghitung keuntungannya. Ah…untung masih ada kios yang buka. Di pinggiran kios yang masih buka itu, hanya segelintir orang saja duduk-duduk santai sambil bercengkrama dengan cerita hari itu mungkin juga esok beruntung. Sesekali masih terdengar suara bising mesin gosok dan potong batu. Berarti kehidupan di Ruko Niaga di bawah gelapnya malam yang mendung, masih ada.

Suasana malam itu berbanding terbalik dengan siang hari. Di siang hari, Ruko Niaga yang dikenal orang Bekasi bernama Proyek Bekasi Timur, dipadati sekitar 100 orang lebih, yang hilir mudik tanpa henti . Sibuk… sibuk…dan sibuk. Ya, sesibuk pengunjung bangunan beton di sebelahnya, lotte Mall.

Tak disangka, meski empat kios batu akik yang berada di gang sempit itu, namun bisa menjadi magnet bagi pecinta batu akik untuk selalu seti a datang, tenggelam dalam arus transaksi yang sedang ngetren di jagad Nusantara ini.

Dan, siapa juga yang menyangka bahwa dari tempat itulah ada seorang tokoh yang saat ini sedang memperjuangkan batu akik jenis Pandan, batu akik asli tanah Betawi (Jabodetabek). Berkah Kumbara. Dialah salah satu “dedengkot” batu Pandan di Bekasi.

 

berkah-kumbara 2Menurut Berkah yang juga Ketua KPB (Komunitas Pandan Bekasi), keindahan batu Pandan ti dak kalah dengan batu-batu dari wilayah indonesia lainnya. Memang, batu yang masuk dalam keluarga Agete Chalcedony ini pernah dipandang sebelah mata, baik dari sisi keindahan maupun harganya.

“Dulu harga Pandan paling mahal hanya Rp 10 ribu. Tapi sekarang, Pandan sudah mampu menembus ke harga Rp 50 juta lebih. Bagi kami, ini suatu indikator bahwa harga Pandan bisa terus naik dan semakin popular di masyarakat indonesia,” kata bapak tiga anak ini sambil duduk santai di kursi kayu panjang di depan kios minuman milik temannya.

 

Setelah menawarkan segelas es teh tarik kepada wartawan Fokus Bekasi, Berkah kembali menegaskan, jika bukan orang-orang Bekasi dan 11 juta orang yang tergabung dalam Pandan lovers di kawasan Jabodetabek, siapa lagi yang menaikan harkat Pandan.

untuk itulah, bersama KPB yang kini anggotanya mencapai 1500 orang lebih, Berkah gigih mempromosikan Pandan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah menggelar kontes batu Pandan dan kopdar (kopi darat) bersama pecinta Pandan untuk menjual dan mempopulerkan batu ini. Dari kontes dan kopdar inilah orang bisa lebih mengenal keindahan yang selama ini tersimpan dari Pandan.

Pada dasarnya batu Pandan hanya ada dua jenis, yakni Pandan Kapas dan Sutra. Seperti pada beberapa jenis batu lainnya, Pandan juga dapat bermetamorfosis, sehingga warnanya bisa berubah menjadi putih, hijau, merah, kuning, cokelat, abu-abu, dan hitam. Fenomena lainnya yang ada pada Pandan adalah adanya klep atau garis jalannya air yang berbentuk mata kucing. Adanya sisik betik dan betok juga menambah keindahan Pandan. Sisik-sisik itulah yang menciptakan bias cahaya sehingga membentuk seperti klep.

Untuk mendapatkan Pandan berkualitas bagus bukan saja diperlukan keteliti an juga kesabaran. Sebab, saat ini, sudah sulit mendapatkan Pandan berkualitas. Batu-batu Pandan yang beredar saat ini berasal dari wilayah hulu Sungai Ciliwung di Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Sukabumi, bahkan ada juga dari Bengkulu, lampung, juga di Pulau Obi.

Hanya saja, menurut Berkah, Pandan-Pandan yang dari Sumatera, kebanyakan diolah di Bekasi, karena Bekasi terkenal dengan gosok an dan olahan Pandan, yakni Tulang lindung. “Gosokan itulah yang paling indah saat Pandan memancarkan klep-nya,” kata Berkah. Berkah, yang berdagang batu akik selama 35 tahun atau sejak usia 13 tahun bersama almarhum ayahnya Supandi di Proyek Bekasi, memang bertekad ingin memperjuangkan Pandan untuk menjadi batu akik yang masuk kategori papan atas di negeri ini.

Tidak mau muluk-muluk, baginya geliat Pandan seti daknya bisa mengancam keberadaan Bacan yang kini masih menjadi primadona batu akik di indonesia. Yang menggembirakan lagi, gayung pun bersambut. Apa yang menjadi tekad Berkah itu diamini oleh walikota Rahmat Effendi. Walikota yang akrab dipanggil Pepen ini akan mencanangkan kepada seluruh karyawan Pemkot dan elemen-elemen yang terkait lainnya, untuk menggunakan baju Pangsi dan batu Pandan setiap hari Jumat.

Dengan berbagai upaya itu, semoga aura positif dari Bekasi untuk mempopulerkan Pandan menggema ke wilayah-wilayah di indonesia lainnya yang dihuni oleh para pecinta Pandan. Semoga…!!!

 

FERRY KODRAT

Mungkin Anda Menyukai

3 tanggapan untuk “Geliat pandan Mengancam Bacan

  1. Senang ketika tahu batu pandan mulai menggeliat bangkit, sedih ketika wartawan fokus salah dalam menulis nama walikota bekasi…

    1. Nama Walikota Bekasi sepanjang sepengetahuan kami adalah Rahmat Effendi sesuai dengan yang tertulis di atas, terima kasih atas masukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.