Elvio Augurius Laksono

Medali Emas Ini untuk Kedua Orang Tua Saya

elvioElvio Augurius Laksono biasa dipanggil Vio, bisa menjadi contoh atlet yang lahir dari proses pembibitan berjenjang dan panjang. Ia mendulang prestasi setelah bergabung dengan klub sepatu roda Bhagasasi Speed Club sejak usia 8 tahun. Tidak hanya itu, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Adryanto Laksono dan Retno Roswandari ini juga disiplin mengikuti jadual latihan dan sering turun di berbagai kejuaraan. Maka jangan heran jika siswa SMPN 3 Bekasi, kelas IX ini akhirnya dapat mengumpulkan banyak medali.

Usia Elvio Augurius Laksono masih 14 tahun. Tapi prestasi yang ia raih melebihi jumlah angka umurnya. Di rumahnya tersimpan lebih darin 50 medali, mulai dari perunggu, perak dan yang terbaru medali emas 500 meter Individual Time Trial (ITT) di arena Pekan Olah Raga Daerah (Porda) ke- XII Tingkat Provinsi Jawa Barat/2014.

Giat berlatih dan bahkan Vio berinisiatif menambah jam latihannya sendiri. Dia juga sering bertanya dan mendiskusikan materi latihan yang diintruksikan pelatihnya. Tujuannya agar tidak salah dalam memahami hal-hal bersifat teknis untuk memaksimalkan prestasi, mulai dari ketahan fisik, kecepatan dan kekuatan. “Sebisa mungkin saya harus tahu keinginan pelatih makanya jadi sering banyak diskusi,” kata atlet yang mengidolakan seniornya, Faisal Norman.

Meski sudah mendapatkan banyak medali, Vio mengaku masih menyimpan kekurangan tuk lebih berprestasi lagi, seperti bagaimana seharusnya mengendalikan emosi disaat berlatih dan berkompetisi dengan kawan-kawan seklubnya atau menghilangkan kebosanan akibat padatnya jadual latihan.

Dia sangat membutuhkan peran pelatih dan bersyukur mendapatkan pelatihan yang bukan saja membinanya secara fisik dan teori tapi juga memberikan support secara psikologis. Yang tidak bisa diabaikan tentu saja dukungan kedua orangtuanya dalam mendampingi perjalanan dirinya sebagai atlet sepatu roda.

Tak hanya mengantar ke tempat latihan dan membelikan alat perlengkapan olah raganya, kedua orangtuanya juga mengirimkan doa yang tidak pernah putus di saat Vio turun dalam sebuah lomba. “Makanya saya tidak mau mengecewakan mereka dan prestasi emas di Porda Jabar kemarin saya persembahkan buat orang tua sebagai jawaban atas dukungan keduanya,” katanya.

Dengan deretan prestasi yang sudah diperolehnya, Vio punya keinginan bisa menjadi Juara Dunia seperti Joey Mantia atlet sepatu roda asal Amerika Serikat yang juga dikaguminya. “Memang prosesnya panjang tapi saya yakin kalau kita tekun berlatih dan punya keinginan kuat, mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.

Saat ini Vio sedang berkonsentrasimenyiapkan diri karena menjadi bagian dari enam atlet yang masuk Tim Atlet Pelatihan Daerah (Pelatda) Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti beberapa kejuaraan di tingkat nasional. Jadual latihan yang padat bahkan terkadang turun di jalan raya di tengah-tengah seliweran kendaraan umum menjadi menu tambahan yang harus dijalaninya, tentu dengan tujuan melatih kepekaan, kewaspadaan, kesabaran dan ketahanan fisiknya. Termasuk kemampuannya melewati jembatan K.H. Noer Ali Sumarecon Bekasi yang memiliki tanjakan dan turunan yang cukup menantang bagi atlet sepatu roda.

Oman AR

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.