Earth hour Matikan Lampu Jadi Gaya Hidup

earth-hour-bekasi

Earth Hour adalah sebuah gerakan yang diinisiasi WWF Sidney-Australia untuk mengajak seluruh masyarakat dunia menghemat energi listrik dengan cara mematikan lampu serentak seluruh dunia.

Pada dasarnya gerakan kampanye ini dilakukan untuk menghemat pemakaian listrik dari masa ke masa yang makin meningkat. Sementara sebagian besar pembangkit listrik menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas alam, yang efeknya mengeluarkan gas rumah kaca (GRK) berupa karbondioksida (CO2) yang berakibat langsung terhadap kenaikan dramatis suhu rata-rata bumi.

Earth hour dilaksanakan setahun sekali setiap Sabtu malam di minggu ketiga atau minggu keempat di bulan Maret, untuk tahun ini diadakan pada 28 Maret 2015, pukul 20.30-21.30. Dengan alasan karena di waktu tersebut, hampir seluruh belahan dunia sedang mengalami masa peralihan musim, dari musim dingin ke musim panas, jadi udara tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas sehingga memungkinkan penduduk di dunia mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, termasuk pemanas atau pendingin ruangan.

Sedangkan pemilihan harinya karena  biasanya akhir minggu merupakan waktu yang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan aktivitas bersama keluarga atau teman-teman, tanpa harus mengganggu aktivitas kerja sehingga memiliki waktu yang lebih panjang. Begitu juga jamnya yang merupakan waktu setelah makan malam, sebagai saat yang tepat untuk bersantai bersama keluarga atau teman-teman.

Perayaan earth hour bertujuan mengajak masyarakat untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam, dengan melakukan langkah tersebut diharapkan muncul keinginan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup. Dan kegiatan earth hour sebenarnya tidak hanya mematikan lampu saja, tapi terus berkembang dengan isu yang lebih peka terhadap keberlangsungan bumi, pada tahun 2015 Earth Hour Global mengangkat tema “Change Climate Change”.

Selain dengan kampanye pola hidup yang bersahabat dengan alam, Earth Hour melakukan konservasi untuk menyelamatkan keaneka-ragaman hayati yang sudah mulai terancam, seperti yang menjadi isu nasional di Indonesia yaitu “Hijaukan Hutan Birukan Laut”.

Sekarang ini ada tujuh (7) isu yang di angkat earth hour Indonesia dan dilaksanakan pada 7 regional di wilayah Nusantara yaitu; Biodiversity Regional Sumatra, Deforesihutan Regional Kalimantan, Sampah RegionalSulawesi, Pantai & laut Regional Bali- Nusa Tenggara, Sungai Regional Jatim, Transportasi Publik Regional Jateng & Jogja, Energi Regional Bodetabek dan Bandung.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.