Dwi Mayassah Lestari

Saya Ingin Tampil di Olimpiade

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah tersebut sangat tepat jika ditujukan pada diri Dwi Mayassah Lestari yang telah banyak meraih prestasi di arena angkat besi.

Lifter kelahiran Bekasi, 5 Desember 1997 ini adalah putri dari Sodikin, mantan lifter nasional pemegang gelar juara dunia 1990 di Yugoslavia dan peraih lima medali emas di lima SEA Games.

Meski baru bergabung menjadi lifter di Club Patriot pada usia 11 tahun, Dwi sudah menunjukkan prestasi yang mengharumkan bukan saja nama dirinya, keluarga, tapi juga daerah bahkan negara.

“Senang rasanya bisa mengibarkan bendera merah putih di negara orang,” kata lifter yang mengaku pertama kali latihan tugasnya hanya mengangkat tongkat kayu secara berulang-ulang.

Menurut siswi Kelas Khusus Atlet yang sekarang duduk di Kelas 12, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di SMAN 8 Bekasi ini, selama dua minggu pertama dirinya memang diarahkan untuk tahu secara benar teknik dasar mengangkat stick. Tujuannya agar terhindar dari cedera dan bisa memiliki pondasi yang kuat saat mengangkat beban. Hasilnya, setelah berlatih selama tiga bulan, Dwi mulai memperlihatkan kemampuannya melakukan angkatan snatch seberat 35 kg dan angkatan Clean and Jerk seberat 40 kg. Tiga bulan berikutnya dia pun diikutsertakan dalam Kejuaraan Nasional Remaja di Kalimantan Timur dengan raihan peringkat empat nasional.

Setelah itu rentetan prestasi dia raih. Mulai dari peringkat dua dan tiga Kejuaraan Tingkat Provinsi Jawa Barat, medali emas di Kejuaraan Nasional di Jakarta yang mengantarkan dirinya masuk ke dalam Pelatihan Nasional dan mengikuti kejuaraan Arafura Games yang diadakan di Darwin, Australia. Di ajang bergengsi tersebut Dwi meraih dua emas di kelas angkatan 63 kg dan 1 perunggu. Yang membanggakan ketika itu Dwi turun di tiga kategori berbeda yaitu remaja, junior, dan senior. Pada 2013 lalu, Dwi meraih peringkat sembilan dunia dari 12 negara yang bertanding di Kejuaraan Dunia di Uzbekistan karena berhasil masuk ke babak kualifikasi Olympic Youth Games 2013.

Walaupun sudah menunjukkan prestasi bagus tapi Dwi tidak pernah diperlakukan istimewa oleh Sodikin, pelatih yang juga ayahnya. Menurut Dwi, sebagai anak dari seorang mantan lifter peraih medali emas SEA Games lima kali berturut-turut dan peraih gelar juara dunia, dirinya justru selalu dimotivasi untuk bisa berprestasi lebih dari apa yang sudah dicontohkan ayahnya. “Mudah-mudahan saja saya bisa mencapainya,” kata lifter yang sekarang menjadi anggota Pelatnas Prima Pratama tersebut.

Saat ini, tidak kurang 15 medali sudah berhasil dikumpulkan Dwi, baik emas, perak maupun perunggu. Untuk kedepannya, dia berharap bisa meraih prestasi puncak di ajang Olimpiade. “Saya ingin tampil di arena pesta olahraga dunia itu,” kata Dwi.

Oman AR

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.