Begal pun Terjungkal


Sejak awal Februari 2015 hingga pertengahan Maret saja, ternyata ada 24 penjahat yang ditembak. Dari jumlah itu delapan orang meregang nyawa terkena timah panas yang dilesatkan anggota reserse, selebihnya pincang setelah betis, tempurung dan pahanya bersarang peluru petugas. Kasus terakhir terjadi pada pertengahan Februari lalu, dua penjahat spesialis merampok nasabah bank.

Penembakan didahului dengan aksi kejar-kejaran antara dua pelaku perampokan dengan anggota Reserse Mobil (Resmob) Polresta Bekasi Kabupaten. Adegan itu berakhir di jembatan Kampung Kaliulu, Desa Karangharja, Cikarang Utara. Kar (50) dan Nim (40), pelaku terjungkal, tewas dengan dada tertembak, sedangkan satu anggota terkena tembakan, namun mengenai bodypack (rompi anti peluru), “Kalau tidak ada pelindung, anggota kita pasti luka,”
ujar Kombes Isnaeni Ujiarto, Kapolresta Bekasi Kabupaten.

Ihwal baku tembak itu, bermula dari kejadian perampokan terhadap nasabah bank, juragan beras di Desa Karangasih, Cikarang Utara RT001/09, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/2). Pelaku yang berjumlah dua orang itu berhasil membawa kabur uang Rp150 juta milik Aris Lala (45), korban setelah kalah dalam tarik menarik senjata api. Dari penyelidikan polisi, diketahui ada dua orang yang masih karyawan juragan beras terlibat, Uci (37) dan Na (32), kedua tersangka ditangkap dan mengakui kalau dia sebagai pemberi informasi, sedangkan satu lagi rekannya yang ditangkap Senin siang Idi (34), bertugas sebagai penghubung dengan Kar dan Nim, dua pelaku utama. Melalui jaringan kepolisian diketahui dua pelaku yang sudah melengkapi dirinya dengan senjata api dan golok ini, berniat beraksi di SPBU Kaliulu, namun keburu kecium petugas. Akhirnya terjadi kejar-kejaran. Seperti layaknya film laga, Kar dan Nim, mengendarai sepeda motor sambil melepas tembakan ke arah petugas. Merasa keduanya berbahaya, polisi pun membalas dengan tembakan yang mengenai Kar selaku pengemudi, akibatnya sepeda motor warna merah itu oleng dan terjerembab ke lahan kosong tepi
Jalan Sumoharjo, Cikarang Utara.

Kar dan Nim, bukannya menyerah keduanya malah berbalik menyerang petugas dengan empat tembakan. Satu mengena rompi anti peluru tiga melesat. Tak mau timbul korban, akhirnya petugas
menembak keduanya di bagian yang mematikan membuat keduanya ambruk. Prestasi terbanyak sepertinya dilakukan Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, ada 16 pelaku kejahatan di antaranya begal di tembak, sedangkan sisanya oleh Polresta Bekasi Kota. Kompol Wirdhanto Hadicaksono, selaku Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten mengatakan para pelaku yang dilumpuhkan, kebanyakan pemain lama dengan modus, mencuri sepeda motor dengan ‘bekal’ senjata api, merampas dan mengancam. Sedangkan di Polresta Bekasi Kota, menurut Kompol Ujang Rohanda, Kasat Reskrimnya menyebutkan pelaku biasa bermain pencurian kendaraan bermotor di lokasi perbelanjaan, pertokoan dan dalam rumah. Kasus terakhir di wilayah kota ini,
penembakan yang menyebabkan sopir taksi, pemilik sepeda motor Honda Beat tewas, di Bintara, Bekasi Barat. Acam Mulyadi (50), pemilik sepeda motor Honda Beat B 3112 KRM, tewas saat melawan pelaku pencurian. Suami Ny. Kartini ini ditembak dari jarang dekat
karena mencoba mempertahankan motor miliknya.

Dari aksi para begal dan perampok ini, polisi menyita 8 senjata api, puluhan senjata tajam dan berbagai macam alat membongkar kunci kontak.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.