MUDA DAN BERPOTENSI, BUKAN SOAL TIONGHOA

MUDA DAN BERPOTENSI,
Membicarakan Dariyanto, bagi Paray Sahid seperti membicarakan Partai Golkar dan perkembangannya di Bekasi.
BUKAN SOAL TIONGHOA

http://3.bp.blogspot.com/_tjY9cn3UVGs/SdjpzskSFxI/AAAAAAAAANU/iGlc1qJhJ4Y/s400/knpi.jpg

Mengaku mengenal luar dalam tubuh partai Golkar terutama di Bekasi, Ketua Komite  Nasional Pemuda Indonesia (tahun 1982-1985 dan 1985 – 1988) mengaku tidak terlalu mengenal dekat Dariyanto secara pribadi.
Tetapi, sebagai orang lama Golkar sejak masa Supriyadi hingga Rachmat Effendi, Paray termasuk mereka yang mengenal baik kiprah ayah Dariyanto, Kim Tong Let dan pengabdiannya pada partai.
Dalam sejarah panjang Partai Golkar, Paray mencatat beberapa tokoh Tiong Hoa yang menjadi pendukung utama Golkar. “Ada beberapa nama seperti Yansen dan Rudy Hermawan yang merupakan karib saya selain Lim tong Let yang sangat berjasa dalam tumbuh kembangnya Golkar di Bekasi,” kisah Paray. Berbeda dengan Rudy Hermawan yang terjun langsung dan menjadi anggota Dewan, Lim Tong Let tidak pernah masuk dalam stuktural partai akan tetapi peran Lim Tong Let tak boleh tidak diakui sangat besar.
“Golkar punya tradisi panjang soal pembinaan dan panjangnya rantai organisasi sehingga orang dapat menjadi calon legislatif dari Golkar. Jadi, meski saya tidak mengetahui secara detail Dariyanto perjalanannya di partai, tetapi saya yakin majunya Dariyanto mewakili Partai Golkar karena kapabilitas dan potensinya,” tutur Paray. Ucapan ini menegasikan anggapan bahwa munculnya nama Dariyanto di percaturan politik Bekasi adalah sebab nama sang ayah, an sich.
Paray mengaku bangga dengan dinamika partai politik di Bekasi, dibandingkan banyak daerah Bekasi relatif tidak melihat minoritas sebagai penghalang bagi peran mereka di kancah politik. Ia menunjuk keberadaan dua anak muda dari kelompok Tiong Hoa yaitu Dariyanto dari Golkar dan Ronny Hermawan dari Partai Demokrat di jajaran kursi anggota Dewan.
“Ronny bahkan memasuki perode kedua masa baktinya di Dewan. Artinya, masyarakat tidak melihat faktor
minoritas. bagi masyarakat saat ini yang penting dia mampu, kritis dan pandai menempatkan diri,” ujar Paray menilai.
paray-sahidPenilaian itu sepertinya masuk akal, menurut catatannya, warga Tionghoa di Bekasi terutama di daerah pemilihan Bekasi Timur mencatat jumlah warga keturunan tidak lebih dari seratus ribu jiwa. “Tetapi, coba catat dari dapil ini dua anak muda Tionghoa maju dan menang, Dariyanto dan Ronny,” paparnya meyakinkan. “Itu artinya selama mampu membangun kebanggaan, tidak merasa terbebani perbedaan muslim- non muslim, Tionghoa atau bukan. Yang paling utama, optimalisasi potensi, dekat dan peka dengan rakyat terutama konstituennya.”
Yang lebih menarik bagi lelaki yang menghabiskan banyak waktu di organisasi kepemudaan seperti AMPI, ada delapan wakil partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, semuanya masih sangat muda. “Rata-rata semua berusia di bawah 40 tahun,” cetusnya. “Itu menandakan partai Golkar terus membangun pembinaan dan regenerasi dengan sehat dan baik.” Ia mengaku tidak khawatir dengan fenomena loncat pagar di partai politik, ia yakin Golkar masih merupakan tempat yang baik untuk bertumbuh.
Paray, yang telah giat di Golkar sejak tahun 1971, menaruh harapan besar pada Dariyanto untuk dapat membawa nama diri, keluarga dan partai. Ia menilai Dariyanto sudah cukup matang, bekal di dunia bisnis akan membuatnya kuat dan mampu bertarung di kompetisi politik yang sangat keras dan rumit. “Daya dukung pragmatis hanya bersifat sesaat. Cuma untuk daya dorong. Idealisme tetap menjadi titik tolak sesorang mampu menjadi besar,” katanya lagi kepada Fokus Bekasi.
“Banyak belajar, bangun terus kepekaan, bina hubungan dengan konstituen dan yang paling utama tetap kritis dan berani,” pesannya. Tanpa itu semua, menurut Paray nama Dariyanto akan segera tenggelam apalagi percaturan  olitik kita sekarang sangat pragmatis.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.