Mencetak Atlet, Meraih Prestasi

HUJAN sudah reda di Bekasi. Barbel-barbel dengan berbagai jenis beban berat juga sudah
tersusun rapi. Tetapi H. Sodikin belum juga beranjak dan segera meninggalkan Club Patriot,
klub angkat besi yang telah melahirkan lifter-lifter nasional yang ikut membela nama bangsa
di arena Internasional. Sore itu, awal Januari lalu, ketika hujan sudah berhenti, Sodikin masih
terlihat berdiskusi dengan anak-anak didiknya, juga bersama Dwi Mayassah Lestari, putrinya.

SoDIKIn adalah mantan lifter nasional dengansodikin
banyak gelar. Dia adalah pemegang gelar juara dunia
1990 di Yugoslavia dan peraih lima medali emas di lima
arena SEA Games. Kini, selain aktif di PABBSI (Persatuan
Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh
Indonesia) Kota Bekasi, Sodikin melatih di Club Patriot,
klub angkat besi yang dia dirikan sendiri. “Dekat dengan
atlet dan berdiskusi dengan mereka adalah cara saya
agar mereka termotivasi. Saya ingin mereka berprestasi
melebihi prestasi yang pernah saya raih,” kata Sodikin.

Tetapi Sodikin tidak bisa sendiri. Dia harus
mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi
yang mengalirkan dana pembinaan lewat KONI
(Komite Olahraga Nasional Indonesia) setempat.
Bicara uang, tentu saja harus mengarah cukup atau
ridak. KONI Kota Bekasi harus membagi rata uang
pembinaan pada cabang-cabang olahraga yang ada di
kota yang berjuluk Patriot itu.

 

atlit-dyah
Tanpa uang pembinaan yang pasti dan dengan
jumlah yang dirasakan cukup, jangan dulu bicara
prestasi. Jika ini tidak terpenuhi, jangan salahkan atlet
jika ada daerah lain yang dengan mudah mencomot
atlet yang sudah dibina dengan susah payah. Kondisi
ini selalu saja terjadi setiap kali Pekan Olahraga
Nasional (PON) berlangsung dan sudah dapat
dirasakan menjelang PON 2016 yang akan digelar di
Jawa Barat.
“Uang bukan segalanya bagi atlet atau pembina
cabang olahraga di daerah. Tapi tanpa uang
pembinaan yang jelas, bagaimana mungkin kami
mendongkrak prestasi atlet,” kata Sodikin.
Jika bicara harapan, tentu setiap pelatih
menginginkan uang pembinaan, dukungan sarana-
prasarana dan dukungan langsung pemerintah
terhadap prestasi atlet. “Apalagi cabang olah raga
angkat besi sepi peminat dan latar-belakang lifter
yang tidak semuanya berasal dari keluarga mampu,”
katanya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.