Hikmah Nur Fadillah Tampil untuk Tari Tradisional

Sejak kecil Hikmah Nur Fadillah sudah menekuni seni tari, khususnya tari tradisional seperti Tari Jaipong, Tari Topeng dan Tari Melayu, bahkan belakangan ini pelajar kelas XI, Jurusan Ekonomi Industri di SMK Pangeran Jayakarta, Kota Bekasi ini mulai mempelajari Tari Saman dari daerah Aceh.

Menurutnya, menyibukkan diri dengan berlatih tari bisa menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang banyak menggoda dalam kehidupan remaja seusianya. Seperti bersikap cuek terhadap lingkungan sekitar, terjebak pergaulan bebas dan menjadi pecandu narkoba. “Dengan menari, saya jadi punya kesibukkan dan mendapatkan banyak pengalaman baru,” kata anak ke-2 dari 3 bersaudara ini.

Bagi perempuan kelahiran Bekasi, 12 Juni 1998 yang pernah belajar menari di Sanggar Tari Riska Bunda di Perumahan Regency I, Cibitung, Kabupaten Bekasi ini, selama menekuni dunia tari dirinya sudah tampil di beberapa tempat, seperti mengisi acara di Gedung Proklamasi Jakarta dan belum lama juga menunjukkan kebolehannya di acara Kria’an Bekasi. “Pokoknya setiap ada kesempatan, saya ingin menampilkan tarian tradisional supaya tetap eksis dan bisa dilihat banyak orang,” katanya.

Meskipun menjadi penari bukanlah profesi akhir yang kelak menjadi pilihan utama hidupnya, tetapi Hikmah akan terus berusaha menekuni dunia seni yang satu ini. Karena bagi dara berpostur 168 cm kalau tidak dijaga dan dilestarikan tari tradisional pelan-pelan bisa dilupakan orang.

“Makanya saya mau mempelajarinya supaya bisa menguasai dan menampilkannya,” kata anak dari pasangan Nurhadi dan Umi Hayati ini.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.